Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2014 > 2014-12-06 Terbebaskan dari Lautan Penderitaan Samsara Melatih Diri dan Mencapai Keberhasilan Sejati


2014-12-06 Terbebaskan dari Lautan Penderitaan Samsara Melatih Diri dan Mencapai Keberhasilan Sejati

Ceramah Sadhana Dzogchen ke-116 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Hari Sabtu, 6 Desember 2014 Upacara Homa Padmasambhava di Taiwan Lei Tsang Temple

Pertama-tama kita sembah puja pada guru silsilah Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa ke-16. Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja adinata homa hari ini “Guru Rinpoche. Om. Bie Zha Bei Ma. Hum.” “Om. A. Hum. Biezha. Guru. Beima. Siddhi. Hum. Xie.”

Gurudhara, Thubten Ksiti Rinpoche, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung yang hadir hari ini, nyonya Coordinating Committeefor North American Affairs, Executive Yuan Secretary-General Dubes Daniel T.C. Liao, Sdri. Judy, Akademisi Academy of Sinica Prof. Hsi-yi Chu dan nyonya Ibu Chen Wenwen, Secretary-General of the Taiwan Provincial Government Bpk. Zheng Peifu dan nyonya Ibu Han Wuzhen, Taichung City Council Bpk. Wu Qiong-hua, Kaohsiung City Council Ibu Xu Hui-yu, Beliau terpilih dengan suara terbanyak. Penasihat Hukum TBF Pengacara Zhuo Zhong-san, Pengacara Luo Ri-liang, Pengacara  Huang Yue-qin, dosen Soochow University DR. Lu Wenxiang, ZhongshanMedical University Hospital kepala dokter bedah plastik DR. Zheng Senlong, tim Profesor Doktor Zhenfo Zong – profesor yang khusus direkrut Wang Jinxian, Prof. Wang Li, Prof. Hong Xinyi, Prof. Mai Yun-huang, Prof. Cai Guo-yu, Prof. Gu Hao-xiang, Prof. Ye Shu-wen, Prof. You Jiang-cheng, dr. Lin Jun-an.

Perwakilan anggota legislatif Cai Qi-chang Ibu Chen Hui-mei, (Sdri. Chen memuji: Mahaguru sakti sekali!) Cai Qi-chang tergolong DPP, Beliau adalah mertua Cai Qi-chang, Beliau membawa sederetan nama untuk saya berkati, alhasil, semua masuk. Saat saya memberkati, saya mengucapkan satu kalimat padanya, “Kali ini kalian menang.” Sungguh! Namun, saya mau klarifikasi, “Zhenfo Zong kita tidak pernah berhubungan dengan politik, tidak tergolong DPP, juga tidak tergolong Kuomintang, aliran kita netral.” Namun, kadang-kadang juga bisa meramal sejenak. Kalian minta saya meramal, sebenarnya, saat saya di Amerika, saya sudah pernah meramal, memang demikian situasinya. Saat kembali ke Taiwan, pada jumpa pers di bandara, saya juga tidak berani mengatakan, setelah kembali ke Taichung, saya berkat apada Ibu Chen Hui-mei, “Kali ini kalian menang.”

