Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2014 > 2014-11-29 Acarya Liansheng Merintis Ling Xian Zhenfo Zong Membangun Semua Dharma Sejati dengan Upaya Kausalya


2014-11-29 Acarya Liansheng Merintis Ling Xian Zhenfo Zong Membangun Semua Dharma Sejati dengan Upaya Kausalya

Ceramah Sadhana Dzogchen ke-115 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Homa Padmakumara, Sabtu, 29 November 2014 di Taiwan Lei Tsang Temple

Pertama-tama, kita sembah puja pada guru silsilah, Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa ke-16, Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada adinata hari ini Padmakumara.

Gurudhara, Thubten Ksiti Rinpoche, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, salam sejahtera semuanya! Hari ini tamu agung yang hadir adalah, nyonya Coordinating Committeefor North American Affairs, Executive Yuan Secretary-General Dubes Daniel T.C. Liao, Sdri. Judy, Dirjen Bimas Buddha Indonesia Bpk. Drs.Dasikin, M.Pd, Akademisi Academy of Sinica Prof. Hsi-yi Chu dan nyonya Ibu Chen Wenwen, DepartemenPertahanan Kolonel markas cadangan, wakil direktur perang politikBpk. Pan Daixun, Secretary-General ofthe Taiwan Provincial Government Bpk. Zheng Peifu dan nyonya Ibu Han Wuzhen, Taichung City Council Bpk. Wu Qiong-hua, penasihat hukum TBF Pengacara Zhuo Zhong-san, Pengacara Luo Ri-liang, Pengacara Huang Yue-qin, ZhongshanMedical University Hospital kepala dokter bedah plastik DR. Zheng Senlong, direktur eksekutif Yayasan Lai Shu-wang, Bpk. Li Man-chun, tim Profesor Doktor Zhenfo Zong – profesor yang khusus direkrut Wang Jinxian, Prof. Wang Li, Prof. Hong Xinyi, Prof. Cai Guo-yu, Prof. Gu Hao-xiang, Prof. Lin Xiu-ju, Prof. Ye Shu-wen, Prof. You Jiang-cheng, Prof. Liang Chao-fan, dr. Lin Jun-an.Penasihat anggota parlemen Taipei Que Mei-sha, Ibu Que Hui-ling, perwakilan anggota parlemen Kota Tainan, Cai Wang-quan, ketua umum Lotus Light Charity Society (dunia) Acarya Changren, ketua Lotus Light Charity Society (Taiwan) Bpk. Li Chun-yang, Namgyal Khenpodari Bhutan, ketua Qinglong dan rombongan dari Hailong Si, Kuil Doumu, Miri, Serawak, Malaysia, presenter terkenal Bpk. Tai Zhiyuan, penyanyi terkenal Bpk. Shinlung, penari terkenal Nona Liu Zhen, my university classmaters Bpk. Zhu Jin-shui dan nyonya Ibu Chen Ze-xia, pengusaha sukses Hong Kong Bpk. Lei Feng-yi dan nyonya Ibu Nadine Zeng Mei-ting, produser Gei Ni Dian Shang Xin Deng CTI, Sdri. Xu Ya-qi, produser 9 Tingkat Dzogchen, Diktat Hevajra, dan Ulasan Risalah Agung Tahapan Jalan Tantrayana, Acarya Lianyue, my sister Ibu Sheng-mei Lu.

Terima kasih atas pemberian karangan bunga: kandidat walikota Taipei Bpk. Lian Sheng-wen, walikota Taichung Bpk. Hu Zi-qiang. Karena daftar nama yang memberikan karangan bunga cukup banyak, sekaligus menghaturkan terima kasih. Thank you for coming, everybody! Good afternoon! (Bahasa Inggris: selamat siang) (Bahasa Jepang: apa kabar) Kam-sam-ni-da! (Bahasa Korea: terima kasih), Selamat siang and selamat petang! (Bahasa Indonesia) Hola Amigo! (Bahasa Spanyol: Apa kabar) Merci! (Bahasa Perancis: terima kasih) Bonjour! (Bahasa Perancis: apa kabar) Sawadika! (Bahasa Thai: apa kabar) Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton) Emkoi! Emkoisai! (Bahasa Kanton: terima kasih) Mari kita makan lebih banyak, ambil sendiri! Terima kasih atas kedatangan Anda semua! Selamat siang semua! Apa kabar semua! (Bahasa Taiwan)

Hari ini mengadakan homa Padmakumara. Setiap orang tahu Padmakumara, setiap umat Zhenfo Zong tidak ada yang tidak tahu.

