Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】 JAMBHALA KUNING


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】 JAMBHALA KUNING


 

《 Zhenfo Zong 》Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu, pada Hari Sabtu 13 Desember 2014 pukul 3 sore di Taiwan Lei Tseng Temple, akan memimpin Upacara Api Homa Jambhala Kuning dan menganugerahkan Abhiseka Sadhana Yidam Yoga Jambhala Kuning. Serta Melanjutkan pengulasan 9 Tingkat Dzogchen
 
 
【 Disusun Oleh Tim TBSN Yang-jin Zuo-ma 】
 
【 Mantra Hati Jambhala Kuning 】: “Om. Zhen-ba-la. Cha-leng-zha-na-ya. Suoha.” 
 
【 Pengenalan Singkat Pratima Jambhala Kuning 】
 
Jambhala Kuning ( Huang Cai-shen /黃財神 ) adalah Vaisravana Devaraja, wujudnya dalam Tantra Tibet adalah : Tubuh berwarna kuning, duduk setengah bersila, kepala mengenakan mahkota ratna, mahkotanya berhiaskan ratna mutu manikam, wajahnya bulat, subur dan penuh wibawa, tubuh mengenakan untaian kalung ratna mutu manikam, tangan kanan membawa sebuah ratna yang berbentuk seperti buah jeruk, angan kiri memegang Nakula ( Tikus Harta ) , Nakula ini memuntahkan benda berharga yang tak terhingga banyaknya.
 
【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】
 
Jambhala Kuning merupakan manifestasi dari Vaisravana Devaraja yang merupakan salah satu dari Catur Maharajika, merupakan Devata Pelindung Dharma dan memiliki kemampuan dalam menganugerahkan berkah.
 
Jambhala Kuning merupakan salah satu dari Asta Mahadinata ( 8 Yidam ) dalam Zhenfo Zong, merupakan satu-satunya Jambhala yang masuk dalam jajaran tersebut. ( Vaisravana Devaraja juga merupakan kakak dari Mahadewi Sri Lakshmi ) 
 
Jambhala Kuning merupakan salah satu dari Panca Jambhala dalam Tantra Tibet : Jambhala Kuning, Jambhala Merah, Jambhala Putih, Jambhala Hijau dan Jambhala Hitam. 
 
Vaisravana Devaraja Penguasa Utara ( Jambhala Kunig ) bersemayam di bawah Empat Surga Sebelah Utara , melindungi Benua Uttarakuru, lokasinya adalah Istana Kristal di tingkat empat dari Gunung Sumeru, parivara ( Para kerabat ) Nya adalah para yaksha dan rakshasa. Oleh karena itu untuk menambahkan sumber daya dan harta , hendaknya terlebih dahulu menghaturkan pujana kepada rakshasa. 
 
Contohnya adalah : Saat menghaturkan dana amrta, kita akan melafal : “Burung Garuda, Rakshasa dan Hariti, Para Makhluk Halus yang berkelana, semua terpuaskan oleh amrta.” 
 
Dikarenakan Parivar dari Catur-maharajika kebanyakan meruapakan rakshasa, oleh karena itu menghaturkan pujana kepada rakshasa berarti juga menghaturkan pujana kepada Jambhala, berpujana kepada Dewa Rejeki.
 
Asalkan sadhaka mengetahui cara berpujana kepada rakshasa, maka Jambhala akan menerima manfaatnya secara langsung, Beliau akan menyukai Anda dan menganugerahkan sumber daya kepada Anda, seperti : Mendapat tambahan uang lembur, naik jabatan, naik gaji, bisnis semakin membaik, semakin banyak order dan lain sebagainya.
 
Di Surga, yang paling makmur adalah Catur-maharajika :
Vaisravana Devaraja di sebelah Utara, Dhrtarastra Devaraja di sebelah Timur, Virudhaka Devaraja di sebelah Selatan dan Virupaksa Devaraja di sebelah Barat.
 
Yang paling makmur di dunia manusia ( bumi ) adalah : Drdha Prthivi, Dewa Gunung dan Para Dewa Bumi.
 
Yang  paling makmur di laut, danau, sumur dan sungai adalah Raja Naga. 
 
Jambhala Kuning ( Vaisravana Devaraja ) yang paling makmur di surga dapat dikatakan merupakan Dewa Rejeki Teragung.
 
Vaisravana Devaraja / Jambhala Kuning memiliki sifat Dharmapala, merupakan Vidyaraja pelindung Buddha Dharma, memiliki kekayaan dan berkah terbesar.
 
Dalam Tantra Timur, Jambhala Kuning / Vaisravana Devaraja membawa sebuah stupa ratna yang dapat menghasilkan berbagai benda berharga yang tak terhingga banyaknya untuk didermakan kepada para insan, untuk menambah berkah karunia para insan. Drdha Prthivi ( Jian-lao Di-shen ) menopang kedua kaki Jambhala Kuning , Yaksha Lamba dan Vairambha berada di samping kiri dan kanan dari Drdha Prthivi . Jambhala Kuning adalah Devaraja Yang Memiliki Kemakmuran dan Kehormatan Yang Sangat Agung, Beliau melindungi Surga Utara.
 
 
Dulu di Shikoku, kami mengunjungi  Hachijuu hakka sho reijou ( 88 Vihara ), terakhir tiba di sebuah Istana yang disebut Konpira-dai-gongen ( Di Kotohira, Kagawa, bagian Utara Shikoku ), untuk menuju ke Istana tersebut harus menaiki banyak anak tangga. Konpira-dai-gongen adalah Jambhala Kuning Vaisravana Devaraja Sebelah Utara. 
 