Perwakilan anggota parlemen Kota Tainan Cai Wang-quan, ketua umum Lotus Light Charity Society dunia Acarya Changren, Acarya Changren melakukan bakti sosial dunia, prestasi sangat memuaskan. Ketua umum Lotus Light Charity Society kawasan Taiwan Bpk. Li Chun-yang, mantan ketua Departemen Geodesi Mayor Sun Fu-sheng, pangkat Mayor, Beliau juga sangat baik pada saya, karena wajahnya bulat, selalu tersenyum, sangat ramah dan bersahabat, kesan saya sangat dalam. My university classmates Bpk. Zhu Jin-shui dan nyonya Ibu Chen Ze-xia, Bpk. Zhu Jin-shui adalah teman kuliah saya angkatan ke-32, Beliau lulusan juara satu. Perwakilan PICGuamResortIbu Zheng Yi. Hari itu di meja bulat, saya berkata pada Sdri. Chen Hui-mei, “Kali ini kalian menang, sehampar hijau mengkilap.” Begitu Ibu Zheng-yi mendengarnya, wajahnya murung, karena Beliau adalah tim sukses Lian Sheng-wen. Benarkah? Jika benar, mohon Anda berdiri sebentar, Mereka berdua kebetulan duduk di samping, saya berkata pada Chen Hui-mei, “Kalian warna hijau kali ini menang.” Wajah Ibu Zheng Yi murung. Tidak apa-apa, memilih yang bijaksana dan mampu, namun juga harus melihat kinerjanya. Ketua WorldLoveAsianYouthAssociation cabang Taiwan Nona Chen Guan-yan, presiden direktur CHING YI BIOTECH CO.,LTD Ibu Zheng Yu-zhen, perusahaan perabot Chipin Nona Huang Shu-qi, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Sdri. Xu Ya-qi, produser Sembilan Tingkat Dzogchen, Diktat Hevajra, dan Ulasan Risalah Agung Tahapan Jalan Tantrayana Acarya Lianyue dan pembawa acara Sdri. Pei-jun, my sister Ibu Sheng-mei Lu. Terima kasih atas pemberian karangan bunga – Walikota Taichung terpilih Bpk. Lin Jia-long dan anggota legislatif Cai Qi-chang, Walikota Taoyuan terpilih Bpk. Zheng Wen-can, Beliau tidak datang, hanya memberikan karangan bunga. Beliau pernah mengatakan Beliau lain kali akan menyempatkan diri untuk datang. Bpk. Zheng Wencan pernah datang sekali ke Taiwan Lei Tsang Temple, juga pernah bertemu muka dengan saya di Fa Zhou Tang, Taoyuan, itu kedua kali, Beliau juga menjemput saya di bandara. Tadinya, saya melihat Beliau tidak ada harapan lagi, semua orang juga mengira tidak ad aharapan lagi. Alhasil, Beliau bisa menang, sangat di luar dugaan. Setiap kali saya bertemu dengan Beliau, saya hanya mengatakan pada Beliau, “Anda harus lebih giat lagi!” Saat bertemu di bandara, saya bahkan menepuk sebentar pundaknya, “Semoga Anda terpilih.” Masih ada lagi, anggota parlemen Kota Kaohsiung, Nona Xu Hui-yu. Terima kasih kepada donatur konsumsi – komisaris perusahaan peralatan memancing Mancin Bpk. Yang Bao-chun, komisaris WangShunConstruction CoLtdBpk. Lin He-yao. Selamat siang semua! Apa kabar semua                ! (Bahasa Taiwan) Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton) Good afternoon! (Bahasa Inggris: selamat siang) Hola Amigo! (Bahasa Spanyol: apa kabar) Kam-sam-ni-da! (Bahasa Korea: terima kasih) Sawadika! (Bahasa Thailand: apa kabar) Selamat siang and selamat petang! (Bahasa Indonesia) Apa kabar semua (Bahasa mandarin)

Pertama, saya berterima kasih kepada Anda semua yang telah kuatir dengan batuk saya, rumah saya hampir menjadi apotek kecil, semua obat pemberian sudah bisa dikumpulkan dan dijual. Terima kasih semuanya. Dan juga ada orang mempelopori menjapa mantra untuk dilimpahkan jasa, terima kasih semuanya. Tadi malam, saya bertanya pada Mahadewi Yaochi, “Kapan batuk saya baru bisa sembuh?” Beliau menjawab, “Tiga hari.” Tiga hari lagi, kalian buktikan, batuk saya sudah hampir 3 minggu, Beliau mengatakan pada saya tiga hari lagi akan sembuh. Tadi, saat saya berbalik, saya berpikir, “Baik, Anda mengatakan pada saya tiga hari, jika tiga hari lagi tidak sembuh, saya tidak menghiraukan Anda.” Alhasil, Beliau mengatakan pada saya, “Saya buat Anda jatuh.” Sehingga, saat saya berbalik, saya tahu, kali ini saat saya naik dan berputar, saya akan jatuh. Alhasil memang benar. Ketika saya naik, saya pikir saya pelan-pelan saja, saya juga pelan-pelan berputar satu putara. Aduh? Aneh, kaki tidak terkilir! Malah terdorong ke depan, namun, untung tidak jatuh. Sungguh! Untung saja sempat rem, tidak ada masalah. Anda harus membuat saya sembuh! Tiga hari ya tidak hari, jika setelah 3 hari, siapa di antara kaian yang mendengar saya batuk satu kali pun, kalian minta Mahadewi Yaochi memberikan kalian satu orang 1000 NT, kalian minta pada Mahadewi Yaochi.