Minggu lalu, saya mengatakan bahwa saya tidak pernah pukul anak, namun, anak pukul saya, anak ini maksudnya bukan Fo-ching dan Fo-chi, jangan salah paham, mereka tidak hanya tidak berani pukul saya, asalkan saya mengucapkan satu kalimat, mereka langsung kerjakan. Saat itu, saya mengatakan anak memukul saya, maksud saya adalah, saya sebagai guru adalah orang tua, anak yang saya maksud adalah murid saya. Ada sebuah peribahasa mengatakan, “Sekeranjang apel, pasti ada beberapa yang busuk; sekelas murid, pasti ada beberapa yang bandel.” Seperti sebuah big group kita ini, True Buddha School Zhenfo Zong, siswa Zhenfo Zong ada 5 juta, pasti ada banyak yang bolos, kabur dari rumah, sekali pergi tidak kembali lagi, dan masih banyak yang membuat rumor dan menipu. Masih ada sebagian di dalam Agama Buddha disebut sebagai bibit yang tidak baik. Sebenarnya mereka pergi itu tidak apa-apa, yang penting kembali lagi. Namun, mereka kembali justru balik menyerang lagi, sehingga Mahagauru sering terkena serangan mereka. Ini adalah hal yang lumrah. Nabi zaman dulu juga mengalami hal yang sama. Apalagi sekarang?

Hal semacam ini sangat biasa. Sehingga saya sebut sebagai anak pukul saya, bukan Fo-ching, Fo-chi pukul saya, Gurudhara khusus telepon internasional meminta saya klarifikasi masalah ini, mengembalikan harga diri Fo-ching, Fo-chi, Lu Hong, dan Lu Jun. Bukan mereka pukul saya, melainkan murid saya, yang saya maksud adalah murid saya sendiri. Saat saya berceramah Dharma, saya tidak merasakan, pendengar yang merasakan, kedengarannya seperti Fo-ching, Fo-chi pukul saya, mereka mana berani!

Kenyataannya, terhadap siswa Zhenfo Zong, saya juga tidak berani. Terus terang, guru zaman sekarang, paling takut dengan murid, karena tidak boleh dimarahi, dimarahi langsung kabur. Apalagi dipukul, ia bahkan menuntut Anda, benar tidak? Tidak boleh dimarahi! Tidak dimarahi! Kadang-kadang masih memberikan Anda sedikit persembahan; dimarahi sama dengan menghentikan persembahan sendiri, ini adalah masalah yang sangat serius. Jadi, guru paling takut murid. I am so scared at my students. Sekarang, menjadi murid lebih gampang, menjadi guru tidak gampang. Tanyakan saja pada tim profesor doktor pun tahu, mereka juga merasa sangat tertindas, Mahaguru juga sangat tertindas. Namun, tadi sempat dikatakan, Gurudhara minta diklarifikasi bahwa anak itu bukan Fo-ching, Fo-chi, juga bukan Lu Jun dan Lu Hong. Saya ingat saat Lu Hong kecil, ia merangkak di lantai, ia pun pergi ke dapur, ia suka main panci, mangkuk, piring, dan sudip. Saya sebagai kakek, saya juga sama sepertinya merangkak di lantai, ia merangkak ke mana, saya pun merangkak ke sana. Kemudian, ia tiba-tiba ambil sudip untuk menumis sayuran dan menghampiri saya, saya menghampirinya, ia pun pha! Memberkati saya. Saya diberkati oleh cucu sendiri, saya sangat senang. Begitu dipukul, langsung tercerahkan, tidak dipukul tidak tercerahkan, sekali dipukul langsung tercerahkan. Gurudhara telepon internasional meminta saya harus khusus klarifikasi bahwa Fo-chi, Fo-ching, Lu Hong, dan Lu Jun paling saya sayangi, selain itu masih ada satu lagi yang lebih disayangi, my Gurudhara. Gurudhara membantu Zhenfo Zong, dari True Buddha School Zhenfo Zong dimulai hingga sekarang, 40 tahun, Beliau terus mendampingi. Kali ini mengapa Beliau tidak kembali ke Taiwan? Hati saya sangat pedih, banyak orang bertanya pada saya, “Mengapa Gurudhara tidak kembali?” Karena dokter keluarga mengatakan padanya, “Jika Anda masih tetap bekerja, Anda akan kelelahan.” Gurudhara sangat kurus, makin lama makin kurus. Namun, konon, setelah saya kembali ke Taiwan, Beliau di Seattle, setiap malam tidur sangat nyenyak, akhir-akhir ini mulai gemuk. Saya berkata padanya, begitu saya pergi, ia tidur sangat nyenyak. Tentu saja, saya sangat merindukan Gurudhara.