Konpira-dai-gongen sebenarnya berasal dari dasar samudra, merupakan sejenis naga yang disebut Ceratopsian yang menekuni bhavana hingga mencapai keberhasilan menjadi Vaisravana Konpira-dai-gongen.
 
Menurut Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu kunci Sadhana Yidam Jambhala Kuning adalah : ‘Berdana Melindungi Benih Harta’, terlebih dahulu harus memahami mengenai ‘Berdana’. Berdana adalah menyerahkan semua milik diri sendiri demi memberi manfaat kepada semua makhluk. Ada tiga macam dana :
 
Dana harta.
Dana Dharma.
Abhaya Dana.
 
Menekuni Yidam Yoga Jambhala Kuning , terlebih dahulu harus mengembangkan tekad berdana, terlebih dahulu harus mengamalkan dana. Orang yang tidak memiliki uang, perlu melakukan tiga macam dana yang sangat penting :
 
1. Belajar melakukan Dana makanan kepada para preta dan rakshasa.
2. Berpujana makanan kepada anggota Sangha.
3. Mempelajari Tata Ritual Berpujana kepada Jambhala Kuning.
 
Saat bersadhana, gunakan Mantra untuk mengundang Pancadhyani Buddha, japakan Mantra Abhiseka supaya Pancadhyani Buddha mengabhiseka Jambhala Kuning, visualisasikan bengkak di jempol kanan Jambhala Kuning mengecil dan sembuh.
 
Rahasianya adalah setelah mengabhiseka Jambhala Kuning, dapat bervisualisasi sinar panca warna tersebut juga mengabhiseka diri sendiri mengikis rintangan karma, semua sakit penyakit juga menjadi ringan, memperoleh berkah karunia, ini merupakan rahasia dalam rahasia. Kemudian barulah menjapakan Mantra Hati Jambhala Kuning : “Om. Zhen-ba-la. Cha-leng-zha-na-ya. Suoha.” 
 
Tiap kali Jambhala Kuning hadir, akan diikuti oleh Pancadhyani Buddha yang mengabhiseka. Oleh karena itu kita harus menjapakan Mantra Abhiseka : “Om. Hom. Zhen. She. A” ( Mantra Abhiseka Pancadhyani Buddha ) dengan demikian barulah sesuai tata Dharma. Tiap kali menekuni Sadhana Jambhala Kuning perlu bervisualisasi Pancadhyani Buddha muncul di angkasa dan mengabhiseka Jambhala Kuning, kemudian Jambhala Kuning bersuka cita dan menjadi sangat terang benderang, sehingga Beliau mampu menganugerahkan berkah kepada para insan.
 
Mengapa saya memilih Jambhala Kuning sebagai salah satu dari Asta Mahadinata Zhenfo Zong ? Sebab Beliau merupakan Dewa Rejeki berwarna kuning dan sangat termasyhur. Juga dikarenakan di atas Beliau terdapat Pancadhyani Buddha yang merupakan bhumi muasal-Nya, kelak Beliau mencapai Kebuddhaan setara dengan Pancadhyani Buddha. Oleh karena itulah Jambhala Kuning dipilih sebagai salah satu dari Asta Mahadinata Zhenfo Zong.
 
Apabila ada umat yang memiliki keyakinan terhadap nidana dari Vaisravana Devaraja dan menekuni Sadhana Jambhala Kuning Zhenfo Zong , mentaati pancasila dan menekuni sepuluh perbuatan kebajikan, mematahkan semua perilaku buruk, senantiasa taat pada vinaya Zhenfo Zong, menghaturkan pujana pada Mulacarya Tri-ratna, mencetak Sutra Buddha dan buku-buku kebajikan, dan melakukan itu semua dengan penuh konsistensi, maka itulah Ladang Berkah Yang Sangat Besar. Umat yang demikian kelak di akhir hidupnya akan terlahir di Surga, dapat sesuai kehendak terlahir di Trayastrimsa, atau Surga Vaisravana Devararaja untuk menikmati kesenangan di Surga, lima abhijna ( 5 macam kekuatan spiritual ) , penuh kebahagiaan dan leluasa.
 
Menekuni Sadhana ini dapat melenyapkan kemiskinan enam alam, mengikis malapetaka, melindungi dari mara, menaklukkan musuh, menumbuhkan berkah karunia , menambah usia, Prajna , keharmonisan, melindungi negara, tolak bala, menentramkan lokasi, hujan turun tepat waktunya, memperoleh berbagai harta, pahala dan manfaat yang dihasilkan sungguh tak terhingga, serta menghasilkan Dharmabala yang agung.
 
 
◎ Perhatian :
Untuk menekuni Sadhana Tantra Zhenfo, harus terlebih dahulu memperoleh Abhiseka Sarana dari Dharmaraja Liansheng dan kemudian Abhiseka Penekunan Sadhana, dengan demikian barulah sesuai tata ketentuan Dharma. 
 
◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
 
 
◎ Tata Ritual Zhenfo Zong Sadhana Yidam Jambhala Kuning:
Judul Asli :
【真佛法相寶典】 黃財神
 
Sumber :
 
 
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian
 
◎ Situs Baru TBSN Indonesia : http://tbsn.org/indonesia/
◎ Situs Lama TBSN Indonesia : http://indonesia.tbsn.org/
 
◎ Demi Anda, kami terus berusaha untuk senantiasa menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng . Mari terus bookmark website http://tbsn.org/indonesia/
laman facebook TBS ( mandarin ) : www.facebook.com/syltbsn 
laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
Mari kita senantiasa bersama Buddha !