Ada satu hal lagi, di internet Anda semua telah menjelaskan panjang lebar untuk masalah Zhenfo Zong. Saya berpikir seperti ini, karena hukuman telah dijatuhkan, maka maafkan dan lupakan, sepatah saja.

Teringat pada zaman Kaisar Kangxi, Beliau juga pernah mengutus banyak mata-mata rahasia untuk memeriksa para pejabat sipil dan militer, melihat apa yang mereka lakukan di saat santai. Ada yang mencari wanita tuna susila yaitu saat santai, pergi ke tempat pelacuran; ada yang mendengar lagu, menonton tarian; ada yang berendam mata air panas; ada yang berbisnis; ada yang membuat kelompok kecil; ada yang membuat organisasi rahasia; ada yang menerima suap, korupsi. Data yang dikumpulkan mata-mata sangat banyak, setelah Kaisar Kang Xi membaca semuanya, tidak ada satu pun pejabat sipil dan militer pada saat santai sedang belajar atau melakukan hal-hal yang benar, semua bermasalah. Bagaimana? Kangxi membakar semua berkas, karena jika semua pejabat sipil dan militer dihukum berdasarkan hukum yang berlaku, tinggal dia sendiri yang menjadi kaisar, tidak ada satu orang pun menjadi anak buahnya.

Jadi, satu pepatah, “Maafkan dan lupakan!” Saya hanya mengucapkan sepatah kalimat ini, hukuman juga telah dijatuhkan, kita semua sudah mengerti, maka maafkanlah! Jika Mahaguru menghukum semua acarya yang melanggar aturan, acarya yang serakah, acarya yang serakah popularitas, acarya yang serakah seks, acarya yang serakah materi, acarya yang korupsi, nanti bahkan saya pun tidak ada lagi; seluruh Zhenfo Zong tidak ada lagi. Saya katakan pada Anda semua, di dunia ini tidak ada orang suci, yang datang ke dunia ini, semua karena ada rintangan karma baru datang. Kita sebagai umat Buddha, dua kata, satu adalah “bersabar”, satu lagi adalah “mengalah”, apapun boleh mengalah. Dengan sendirinya akan ada pembalasan karma, dengan sendirinya akan ada hukuman, umat Buddha harus menutupi kejahatan dan menyebarkan kebaikan.

Ada dua kisah kecil, sepengetahuan saya, ada seorang bhiksu dari Gunung XX, mengambil uang di sana, kemudian kabur. Master juga tidak bicara; ada lagi seorang anggota dewan Yayasan Sosial XX, setelah ia menerima donasi, menguap dari dunia, kabur ke tempat lain. Master juga tidak bicara. Bagaimana dengan kita? Hukuman telah dijatuhkan, karma juga akan ada, jangan memperkeruh. Sebenarnya, Zhenfo Zong kita sudah sepiring pasir yang berserakan, juga tidak memiliki kekuasaan yang sangat besar, sudah merupakan sisa-sisa tentara yang tua dan lemah, lesu dan tidak semangat. Kita seharusnya meningkatkan moral kita, jangan lagi menyerang moral kita. Amitabha! Maafkan dan lupakan.

Hari ini Mahaguru batuk juga tidak bisa cuti, saya telah batuk 3 minggu. Kemarin lusa saya bersama beberapa acarya Malaysia, Liantai duduk di sini (kiri), Acarya Gao Chengzu duduk di depan, di sini (kanan) duduk siapa? Oh! Seorang pandita lokapalasraya, 3 pria duduk membentuk segitiga. Apakah saya batuk? Batuk hebat? Acarya Gao Chengzu, benar? Untung, saat saya berceramah Dharma tidak batuk. Jika ada wanita cantik duduk di samping saya, saya tidak akan batuk, di depan dan kanan kiri adalah pria, saya terus-menerus batuk. (Mahaguru bercanda) Entah mengapa, ini adalah nasib saya.

