Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2014 > 2014-11-30 Belajar Buddhadharma dan Mendapatkan Pemberkatan dari Buddha Bodhisattva Dapat Membuat Hidup Senang, Bahagia, dan Kelak Terlahir di Buddhaloka


2014-11-30 Belajar Buddhadharma dan Mendapatkan Pemberkatan dari Buddha Bodhisattva Dapat Membuat Hidup Senang, Bahagia, dan Kelak Terlahir di Buddhaloka

Ceramah Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Penyeberangan Ulka Mukha Yoga Bodhisattva Ksitigarbha 30 November 2014 di Ganlu Jingshe, Taiwan

Pertama-tama, kita sembah puja pada guru silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Dezhung, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada adinata Ulka Mukha Yoga Bodhisattva Ksitigarbha.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan tamu agung yang terutama hari ini: Dirjen Bimas Buddha Indonesia Bpk.Drs.Dasikin, M.Pd, sekretaris Bpk. Agung, Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia Bagian Swasta Datuk Prof. Mr.Tan Yew Chong dan istri, terima kasih atas kehadiran Anda semua. Selamat siang semuanya! Apa kabar semuanya!

Saat di Seattle, Amerika Serikat, Acarya Lianhuo, Lianshi, dan Lianzhu bertiga mengundang Mahaguru memimpin upacara Ulka Mukha Yoga hari ini. Tentu saja, saya sangat senang. Karena upacara Ulka Mukha Yoga yang diadakan di Ganlu Jingshe itu berdasarkan tata ritual True Buddha School Zhenfo Zong kita, mengundang Bodhisattva Ksitigarbha, selain itu juga membuka neraka, semua arwah dapat keluar, kemudian ketujuh Tathagata memancarkan cahaya memberkati mereka, terakhir bisa terlahir di Buddhaloka yang bersih dan alam suci, ini adalah arti dan tujuan terpenting dari Ulka Mukha Yoga. Terutama yang berkarma buruk berat, terakhir menggunakan metode Ulka Mukha. Karena sebagian besar adalah insan di 3 alam rendah, semua menerima penderitaan ekstrim. Ada yang di alam neraka, menerima banyak hukuman, penderitaan tanpa batas, kadang lahir, kadang mati, seribu kali lahir dan seribu kali mati, selaksa kali lahir dan selaksa kali mati, seratus juta kali lahir dan seratus juta kali mati. Ada juga Neraka Avici, sama sekali tidak pernah berhenti, terus-menerus menderita. Alam neraka paling parah. Selanjutnya adalah alam setan kelaparan, Anda tahu alam setan kelaparan itu sama sekali tidak makan apapun. Jadi, kita ada mantra dapat membuka kerongkongan mereka. Wujud setan kelaparan, berperut besar, kerongkongan sehalus jarum, sama sekali tidak dapat makan sesuatu, terus-menerus di dalam kelaparan. Kapan akan kenyang? Tentu saja tidak akan kenyang. Jadi, ada mantra membuka kerongkongan. Kadang-kadang di alam setan kelaparan, Anda memberikannya makanan, lempar makanan untuk dimakannya, misalnya sebutir candy permen, anda lempar kepadanya, ia tidak dapat makan, karena kerongkongannya sekecil jarum. Jadi, mesti menjapa mantra membuka kerongkongan, membentuk mudra membuka kerongkongan, baru dapat membuatnya menelan makanan. Selain itu, kadang-kadang memberikanmakanan padanya, akan berubah menjadi api, berubah menjadi cairan tembaga atau biji besi, sama sekali tidak dapat dimakan; mestidiberkati dengan mudra, agar ia dapat menelan dan makan dengan kenyang.

