Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】 Rakta Jambhala ( Jambhala Merah / Ganesha )


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】 Rakta Jambhala ( Jambhala Merah / Ganesha )

 

《 Zhenfo Zong 》Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu Pada 21 Februari 2015 di Taiwan Lei Tsang Temple Akan Memimpin Upacara Api Homa Jambhala Merah, menganugerahkan Abhiseka Sadhana Avenika Jambhala Merah, serta melanjutkan pengulasan 9 Tingkat Dzogchen. 

 

【 Disusun Oleh TBSN Team Yang Jin Zuo Ma 】

【 Mantra Hati Rakta Jambhala 】

"Om. Ganabadiye. Suoha" 
( Ket, baca : Om. Kanapatiye. Suoha )

【 Pengenalan Singkat Pratima Rakta Jambhala 】

Tubuh Rakta Jambhala ( Hong Caishen ) Berwarna merah, berkepala gajah dan berlengan empat, tangan kanan pertama membawa lobak, tangan ke dua memegang parasu penakluk mara ( kapak ) , tangan kiri pertama membawa daun lobak dan tangan ke dua membawa japamala. Rakta Jambhala berdiri di atas Nakula berwarna biru ( Tikus Yang Memuntahkan Mustika ), sedangkan nakula ada di atas padmasana berkelopak delapan. ( Wujud Rakta Jambhala ada yang berlengan dua, berlengan empat, berlengan enam, berlengan delapan maupun berlengan dua belas ) 

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng Mengenai Asal Usul dan Kiat Sadhana Rakta Jambhala 】

Rakta Jambhala  ( Jambhala Merah / Hong-cai-shen ) atau Ganesh mulanya adalah Dewa Rejeki dalam Agama Brahman, merupakan salah satu dari empat Dewata Agung dalam Agama Hindu.  Mulanya dalam Agama Hindu ada Tiga Dewata Utama, yang satu adalah Dewata Samhara atau Shiva ( Mahesvara / Da-zi-zai Tian ) , kemudian adalah Dewa Pencipta atau Brahma ( Da-fan Tian ) dan Dewa Pelindung atau Vishnu ( Bian-jing Tian ), selain itu ada satu lagi Dewata Penguasa Sumber Daya yang sangat termasyur, yaitu Gajavaktra , putra dari Dewa Shuiva, Ganesh.

 

Ganesh sangat ternama di India dan Tibet ; Saat Tantrayana makin berkembang, Ganesha memasuki jajaran Lima Jambhala Agung Tantrayana , disebut sebagai Penguasa Sumber Daya Tantra Tibet, mempunyai Dharmabala nan agung, mampu menganugerahi ratna manikam serta harta kekayaan, merupakan Raja Penganugerah Berkah. ( Lima Jambhala Agung dalam Tantrayana adalah : Jambhala Kuning, Jambhala Merah, Jambhala Putih, Jambhala Hijau dan Jambhala Hitam )

Dalam menekuni Sadhana Rakta Jambhala, yang terutama adalah pujana, harus membuat Rakta Jambhala bersukacita, usai sadhaka bervisualisasi menjadi Yidam Sadhana, membuka ulu hati sendiri, kemudian menghaturkan pujana kepada Rakta Jambhala dengan memanifestasikan Caturpuja Devi : Vajranrtya, Vajragita, Vajramala dan Vajralasye, supaya Rakta Jambhala bersukacita ; Kemudian sambil menjapa Mantra Hati Rakta Jambhala ( Om Ganabadiye Suoha ) , sambil mengelus belalai Rakta Jambhala, tiga kali ; Bervisualisasi segala permohonan kita keluar melalui belalai Rakta Jambhala, asalkan dengan tulus berpujana, membuat Rakta Jambhala bersukacita, maka baik itu ketenaran maupun kemakmuran, segala yang dimohonkan pasti dikabulkan.