Adinata homa hari ini adalah Padmasambhava. Mari baca sebentar satu paragraf di buku saya, “Saya tahu, di dunia ini, orang yang kebingungan sangat banyak, hidup manusia itu tidak kekal dan cepat berlalu, 6 alam tumimbal lahir nyata dan bukan dusta, orang yang memiliki keserakahan, kemarahan, dan kebodohan yang sangat kental, lebih sulit lagi terbebaskan dari tumimbal lahir 3 alam rendah, (dengan sendirinya akan ada hukuman). Setiap orang harus memahami makna kehidupan, harus muak dengan samsara dan tumimbal lahir, jangan melekat dengan samsara dan selamanya timbul tenggelam. Terbebaskan dari lautan penderitaan samsara adalah keberhasilan sejati orang yang melatih diri. Tujuan melatih diri adalah sukha mulia yang teragung dari mahapurna dan mahamoksa”. Saya selalu mengimbau insan untuk membangkitkan niat meninggalkan duniawi, membangkitkan Bodhicitta, berikrar mencapai kebuddhaan, mengimbau bersadhana, belajar samadhi yang benar, menghentikan semua kerisauan samsara.”

Di sini menyebutkan “orang yang kebingungan sangat banyak”. Apa yang dimaksud kebingungan? Anda kira dunia ini adalah nyata, sebenarnya maya. Buddha telah mengatakan, “Mimpi ilusi dan bayangan gelembung.” Sebuah sandiwara, sebuah mimpi, Anda harus mengenal dengan jelas, karena Anda kira dunia ini sangat nyata, sehingga menghasilkan kebingungan, Anda mengejar popularitas duniawi, Anda serakah dengan materi duniawi, Anda serakah dengan seks duniawi, keserakahan ini paling penting. Kemarahan karena Anda tidak mendapatkan apa yang Anda serakahi; kebodohan karena Anda bingung, Anda mendambakan materi, seks, popularitas, Anda terus mengejar semua ini, tidak mengerti mengatasi samsara, menghentikan samsara, Anda harus mencerahi bahwa sama sekali tidak ada samsara, yang satu ini paling penting. Selama serakah, marah, dan benci, pasti akan jatuh bertumimbal lahir di 3 alam rendah. Serakah adalah neraka; marah adalah setan kelaparan; benci adalah hewan. Jika Anda ada keserakahan, kemarahan, dan kebodohan, pasti demikian. Apa itu hukuman? Di sini ada hukuman, ada 3 orang narapidana mati ABC akan dieksekusi, sipir bertanya pada mereka, selain membebaskan mereka, masih ada cita-cita apa lagi. A tanpa ragu menjawab, “Saya mau rompi anti peluru.” Sipir menjawab, “Boleh.” Sipir memerintahkan untuk menembak kepalanya. B berpikir sebentar, berkata, “Saya mau helm anti peluru dan rompi anti peluru.” Sipir berkata, “Tidak ada masalah.” Sipir mengantarkan si B untuk digantung. C berpikir sejenak, menjawab, “Saya ingin bertemu cucu saya.” Sipir berkata, “Tetapi, anak Anda masih kecil!” C berkata, “Tidak apa-apa, saya bersedia menunggu.” Bersedia menunggu, juga semacam hukuman jangka panjang, sama-sama dihukum. Di dunia manusia ada hukuman, apalagi tidak berwujud? Sehingga setiap orang harus memahami makna kehidupan, harus muak dengan samsara dan tumimbal lahir.” Di dalam tumimbal lahir, Anda tidak ada kebahagiaan, sungguh, walaupun di surga ada kebahagiaan, namun, juga semetnara; di dunia manusia juga ada kebahagiaan, sebenarnya juga sementara, bahkan suka duka bercampur. Di 3 alam rendah, semua adalah penderitaan ekstrim. Sehingga, 6 alam tumimbal lahir itu tidak baik, di alam asura, semua adalah pertarungan, Anda sering ingin betarung dengan orang lain, maka akan jatuh ke alam asura.

“Jangan melekat dengan samsara dan selamanya timbul tenggelam.” Kita sebagai umat Buddha harus terbebaskan dari tumimbal lahir, meninggalkan tumimbal lahir, begitulah yang terpenting.