Ada sesosok Tathagata Surupakaya, Beliau berubah tanpa batas. Wujud di alam setan kelaparan itu tidak baik, wujud di alam neraka juga tidak baik, wujud di alam hewan juga tidak baik, kecuali mau kembali ke wujud asal, seperti rupakaya dewa, di sinilah maksud dari Tathagata Surupakaya. Oleh karena itu, Tathagata Surupakaya bisa membuat yang tidak lengkap menjadi lengkap, membuat yang lengkap menjadi indah, seperti dewa. Saat ini, karena telah bersih, baru dapat terlahir di Buddhaloka. Tathagata Surupakaya ada beberapa manfaat di dalamnya. Selain itu, ada permusuhan yang tidak bisa diredakan, ada mantra pereda permusuhan. Di dalam neraka, seperti alam manusia, ada hukuman tangan dan kaki dipasung, juga diredakan dengan mengandalkan meredakan permusuhan, baru dapat terlahir di alam yang lebih baik. Mengapa ada bencana demikian? Mengapa ada sebagian orang bisa ke neraka, ke alam setan kelaparan, ke alam hewan? Di dalam Sutra Ksitigarbha telah mengutarakan sangat jelas, “Perilaku dan pergerakan pikiran para insan di Jambudvipa tidak ada satu pun yang bukan karma.” Sebenarnya, semua adalah rintangan karma, setiap perilaku dan pergerakan pikiran adalah karma, demi menyingkirkan rintanga karma, mesti meredakan permusuhan, rintangan karma disingkirkan. Di antaranya ada 7 Tathagata, Mereka memiliki banyak cara, menganugrahi seluruh insan akhirat, dapat sepenuhnya berubah menjadi Dewarupakaya, sangat bersih, tubuh sempurna, juga bekal mencukupi, baru dapat terlahir di alam suci Buddhaloka. Ini juga makna terpenting dari Ulka Mukha Yoga itu sendiri. Tadi, Mahaguru melihat Tathagata Surupakaya, memancarkan cahaya sapta-ratna, menerangi para insan di alam akhirat, banyak  insan di alam akhirat setelah terpancar cahaya sapta-ratna dari Tathagata Surupakaya, tadinya tubuh mereka tidak lengkap, ada yang cacat, semua berubah menjadi sangat agung, seagung dewa, semua insan 6 alam kehidupan di depan, yang gelap, seperti 3 alam rendah: neraka, setan kelaparan, hewan. Kemudian Tathagata Surupakaya memancarkan cahaya sapta-ratna memancarkan 3 alam rendah, insan 3 alam rendah terus mengikuti cahaya, tubuh perlahan-lahan mulai berubah, berubah menjadi seperti dewa, bisa terlahir di alam dewa, bisa terlahir di alam suci Buddhaloka.

Tadi saat kita memasuki samadhi, seharusnya mampu melihat, siapa mampu melihat? Karena ini sore, ada sebagian orang mata terpejam, kadang-kadang mampu melihat. Apakah ada yang melihat? Yang melihat, angkat tangan! Oh! Bodhisattva Ksitigarbha membawa banyak arwah masuk dari luar. Wah! Bodhisattva Ksitigarbha sendiri mengantar arwah sangat tidak gampang, Beliau adalah adinata. Apakah ada yang melihat? Apakah ada yang melihat leluhur sendiri? Ada? Oh! Anda melihat apa? Melihat leluhur Anda? Seorang kakek dan seorang nenek. Oh! Bagus sekali. Sebenarnya bisa dibuktikan, ada yang dilihat. Sebenarnya kalian mau melihat, mengantuk pun melihat, mengapa mengantuk bisa melihat? Karena saat itu, pikiran Anda sangat fokus pada mengantuk, begitu mata terpejam, begitu melihat, ternyata leluhur kita, begitulah. Namun, saya bukan bermaksud tadi Anda mengantuk! Sedangkan, saat mata Anda sendiri terpejam, saat pikiran terfokus, akan melihat sesuatu.

Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, hampir sama. Semua orang mengira dunia dan akhirat beda, sebenarnya dunia dan akhirat tidak beda jauh. Ada sebuah lelucon, ada seorang wartawan, “Kami adalah stasiun televisi XX, ingin wawancara Anda beberapa pertanyaan, dulu hidup petani lebih buruk daripada sapi dan kuda, sekarang bagaimana?” Juragan menjawab, “Sekarang, sudah sesuai harapan, semua hidup seperti sapi dan kuda.” Sebenarnya, dunia manusia, sapi dan kuda, sapi membajak sawah, mereka adalah hewan ternak, kuda juga sama, kuda harus membawa barang, ditunggangi orang, inilah alam hewan. Di dunia manusia juga bisa melihat alam hewan, seperti ayam, bebek, anjing, semua adalah alam hewan, Anda boleh melihatnya. Mereka tidak memiliki kebijaksanaan, juga tidak mengerti melatih diri, sebenarnya mereka juga bertumimbal lahir.