Hari kedua saya kembali, saya pun mulai batuk hingga hari ini, masih belum sembuh. Namun, asalkan saya naik Dharmasana, maka sembuh. Aneh! Asalkan saya duduk di Dharmasana ini, suara saya kembali normal. Begitu saya turun Dharmasana, atau saat tidak berada di atas Dharmasana, maka terus-menerus batuk tanpa henti. Siswa mendengar Mahaguru batuk, hati sangat sedih. Suatu kali, saya telepon ke Seattle, Amerika Serikat, saya terus-menerus batuk tanpa henti, di seberang sana mendengarnya, terus-menerus menangis. Sungguh, sekarang saya bahkan telepon pun tidak sanggup, bicara di telepon pun bisa batuk. Jadi, saya akhir-akhir ini jarang telepon, karena batuk sangat hebat. Dubes Liao juga tahu, hari itu saat makan, saya terus-menerus batuk, semua orang melihat saya batuk. Namun, ketika saya duduk di atas Dharmasana, batuk pun hilang! Sepertinya baik-baik saja. Namun, batuk saya, no kidding, bukan bercanda, it is trus, sangat nyata, memang batuk sangat hebat. Namun, begitu naik Dharmasana, maka tidak batuk lagi. Mengapa demikian? Memegang vajra gantha juga memancarkan cahaya, membentuk mudra juga bisa memancarkan cahaya, cahaya seluruh tubuh pun terpancar, sungguh mengherankan. Mungkin semua siswa memberkati saya, Om Mani Padme Hum, terima kasih sebesar-besarnya, terima kasih banyak kepada seluruh siswa Zhenfo Zong yang telah memberkati diri saya. Begitu saya naik Dharmasana, tidak batuk lagi.

Mari kita baca satu paragraf Dzogchen Tantra! “Acarya Liansheng merintis Ling Xian Zhenfo Zong, bukan merintis aliran khusus, melainkan membabarkan Dharma Buddha, menjalankan semua kebajikan, tidak mendiskreditkan aliran lain, juga tidak mengabaikan Dharma lain, melainkan membangun semua Dharma sejati dengan upaya kausalya, Ling Xian Zhenfo Zong ini adalah penyokong ajaran Buddha, ajaran Tao, bahkan aliran mana pun.” Titik berat dari sepenggal paragraf saya ini berada pada kata “sejati”. Saya ini tidak menutup-tutupi, saya batuk pun diceritakan, tidak seperti sebagian orang yang tidak menceritakan, tidak menceritakan bahwa dirinya batuk.