Mahaguru tidak ada kemelekatan. Anda semua mengira, kadang-kadang Mahaguru bisa marah atau suasana hati tidak baik. Sebenarnya, semua ini adalah kekurangan saya, namun, harus dikendalikan. Kita harus menjalani hidup melatih diri yang sangat tenang, hati harus sangat luas.

Jika hati Anda sangat luas, Anda pun akan sangat tenang. Bahkan hati nurani dan kemampuan intuitif akan keluar, Anda memiliki hati yang  baik, semua akan keluar. Hati harus luas, jangan terlalu sempit. Anda tentu harus bejarlan di bumi yang luas, ada gunung hijau, ada samudera yang luas, langit cerah tanpa awan, dan Buddhadharma yang  lebih tinggi, dalam, dan tak terhingga, maka batin Anda akan sangat tenang. Sebenarnya, ini adalah metode ketenangan. Sadhana Dzogchen sampai akhirnya adalah menenangkan hati, Anda tidak ada pikiran yang tidak baik. Yang paling penting adalah jangan tercemar dengan keserakahan, tercemar dengan kemarahan, tercemar dengan kebodohan. Anda terlalu mendambakan popularitas, salah jalan, maka Anda kehilangan diri sendiri; Anda terlalu serakah, Anda akan kehilangan diri Anda sendiri di dalam tumpukan uang.

Mari cerita sebuah lelucon, ada seorang wanita bertanya pada pria, “Jika kita menikah, apakah kamu akan berhenti merokok?” Pria menjawab, “Ya.” Wanita bertanya, “Ada lagi, kamu akan berhenti mabuk-mabukan?” Pria menjawab, “Ya.” Wanita bertanya, “Malam juga tidak pergi ke club lagi?” Wanita menjawab, “Ya.” Wanita bertanya, “Apa lagi yang mau dilepaskan?” Pria menjawab, “Saya melepaskan niat untuk menikah.” Ini adalah melekat dengan kesenangan duniawi, baru akan melepaskan niat menikah. Karena ia melekat dengan kesenangan duniawi, ini adalah kemelekatan. Sehingga menjadi seorang sadhaka, kita menaati sila untuk mendisiplinkan diri sendiri, bukan mendisplinkan orang lain. Kita harus introspeksi diri, yaitu mengamati diri sendiri, di mana ada salah, bukan melawan musuh. Setelah Anda benar-benar berhasil dalam 9 tingkat Dzogchen, Anda tidak ada musuh. Karena, Anda saat itu, hati sangat luas, seperti langit cerah tak berawan, siapapun mencakup di dalamnya. Kita Zhenfo Zong juga demikian, siapapun mencakup di dalamnya. Sebenarnya, Mahaguru tahu, di dalam Zhenfo Zong, di antara siswa yang pernah saya terima, ada yang pernah menjadi pencuri, juga ada yang pernah membunuh, ada mafia, ada wanita tuna susila, semua adalah siswa Mahaguru. Oleh karena itu, Zhenfo Zong itu sendiri sangat luas,  seperti langit cerah tak berawan, siapapun boleh bersarana, tidak dibatasi siapa tidak boleh bersarana. Asalkan Anda memperbaiki diri, memiliki tujuan sejati, melatih diri sungguh-sungguh, maka itulah mahapurna.

Ada sekawanan pramuka tiba di Paris, karena tidak menemukan tempat menghabiskan uang, lalu pergi ke klub malam orang dewasa untuk menonton pertunjukan topless. Awalnya adalah pertunjukan biasa, terakhir ada seorang ada seorang wanita yang sangat seksi tampil, dengan senyum yang menggoda, tubuh yang menggiurkan, diikuti dengan menanggalkan pakaian di depan orang-orang. Ketika tubuh wanita ini hanya tinggal pakaian ketat yang berkilauan, di antara pramuka, ada satu orang sedang menangis, ketua pramuka bertanya pada remaja yang menangis itu, “Ada apa?” Remaja ini sambil berlinang air mata berkata, “Ibu saya pernah memberitahu saya, melihat wanita telanjang akan menjadi batu, sekarang salah satu bagian tubuh saya telah menjadi batu.” Inilah hasrat, menonton topless, Anda akan bereaksi? Ya. Acarya kita mengangguk, Mahaguru mengatakan, Mahaguru tidak akan, mengapa? Tidak ada perasaan, mana bisa? Tidak ada perasaan, jika tidak ada perasaan, tidak bisa. Jika ada perasaan, baru bisa, ini adalah titik berat. Dengan adanya perasaan, bukan serakah; tidak ada perasaan, itu serakah. Sadhaka harus perhatikan, upasaka/sika juga harus perhatikan, ada perasaan tidak termasuk serakah? Ini juga penyakit bahasa, Anda mesti sah secara hukum maupun agama.