Jangan kira dunia tidak ada neraka, rumah sakit adalah neraka. Anda lihat! Di dalam rumah sakit, dokter membedah otak Anda, mencungkil mata Anda, bedah otak, cungkil mata, bedah jantung, jantung, hati, limpa, paru-paru, ginjal, semua harus dibedah. Sebenarnya, rumah sakit adalah neraka. Anda mengatakan pasien, mana yang tidak menderita? Pasien mengalami penderitaan, penderitaan ini, walaupun masih beda jauh dari neraka, namun, juga tidak jauh dari neraka. Sakit itu sangat menderita, ketika Anda sakit, berbaring di rumah sakit, dibedah orang. Sebenarnya, buka satu rumah sakit lagi, ibarat buka satu neraka lagi. Seperti dokter bedah, tangan membawa pisau, semua adalah sipir di dalam neraka. Sungguh! Di dalam rumah sakit ibarat neraka, apapun bisa dioperasi, seperti amputasi kaki, amputasi tangan, mencungkil mata, bedah otak, usus dikeluarkan, usus digunting, bahkan lambung dibuang, kita sebut semua ini adalah neraka pinggiran, bukan neraka yang formal, melainkan neraka pinggiran.

Oleh karena itu, jangan katakan tidak ada pembalasan karma. Manusia sakit, karena rintangan karma berat, sehingga masuk rumah sakit dan dibedah, seperti kesulitan bernapas, dokter pun Tracheostomy, tenggorokan Anda dibuka, pasang sebuah selang, makanan pun dimasukkan lewat selang, bernapas juga menggunakan selang, seluruh tubuh dipasang selang, itu merupakan neraka. Hidup seperti sapi dan kuda masih lumayan, karena ada makanan, ada pekerjaan, menggantikan makanan dengan tenaga. Ada sebagian hewan di hutan liar juga dimangsa oleh hewan buas, juga sangat tragis. Jadi, ketika kita melakukan Ulka Mukha Yoga, kita semua harus ingat, jangan sekali-kali menciptakan karma.

Cerita sebuah lelucon, ada seorang pastur, berkata pada lansia yang berbaring di ranjang pasien, “Apa yang ingin Anda sampaikan pada Tuhan?” Walaupun lansia di ranjang rumah sakit ingin menyampaikan sesuatu, namun, hanya dapat memperlihatkan mimik wajah yang menderita, bahkan sepatah kata pun tidak mampu terlontar. Pastur mengambil kertas dan pena, ia berikan pada lansia, berkata, “Tidak apa-apa, Anda boleh tuliskan.” Setelah lansia meninggal dunia, pastur dengan keras membacakan surat wasiat si lansia, di atas tertulis, “Pastur brengsek, Anda menginjak selang alat bantu pernapasan saya.” Di dalam rumah sakit sangat tragis. Saya kira rumah sakit itu sendiri adalah neraka, banyak orang sakit harus menderita. Maksud dari lelucon ini adalah perasaan! Leluconnya seperti ini, “Menggandeng tangan nona, sealiran arus panas mengalir ke atas, seperti kembali ke umur 18-19, menggandeng tangan pacar, sealiran arus panas mengalir ke bawah, berjuta rasanya; menggandeng tangan teman lama, menyesal dulu tidak turun tangan; menggandeng tangan istri muda, menyesal dulu salah gandeng tangan; menggandeng tangan istri, seperti tangan kiri ganti tangan kanan, sedikit perasaan pun tidak ada; menggandeng tangan atasan, seperti menggandeng seekor anjing.” Ini adalah perasaan! Tadi saat mengadakan Ulka Mukha, juga seharusnya bisa ada perasaan.