Begitu saya turun dari pesawat terbang, hari kedua saya mulai batuk, terus batuk hingga hari ini, masih belum sembuh; obat apapun telah diminum, resep apapun sudah diminum semua, juga telah memeriksakan diri ke dokter THT, juga telah memeriksakan diri ke Sdr. Xu Hong-chun, Beliau adalah dokter pengobatan China, Beliau juga telah buka resep obat alternatif, Ia memberikan saya obat China, juga memberikan saya obat barat, juga memberikan saya bubuk Longjiao, juga memberikan saya bubuk pereda radang, bubuk pereda batuk, bubuk apapun saya telah minum semua. Pagi ini kira-kira telah minum 100 jenis obat. Tidak peduli! Pokoknya orang lain berikan pada saya, saya minum semua, kira-kira setengah mangkuk obat barat, merah, kuning, putih, warna-warni, hijau, biru, ungu..., saya makan semua, obat warna apapun saya makan semua. Sebelum naik Dharmasana saya masih batuk, bahkan di atas Dharmasana, saya juga batuk, begitu bicara tidak batuk lagi. Saya katakan pada Anda semua, inilah True dari True Buddha School Zhenfo Zong, “sejati”. Saya ini seperti bocah, tidak ada yang ditutupi. Mahadewi Yaochi mungkin mempunyai maksud lain, saya sadar, Beliau membuat saya batuk. Kemarin saya berkata pada Mahadewi Yaochi, “Anda membuat saya batuk! Besok saya pindah Agama Kristen.” Karena saya kontak yoga dengan Mahadewi Yaochi, jadi Beliau adalah saya, saya adalah Beliau, saya batuk, Beliau juga batuk. Saya pernah berkata pada Mahadewi Yaochi, “Memangnya Anda suka Anda sendiri batuk? Anda suka?” Batuk kali itu, saya sembuh dengan cepat. Kali ini, saya bicara dengan cara yang sama, saya berkata, “Saya batuk sama dengan Anda batuk, karena kita kontak ygoa, Anda suka batuk?” Kali ini Beliau tidak menghiraukan saya, apa boleh buat, kemarin saya pun memikirkan jurus jitu, “Jika Anda membuat saya batu lagi, saya pun pindah Agama Kristen.” Setelah Mahadewi Yaochi mendengarnya, Beliau juga tidak menghiraukan saya. Namun, yang saya katakan adalah benar, bicara sejujurnya, “True” dari True Buddha School Zhenfo Zong adalah “sejati”.

Dulu, Mahadewi Yaochi membawa saya melihat kehidupan lampau saya Padmakumara, sangat jelas, hingga hari ini, saya tidak lupa, nyata. Ucapan saya mutlak tidak membohongi insan. Saya melihat kehidupan lampau saya, saya mengatakan bahwa saya melihat kehidupan lampau saya adalah satu-satunya kekuatan spiritual yang mendukung saya selama 40 tahun terakhir, semua berada pada kata “sejati”. Padmakumara mutlak tidak munafik, tidak dibuat-buat, bukan dusta. Saya jamin, saya pernah naik ke surga, turun ke neraka; saya pernah pergi ke Mahapadminiloka, saya benar-benar melihat Padmakumara, mendengar Padmakumara, sepenuhnya nyata dan bukan dusta. Zhenfo Zong kita berpijak pada satu kata “sejati”.

Kalian perhatikan baik-baik, Mahaguru Lu sendiri tidak berbohong, kalian percaya, saya sangat berharap keyakinan kalian tidak luntur, pasti akan berhasil. Anda semua jangan melihat perilaku saya tidak baik, perilaku saya ada yang baik, juga ada yang buruk. Kalian melihat perilaku saya yang tidak baik, keyakinan kalian jangan luntur, karena yang dulu Mahaguru lihat, dengar, Dharma yang dipelajari, semua adalah nyata dan bukan dusta.

Kalian percaya pernyataan saya ini, jangan melihat kekurangan saya, lihatlah kelebihan saya, lihat Bodhicitta awal saya. Jadi, kata “sejati” ini sangat nyata. Bahkan, membuat saya sendiri juga merasa bahwa Zhenfo Zong benar-benar “sejati”, mutlak tidak akan ada yang palsu. Cerita sebuah lelucon, ayah bertanya pada Bill, “Bill, apa cita-citamu setelah dewasa?” Bill berpikir sejenak, “Saya mau menjadi bankir, bolehkah saya persiapkan mulai hari ini?” Ayah sangat senang, berkata, “Bagus sekali, kamu persiapkan mulai hari ini, beritahu ayah, apa yang mau kamu persiapkan?” Bill mengedip-kedipkan mata, “Mohon ayah, ibu, kakek, nenek, setiap hari menabung di tempat saya.” Menjadi seorang bankir, saat baru mulai buka bank, harus menabung di tempatnya. Mahaguru bukan bankir, bank Mahaguru dibuka di Mahapadminiloka, itu adalah Mahapadminiloka yang sejati, alam suci yang sejati, alam suci itu sejati. Jadi, kita harus menabung bekal kita di surga, semua bekal kita yang baik, bekal yang baik disimpan di Mahapadminiloka, West So Happy Buddha Country yang paling besar. Itu adalah bank sejati, yang lain adalah palsu.