Agama Buddha mengatakan sah secara agama, sah secara hukum, di dalam lingkup ini, ada perasaan maka tidak termasuk serakah. Oleh karena itu, Anda serakah materi, bukan semua materi itu ditolak mentah-mentah, bukan, yang seharusnya milik Anda, Anda boleh ambil, bukan milik Anda, Anda tidak boleh ambil. Di sinilah perbedaannya. Bukan milik Anda, Anda ambil itu keserakahan; milik Anda, Anda ambil tidak termasuk serakah.

Begitulah dalam aspek materi. Seks, saya tadi telah jelaskan. Popularitas, yang terkenal secara alami, Anda biarkan berjalan alami; bukan terkenal secara alami, Anda mengambil secara paksa, itu keserakahan. Jadi, saya mengatakan satu kalimat, “Memaksa adalah serakah.” Asalkan terlalu memaksa, terlalu berlebihan, itu serakah, tidak boleh. Belajar Buddha harus menaati sila ini, ini baru dapat menghimpun bekal Dzogchen.

“Terbebaskan dari lautan penderitaan samsara adalah keberhasilan sejati orang yang melatih diri, tujuan melatih diri adalahsukha mulia yang teragung dari mahapurna dan mahamoksa.” Kebahagiaan sejati ada pada bersabar dan mengalah. Anda dapat bersabar, Anda pun benar-benar bahagia; Anda dapat mengalah, juga semacam kebahagiaan, semacam upeksa. Jadi, kita harus bermaitri, karuna, mudita, upeksa, 4 hati tak terhingga (Catur-apramana), maitri adalah membahagiakan makhluk lain; mudita, membebaskan makhluk lain dari penderitaan; mudita, melakukannya dengan bahagia, setiap hal dilakukan dengan bahagia; upeksa adalah mencerahi para insan adalah setara, semua makhluk hidup adalah sederajat.

Saya memandang insan bagaikan Buddha, baik berbuat salah atau tidak berbuat salah, Anda adalah Buddha. Saya memandang insan bagaikan Buddha, mengapa? Karena setiap insan memiliki Buddhata, setelah dihukum, mesti kembali ke jalan yang benar, mulai dari awal lagi, inilah bertobat. Anda harus mencapai pembebasan agung, Anda mesti memiliki bekal. Bekal tersebut bukan bekal materi, merupakan kekayaan Dharma. Anda mengumpulkan kekayaan Dharma, maitri-karuna-mudita-upeksa adalah kekayaan, Anda mengumpulkan kekayaan Dharma, bekal Anda mencukupi, pembinaan diri Anda baru dapat mencapai mahapurna, mencapai tingkat kebuddhaan.

“Saya selalu mengimbau insan untuk membangkitkan niat meninggalkan duniawi.” Sungguh, Buddhadharma sampai akhirnya hanya meninggalkan duniawi; tanpa niat meninggalkan duniawi, semua usaha yang Anda jalani di dunia ini; jika tidak ada niat meninggalkan duniawi, semua usaha adalah kosong. Membangkitkan Bodhicitta, karena membangkitkan Bodhicitta baru ada bekal surgawi.