Apa itu alam setan kelaparan? Apakah lapar itu menderita? Sangat menderita. Alam hewan, kelak akan disembelih. Jika dipelihara di rumah masih lumayan, jika liar, benar-benar dimangsa oleh hewan buas, satu hewan memangsa hewan lain, bertemu musuh besar, sebentar saja tidak ada lagi. Dulu ada sebuah acara, berjudul Pemandangan Dasar Laut, melihat hewan-hewan dasar laut, ada seekor ikan kecil berenang di dasar laut, datanglah seekor ikan hiu, kejar sebentar, digigit oleh ikan hiu, digigit setengah, mengalir darah merah, ikan hiu gigit di sana, gigit sampai akhirnya tidak ada lagi. Jangan kira burung sangat bebas, coba Anda jadi burung, Anda terbang! Terbang! Sebentar saja tidak ada lagi, karena datang seekor burung besar, memangsa Anda, atau datang seekor elang, ia akan memangsa Anda. Alam hewan mana pun, sangat menderita. Terutama yang kecil, yang baru lahir itu, seperti ikan paus, begitu buka mulut, semua air laut ditelan, semua ikan juga ditelan ke dalam mulutnya, menjadi makanannya. Alam setan kelaparan juga sangat menderita, lapar berkepanjangan; alam neraka sangat menderita, panas, sangat menderita; dingin, beku juga sangat menderita; di sana ada delapan neraka yang sangat panas, ada delapan neraka yang sangat dingin, angin dingin menusuk tulang, menusuk tulang seperti itu sangat menderita; perasaan demikian, kita juga pernah alami. Perasaan tadi seperti “menggandeng tangan istri, seperti tangan kiri ganti tangan kanan, sedikit perasaan pun tidak ada”. Beda! Sesungguhnya memang demikian. Hanya perasaan menggandeng tangan saja, sudah bermacam-macam. Seorang wanita cantik berkata pada dokter, “Saya mengalami insomnia serius.” Dokter berkata, “Saya buka resep obat untuk Anda. Yang merah, bisa membuat Anda bermimpi Andy Lau; yang putih Anda akan bermimpi TakeshiKaneshiro; yang merah muda, Anda akan bermimpi Nicholas Tse!” Pasien wanita cantik berkata, “Jika ketiganya diminum bersamaan?” Dokter menjawab, “Saya jamin Anda bisa melihat Leslie Cheung.” Dipikir-pikir, mengapa Leslie Cheung bunuh diri? Insomnia! Sungguh, ia menderita depresi yang sangat serius. Depresi itu berasal dari mana? Dari insomnia. Jika orang mengalami insomnia, akan sangat menderita. Insomnia sudah sangat menderita, coba saja Anda tidak tidur 3 hari, Schizophrenia. Jika insomnia dalam jangka panjang, hidup hambar, tidak ada rasa apapun, makan juga tidak berselera, perut juga kembung, hati sangat galau, hidup sama sekali kehilangan harapan, insomnia adalah sesuatu yang sangat menderita. Jadi, kita belajar Buddha, harus dapat menenangkan hati, mengosongkan pikiran Anda, tidak diganggu penyakit apapun, maka cepat sekali mampu tertidur, jiwa dan raga akan pulih. Jika Anda terkena insomnia, Anda harus berusaha memeriksakan diri ke dokter untuk mengatasinya.

Hidup juga sangat menderita, kadang-kadang karena nilai ujian tidak tinggi, Anda juga akan sangat menderita. Saat saya kecil paling takut ujian, paling takut menjadi murid, namun, sekarang bermimpi, masih menjadi murid, semua mimpi sedang ujian. Bahkan bermimpi juga tidak bebas, benar tidak? Saya tidak ingin ujian, saya merasa saya tidak seharusnya ujian, usia saya sudah begitu lanjut, masih ujian apa lagi? Benar tidak? Malam bermimpi masih kembali ke masa SD, saya sedang ujian di sana, masih menyontek, masih mengintip, tegang sekali. Bermimpi juga sangat menderita. Mencari pekerjaan juga sangat menderita, mencari nafkah juga sangat menderita, menjalankan usaha juga sangat menderita, berpacaran juga sangat menderita, benar tidak? Suasana hati Anda, kadang-kadang akan terpengaruh oleh teman wanita, suasana hati teman wanita tidak baik, suasana hati Anda juga ikut tidak baik, saat putus, saat marah, bahkan bisa melakukan hal-hal perselingkuhan, semua sangat tidak baik. Kita mesti memiliki pembinaan diri dalam aspek moral, cara yang dapat membuat batin kita tenang adalah Buddhadharma, agar kita dapat melewati bermacam-macam kegagalan dalam hidup. Separuh kehidupan adalah menderita, sangat sulit, sulit menjadi orang yang baik, sulit melatih diri, dan sulit naik ke surga. Selain itu, masih ada kesulitan apa lagi? Kesulitan mencari nafkah. Mencari nafkah juga sangat sulit, saat menjalankan usaha, terus-menerus rugi, tekanan langsung datang. Kita harus mencari cara, dapat belajar Buddhadharma, mendapatkan pemberkatan Buddha Bodhisattva, Anda bisa senang, bahagia, bersih, kelak terlahir di Buddhaloka. Ini sangat penting. Hari ini secara sederhana jelaskan sampai di sini. Om Mani Padme Hum.