Cerita sebuah lelucon, alkisah, ada sebuah negara terjadi perang, rakyat berlomba-lomba membeli roti. Ada seorang yang antri dua jam masih belum terbeli, dengan marah berkata pada teman di seberang, “Kurang ajar”, sorot matanya penuh dengan amarah, selesai bicara langsung pergi. “Saya mau membunuh presiden secara diam-diam.” Setengah jam kemudian, ia pun kembali lagi antri beli roti. Temannya bertanya padanya, “Bukankah kamu mau membunuh presiden secara diam-diam? Mengapa kembali lagi?” Ia menjawab, “Karena membunuh presiden secara diam-diam juga harus antri.” Dengan pelan ia berkata, “Bahkan antriannya lebih panjang daripada antrian beli roti.”

Oleh karena itu, menjadi seorang pemimpin sangat penting, sebagai seorang pemimpin, mesti memperlakukan insan dengan hati yang tulus. Seorang pemimpin organisasi agama, mesti memperlakukan insan dengan hati yang tulus, setiap orang harus dianggap sebagai Buddha. Ini dikatakan oleh Saint Teresa.

Acarya Lianyue pernah pergi ke tempat Biarawati Teresa, semangat Biarawati Teresa, yaitu memperlakukan insan dengan hati demikian. Beliau memperlakukan setiap orang sakit, setiap orang yang miskin dan menderita, setiap insan sebagai Tuhan. Sebagai seorang pemimpin, harus memperlakukan siswa sendiri dengan sangat tulus, memperlakukan semua siswa sebagai Buddha dan Bodhisattva. Yang satu ini adalah “sejati”, yaitu tulus. Dengan demikian, pemimpin ini akan dihormati semua orang. Ini satu hal yang sangat penting. Karena ia menganggap semua orang sebagai orang yang paling dihormati, paling dikagumi, semua orang dianggap sebagai Buddha, demikianlah memperlakukan insan. Anda lihat Biarawati Teresa, semangatnya adalah menganggap semua orang sebagai Tuhan, demikianlah Beliau merawat insan. Jadi, Biarawati Teresa benar-benar bisa disebut Saint, karena Beliau menganggap semua orang sebagai Tuhan. Hari ini, Mahaguru Lu mau belajar semangatnya, saya mau menganggap semua orang sebagai Buddha, Bodhisattva, inilah “sejati”. Selain itu, kita tidak ada sekte, karena semua orang dianggap sebagai Buddha, Bodhisattva, pemimpin aliran lain, siswa aliran lain, penekun aliran lain, bahkan penganut agama lain, Anda juga harus anggap sebagai Buddha, Bodhisattva, dengan demikian, dunia pun damai, Tiga Prinsip Kerakyatan pun terwujud, Kesatuan Dunia dari Konfusius pun bisa terwujud.