Guru bertanya pada murid, “Xiaoming, tolong buat kalimat dengan ungkapan 左右為難.” (dilema). Xiaoming menjawab, “Saat ujian, saya左右為難.” Guru mengatakan, “Apakah pertanyaan ujian tidak bisa dijawab sehingga membuat kamu左右為難? Xiaoming menjawab, “Bukan, melainkan jawaban teman di kiri dan kanan beda, membuat saya左右為難.” Menyontek dalam ujian, maaf, Mahaguru juga pernah melakukan kesalahan ini. Dulu, saat di falkutas geodesi, yang duduk di depan saya adalah Zhuo Qing-lang, “Zhuozai, lembar ujian tolong turunkan sedikit! Jadi, saya bisa melihat lebih jelas.” Ia turunkan, wah! Tulisannya penuh sekali. “Mengapa tulisan kamu sulit sekali dibaca? Saya tidak mengerti.” Saya melihat kanan kiri, jarak begitu jauh lagi, benar-benar dilema, di falkutas geodesi pernah dicatat melakukan satu kesalahan, sungguh memalukan. Tidak apa-apa, telah memperbaiki diri, semenjak itu, saya tidak pernah menyontek lagi dalam ujian. Karena sekarang sudah tidak ada ujian lagi. Saya telah berumur 70 tahun, masih ujian apa lagi? Tidak ada ujian lagi! Juga tidak perlu menyontek lagi. Dulu saat di sekolah masih menyontek.

Ketua departemen ada di sini, saya bicara dari hati nurani, sungguh, aduh? Ketua departemen, apakah Anda menyontek? Lihat, orang lain yang menyontek Sun Fu-sheng. Sungguh, menjadi ketua departemen  memang berbeda, seperti ini baru dapat menjadi ketua departemen. Saya pensiun setelah mengabdi di sekolah militer 10 tahun, menjabat sebagai pejabat pengukur berpangkat mayor. Kami lulusan falkutas geodesi, begitu lulus langsung pensiun, sepuluh tahun, jika tidak pensiun, masih boleh lanjut di militer. Biasanya yang pensiun itu berpangkat mayor, dari dulu terus naik pangkat hingga mayor, mayor geodesi, mayor proyek, mayor pemetaan. Saat saya pensiun dari bidang militer bagian kartografi adalah mayor proyek.

Jika Anda dapat mengatasi setiap persoalan hidup, Anda pun mencapai pembebasan, sepenuhnya bebas lepas, tidak ada kerisauan ujian lagi, juga tidak ada tekanan, kerisauan, dan penderitaan, maka semua sesuai kehendak; juga tidak ada kemelekatan uang, semua sesuai kehendak. Terhadap rupa, tetap bisa menikmati keindahannya, tidak ada perasaan, tentu saja tidak tergoda,k karena tidak ada perasaan! Menikmati keindahannya tentu saja tidak apa-apa, seperti memandang bunga, setelah memandangnya, ya sudah; seperti memandang lukisan, indah memang indah, setelah memandangnya, ya sudah. Popularitas? Saya juga tidak perlu popularitas, jubah lama paling terkenal, ini bermerek, keluar mengenakan pakaian ini, semua orang menoleh. Saya di luar negeri, semua orang juga menoleh; di dalam negeri juga menoleh, baik kenal maupun tidak kenal, semua menoleh. Sehingga, ini adalah bermerek nomor satu. Selain itu, saya tidak ada barang bermerek lagi, tidak ada lagi, satu jam tangan, ini Rolex merek Sheng-yen, pemberitan True Buddha Foundation, sebuah cincin safir, juga tidak termasuk safir, sebuah batu berharga dari Afrika, dibakar menjadi warna biru campur ungu, produksi sebuah negara, sebenarnya tidak terlalu mahal, juga bukan safir. Namun, begitu dipakai sangat indah. Yang ini benar-benar rubi, pemberian siswa dari Indonesia. Safir juga pemberian siswa Indonesia. Seluruh tubuh Mahaguru, termasuk pakaian dalam dan celana dalam, terima kasih pada Lei Tsang Temple, memberikan saya setumpuk pakaian dalam dan celana dalam. Kita semua tahu, celana Mahaguru memakai ukuran XL Taiwan, sampai di Amerika, ada orang memberikan saya ukuran XL Amerika, saya  tidak bisa pakai ukuran XL Amerika, dipakai oleh son-in-law menantu laki-laki saya Andy. Saya tidak boleh mengatakan merek apa, jika mengatakan merek apa, maka menjadi iklan. Jadi, secara garis besar, itulah popularitas. Terserah apa yang Anda komentari tentang diri saya. Ada orang melihat internet, lalu meninggalkan Zhenfo Zong. Aduh? Jangan melihat internet, jika mau melihat internet, jika menulis hal positif tentang saya, Anda baru baca; menulis hal negatif, Anda jangan baca, benar tidak? Internet sekarang sangat canggih, saya tidak pernah melihat internet, saya sendiri tidak pernah melihat, Anda melihat internet akan memasuki dunia gemerlap, sama halnya dengan pasar, ada yang baik, ada pula yang buruk, apapun ada. Ada orang setelah melihat, tidak suka Zhenfo Zong, sangat disayangkan! Sebenarnya, diri Mahaguru juga lumayan! Sungguh, walau ada sedikit yang tidak baik, walaupun ada sedikit kekurangan, namun, tidak seburuk yang dibayangkan. Ketahuilah, sungguh tidak seburuk yang dibayangkan, Anda ikut saya, saya tidak akan menipu uang Anda; Anda ikut saya, saya juga tidak akan menipu seks Anda, hanya kadang-kadang, saya ditipu orang lain saja. Saya juga tidak akan menipu popularitas Anda, apa popularitas yang bisa ditipu? Apapun tidak ada. Hingga hari ini, diri sendiri seperti memiliki segalanya, seperti tidak memiliki segalanya, karena kosong, tidak ada yang patut dibicarakan. Tidak berani mengomentari orang lain, saya tidak pernah memarahi orang lain.  Maaf, dulu saya masih muda baru bisa memarahi orang, sekarang tidak lagi, satu kalimat pun tidak berani.