Rakta Jambhala mempunyai Dharmabhala sangat agung, menekuni Sadhana Rakta Jambhala, bervisualisasi vajra di atas ubun-ubun Nya, kemudian berdoa memohon kepada Nya, mengelus belalai Nya, DharmabhalaNya terutama ada pada belalai, belalainya mampu menghasilkan segala harta kekayaan, mampu memuntahkan segala emas - perak - harta kekayaan - mustika dan sumber daya. 

Belalai Nya juga dapat menyemprotkan amrta yang dapat menyucikan karma penyakit para insan, sehingga tubuh dan batin menjadi murni, demikian pula dengan para arwah setelah disucikan dengan amrta ini, dapat terlahir di Negeri Buddha. 

Begitu Jambhala Merah mengait insan, Beliau dapat  menghantarkan kepada Yidam-Nya, Yidam dari Jambhala Merah adalah Panca-dhyani Buddha ( Buddha Lima Penjuru / Wu Fo ) , oleh karena itu Jambhala Merah mampu menyeberangkan arwah .

Dalam Tantrayana, vajra merepresentasikan Vajrasattva ( Jin-gang-sa-duo ) , Anda lafalkan “Om. Bie-zha-sa-duo. A. Hom. Pei” , “Om. Bie-zha-sa-duo. A. Hom. Pei”, “Om. Bie-zha-sa-duo. A. Hom. Pei” memutarnya tiga kali, kemudian menempatkan vajra di atas usnisa Arya Ganapati, “Ce-ling Om. Ganabadiye. Suoha. Om Ganapadiye Suoha. Om Ganapadiye Suoha. Om Ganapadiye Suoha. Keluarkan emas. . . “ maka batangan emas jatuh satu persatu ; Apapun yang Anda mohonkan, asalkan melakukan sadhana ini, memohon Jambhala Merah menganugerahkan benda apapun kepada Anda, maka Beliau akan mengeluarkannya untuk Anda.

Mudra Rakta Jambhala adalah merangkap ke dalam, kedua jari kelingking saling bersanding membentuk belalai, menjulur, mengait orang yang diharapkan, dengan demikian akan memperoleh keberhasilan vasikarana. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mengait bos, wanita cantik, direktur, mengait semua orang yang hendak diharmoniskan dengan Anda, visualisasikan dia , maka setiap saat dia akan teringat Anda, ini sangat penting ! Jika pebisnis melakukannya, maka order akan segera berdatangan ! 

Rakta Jambhala gemar menghitung daun lobak, ternyata menghitung daun lobak berarti menghitung harta kekayaan umat manusia. Seperti misalnya seseorang seumur hidupnya dapat memperoleh berapa banyak harta kekayaan, dapat memperoleh berapa banyak sandang, berapa banyak pangan, berapa banyak rumah dan tanah, berapa banyak barang berharga, semua itu dapat dituturkan dengan jelas oleh Rakta Jambhala, bagaikan menghitung kekayaan keluarga, sangat cermat tiada kekeliruan. 

Dharmaraja Liansheng pernah mengajarkan : "Untuk menekuni Sadhana Jambhala, paling mendasar harus membangkitkan Bodhicitta murni, juga harus tekun menjalin afinitas kebajikan dengan banyak orang, berdana, memberikan manfaat pada para insan luas, dengan demikian kemakmuran akan terus bertambah, segala aktivitas dan keharmonisan akan berhasil, tiada rintangan, serba berkecukupan." 

【 Dharmadesana Dharmaraja Liansheng , Asal Muasal Rakta Jambhala Memperoleh Kepala Gajah 】

Dalam Agama Hindu ada tiga Mahadeva Utama - Mahesvara Deva atau Shiva adalah Devata Pelebur ; Mahabrahma Deva atau Lord Brahma adalah Pencipta ; Sedangkan Lord Vishnu adalah Pelindung. 