Keesokan hari dari White Day, Xiaohui karena sakit pundak, pergi memeriksakan diri ke dokter, ia bertanya, “Dokter, mengapa punggung saya begitu sakit?” Setelah dokter memeriksa, geleng-geleng kepala, Xiaohui bertanya dengan paniknya, “Ada apa?” Dokter berkata, “Apakah tadi malam Anda kencan dengan pacar Anda?” Xiaohui berkata, “Benar.” Dokter berkata, “Kalian kencan di pemakaman, benar tidak?” “Benar.” Xiaohui dengan malu menjawab, dokter bertanya, “Apakah kalian melakukan latihan berat yang berlebihan?” Xiaohui menjawab, “Dokter, Anda hebat sekali. Anda tahu dari mana?” Dokter berkata, “Karena di punggungmu timbul tulisan “Makam Bapak Wang”.” Ini bukan hasil ramalan, melainkan dianalisa berdasarkan bukti yang ada. Kita Zhenfo Zong sama-sama ada logikanya, ada penalarannya, sama. Mengapa “sejati”? Memangnya kami “palsu”? Dulu, Upasaka Feng-feng bertanya, “Anda, Sheng-yen Lu menamakan aliran Anda Zhenfo Zong (aliran Buddha sejati), apakah aliran lain dinamakan aliran Buddha palsu?” Saya menjawab, “Bukan, aliran lain juga Zhenfo Zong aliran Buddha sejati.” Semua adalah “sejati”, Mahaguru Lu adalah “sejati”, aliran lain juga “sejati”, karena Buddha Sakyamuni adalah orang suci, orang yang mencapai pencerahan, Beliau adalah Buddha sejati. Oleh karena itu, segalanya adalah “sejati”. Ini mengandalkan logika, mengandalkan penalaran, kalian harus memikirkan dengan logika, penalaran, dan kebijaksanaan, baru dapat memikirkannya. Zhenfo Zong bukan diucapkan di mulut saja, harus ada logika, menggunakan penalaran, Mahaguru Lu benar-benar melihat, benar-benar mendengar, benar-benar menjelajahi Mahapadminiloka, pergi ke surga, pergi ke neraka, semua sangat nyata, ini barulah namanya “sejati”. Sang Buddha mencerahi, Beliau adalah seorang yang telah mencapai pencerahan, ini adalah “sejati”. Jadi, semua adalah “sejati”, tidak ada “palsu”. Hari ini mengulas tentang kata “sejati”.

Walikota bawa dua orang pengikut untuk daki gunung, tidak sengaja jatuh ke jurang, ketiganya sekaligus menggenggam sebatang rotan, namun, batang rotan tidak bisa menanggung tiga orang secara bersamaan. Walikota berkata, “Siapa di antara kalian yang melepaskan tangan?” Kedua pengikut pada saat bersamaan menjawab, “Kami tidak melepaskan tangan.” Walikota tanpa sabar berkata, “Baiklah! Karena saya adalah walikota, mengorbankan diri sendiri untuk menyelamatkan orang lain itu adalah kewajiban, setelah kalian mendapatkan penyelamatan, bekerjalah sungguh-sungguh, jangan menyia-nyiakan harapan pemerintah kota dan rakyat. Baik, saya telah selesai bicara.” Baru usai bicara, kedua pengikut langsung tepuk tangan. Mahaguru begini, Mahaguru bersama-sama para umat, lebih baik semua umat ke Mahapadminiloka. Mahaguru sendiri juga pernah menganut Agama Kristen, ada semangat Yesus, Yesus berkata, “Saya adalah gembala, domba di depan, domba yang terluka di tangan saya; saya adalah gembala, menggembalakan domba ke surga, Yesus terakhir ke surga.” Semoga semua siswa Zhenfo Zong, semua ke Mahapadminiloka, Mahaguru baru naik ke Mahapadminiloka; Mahaguru memiliki semangat berkorban.

Saya telah batuk setengah bulan, hari ini masih tidak cuti, tetap naik Dharmasana, tetap berceramah Dharma, tetap mengadakan homa dengan baik, tetap memberkati kita semua, lebih dulu menyembuhkan penyakit insan, jika penyakit insan tidak disembuhkan, batuk Mahaguru tidak akan sembuh. Seorang ayah sebelum meninggal dunia, memanggil anak-anaknya, dengan perlahan mengeluarkan sepasang sumpit dari bawah tempat tidur, putra sulung melihat kondisi tersebut langsung mematahkan sumpit, ayah ambil lagi 2 pasang sumpit, putra kedua juga mematahkan sumpit, ayah mengeluarkan lagi 3 pasang sumpit, putra ketiga juga mematahkan sumpit, terakhir, dikeluarkan segenggam sumpit yang tersisa, putra bungsu juga buru-buru mematahkan sumpit, bahkan berkata, “Ayah, apakah ayah mau memberitahu kami bahwa kekompakan itu paling penting?” Ayah yang hampir putus napas berkata, “Sumpit-sumpit ini pernah digunakan oleh Kaisar Qianlong, bisa dijual dengan harga tinggi!”