Seorang mata-mata wanita dari Mesir, dari Israel kembali ke negaranya, lalu melaporkan tugas di markas Kairo, “Saya telah mendapatkan rancangan penyerangan terbaru dari Jenderal Daiyang, rancangan ini dicuri dari meja kerjanya, tidak hanya itu saja, saya bahkan telah menyandera putranya.” “Hebat sekali! Jenderal Mesir berteriak, “Di mana? Kita langsung interogasi dia.” “Jangan!” Mata-mata Mesir berkata, “Tunggu sepuluh bulan lagi baru lahir!” Ini adalah dunia manusia, mata-mata terhadap mata-mata. Cerita lagi sebuah lelucon, malaikat bertanya pada orang di depannya, berapa banyak perselingkuhan, ada satu yang menjawab, “Saya seumur hidup hanya melakukan sekali.” Malaikat memberikannya satu unit Lamborghini; satu lagi menjawab, “Saya ada 7-8 kali perselingkuhan.” Malaikat memberikannya satu unit van; giliran satu orang, ia mengatakan, “Saya setia sampai mati.” Wah! Malaikat memberikannya satu unit mobil balap Ferrari. Kadang-kadang mobil balap Ferrari lebih mahal. Ketika ia melaju di jalan, sebentar saja melewati van dan Lamborghini. Ketika Lamborghini dan van sampai ke surga, mencari lama sekali, malah tidak menemukan saudara yang mengendarai Ferarri, mereka memutuskan putar balik mencarinya. Alhasil, terlihat mobil Ferrari parkir di tepi jalan, saudara itu menangis tersedu-sedu di dalam mobil. Mereka menghampiri dan menanyakan duduk permasalahnnya, ia terus menangis, “Saya melewati sebuah bus, supir bus adalah istri saya.” Mengerti? Ini adalah hasrat. Cerita satu lagi, Si A bertanya, “Dalam hidup ini, kapan Anda paling bahagia?” Si B menjawab, “Pada hari pernikahan saya.” Si A bertanya lagi, “Kapan Anda mulai menderita?” Si B menjawab, “Setelah saya menikah, setiap hari saya menderita.” Inilah dunia manusia. Yang sekarang saya katakan adalah dunia manusia. Oleh karena itu, “kita harus memiliki niat meninggalkan duniawi, membangkitkan Bodhicitta, berikrar mencapai kebuddhaan, rajin bersadhana, belajar samadhi yang benar, menghentikan semua kerisauan samsara”, dunia manusia banyak kerisauan, apapun risau. Jika Anda dapat mengakhiri samsara, menghentikan samsara, terbebaskan dari samsara, maka mutlak tidak ada kerisauan lagi. Om Mani Padme Hum.