Putra dari Shiva dan Parvati ( Ratu Devata ) adalah Ganapati. Ia dilahirkan sangat gagah perkasa. Pada suatu hari Shiva datang dari jauh, kebetulan Parvati sedang mandi, dan Ganapati menjaga di depan pintu. Saat Shiva kembali dan menyaksikan ada seorang pria gagah menjaga di depan pintu ruang mandi Parvati, maka Shiva melemparkan khadganya, menebas kepala Ganapati. 

Usai mandi, Parvati keluar dan menyaksikan putranya sudah tidak berkepala, telah dipenggal oleh ayahnya sendiri. Beliau mengatakan kepada Shiva : "Yang Kau penggal adalah putra Mu sendiri !" Shiva sangat bersedih, sehingga pergi memohon petunjuk Deva Vishnu. Deva Vishnu memberitahu Shiva , di sebuah jalan pada suatu pagi hari,penggallah kepala makhluk yang pertama dilihat, dan sambungkan pada leher putra Anda, maka Ia akan hidup kembali. 

Shiva melakukan sesuai petunjuk Vishnu. Pada pagi hari itu, Ia berjalan di jalan tersebut, melihat seekor gajah, maka Ia memenggal kepalanya dan disambungkan pada tubuh putranya. Oleh karena itu putra Shiva ini, menjadi bertubuh manusia dan berkepala gajah. 

Ganapati merupakan pimpinan semua kerabat dan pengikut Mahesvara Deva, dapat dibilang Devata Agung ke empat dalam Agama Hindu adalah Ganapati.

【 Asal Muasal Maharyanandikesvara Deva 】

Asal usul yab-yum Maharayanandikesvara Deva adalah : Dikarenakan Beliau adalah Mara Putradeva kerabat Samhara Devata, merupakan putra tertua dari Mahesvara, menguasai semua kerabat dan pengikut Mahesvara, mempunyai sifat perusak yang sangat kuat, merintangi para insan, telah mencelakai para insan tak terhingga banyaknya, merintangi bhavana, merintangi kebajikan manusia, menghancurkan nyawa manusia, merupakan Devata Penghancur yang sangat kuat, pada dasarnya sangat bengis. 

Avalokitesvara Bodhisattva bermaitrikaruna pada para insan, saat Beliau melihat Ganapati mencelakai para insan, Avalokitesvara berwelas asih mengorbankan diri sendiri. Avalokitesvara Bodhisattva memasuki tubuh Ganapati, berubah menjadi Ganapati wanita, dan mengatakan kepada Ganapati pria : "Anda harus bersarana pada Buddha, menekuni Buddha Dharma, melindungi para insan, maka Aku akan bersedia Anda nikahi." 

Begitu Ganapati pria melihat Nya, sungguh merupakan godaan yang sangat berat, sungguh tidak mampu menghentikan diri, mengatakan : "Baik ! Aku akan mengubah kebiasaan Ku, dari mencelakai insan menjadi melindungi para insan." Sejak saat itu, Mereka menjadi Maharyanandikesvara Deva , melindungi para insan dan menganugerahi berkah pada para insan. 


◎ Perhatian : Jika bertekad menekuni Sadhana Tantra Zhenfo, harus terlebih dahulu bersarna kepada Dharmaraja Liansheng , kemudian memperoleh abhiseka penekunan sadhana, dengan demikian menjadi sebuah penekunan sadhana yang sesuai Dharma. 

 

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ? http://indonesia.tbsn.org/modules/news3/article.php?storyid=5


Judul Asli :
【真佛法相寶典】紅財神

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3167

◎ Situs Baru TBSN Indonesia : http://tbsn.org/indonesia/
◎ Situs Lama TBSN Indonesia : http://indonesia.tbsn.org/

◎ Demi Anda, kami terus berusaha untuk senantiasa menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng . Mari terus bookmark website http://tbsn.org/indonesia/
laman facebook TBS ( mandarin ) : www.facebook.com/syltbsn 
laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 
Mari kita senantiasa bersama Buddha !