Kalian harus memahami maksud Mahaguru, apa yang Mahaguru katakan, kalian harus dengar jelas, jangan salah paham. Zhenfo Zong adalah True Buddha School, paling bernilai. Dunia ini apa yang paling bernilai? Hanya “sejati” paling bernilai, asli! (Bahasa Taiwan) Dunia ini apa yang paling bernilai? Berlian juga tidak bernilai, emas juga tidak bernilai, uang hanya karena diakui oleh pemerintah. Sebenarnya uang Zhenfo Zong kita sangat banyak, sekian ratus juta pun ada, yang dicetak, asalkan kita akui, maka bernilai ratusan juta! Asalkan Zhenfo Zong mengakui sekian ratus juta itu asli, maka itu asli. Pemerintah mengakui uang itu asli, maka asli. Hari ini, Mahaguru mengatakan, “Zhenfo Zong itu sejati.” Yang paling bernilai, adalah kata “Zhen” (sejati) dari kata Zhenfo Zong. Keyakinan Anda teguh, dijamin berhasil. Seperti Mahaguru hari ini berceramah Dharma di sini, satu kali pun batuk pun tidak terdengar, ini adalah sejati. Minggu lalu, saat saya berceramah Dharma, tidak batuk, begitu turun langsung batuk. Cerita sebuah lelucon, seorang paman yang minum sampai mabuk berat, pergi ke pusat penjualan mobil Toyota, sambil terhuyung-huyung mengeluarkan dari sakunya uang 2000 NT, dengan keras berteriak, “Berikan saya satu unit camry 2000.” Pegawai toko ketakutan menjawab, “Paman, uang Anda tidak cukup!” Paman dengan sombong berkata, “Di luar tertulis: Camry 2000?” Pegawai toko berkata, “Paman, Anda keluar belok kanan, di sana adalah benz, baru 500.” 2000 atau 500 ini bukan sejati. Ketahuilah, True dari True Buddha School Zhenfo Zong adalah sejati. Benar tidak? (Benar!) Dalam pemilu, semua orang pun harus memilih yang sejati, benar tidak? (Benar!) Pemilu hari ini, semua orang berteriak, “Benar tidak?” “Baik tidak?” Malam ini yang terpilih pun akan tahu.

Sudahkah Anda tertawa hari ini? Mari cerita sebuah lelucon, ibu berkata, “Kamarmu sekacau kandang babi, cepat berbenah!” Putra menjawab, “Pernahkah ibu melihat babi yang bisa berbenah? Bukankah peternak babi yang berbenah?” Peternak babi yang membenahi kandang babi. Hari ini Mahaguru juga demikian, kalian naik ke Mahapadminiloka, semua rintangan karma kalian yang tertinggal di bawah, Mahaguru bersihkan satu per satu. Saya berkata pada yidam saya Mahadewi Yaochi, Amitabha, dan Bodhisattva Ksitigarbha:

Biarlah semua insan bersih;
Biarlah semua rintangan karma kembali ke diri saya;
Biarlah saya menanggung semua karma siswa Zhenfo Zong;
Biarlah penyakit mereka dapat disembuhkan;
Biarlah rintangan karma mereka dapat disingkirkan;
Biarlah mereka mendapatkan pembersihan sepenuhnya dari dalam api homa;
Biarlah mereka gembira tak terhingga, bersih tak terhingga, tenang tak terhingga, bahagia tak terhingga setelah setiap kali menghadiri homa.

Sebagai guru, bersedia menanggung semua rintangan karma siswa, ini barulah guru sejati. (Siswa teriak, “Terima kasih Mahaguru”, tepuk tangan meriah) Amitabha! “Om. Ma Ni Ba Da Mi Hum. Chu Li.” “Om. Jinmu Xidi. Hum.” “Om. A Mi Die Wa. Xie.” “Om. Ha Ha Ha. Wei. San Ma Ya. Suoha.” Semoga 3 yidam, dan semua Vajra Dharmapala, semua guru memberkati, supaya saya dapat menanggung rintangan karma seluruh siswa Zhenfo Zong. Om Mani Padme Hum.