Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2014 > 2014-11-08 Mahaguru Setiap Hari Bersadhana Memohon Doa Insan Dikabulkan dan Kontak Yoga dalam Sadhana


2014-11-08 Mahaguru Setiap Hari Bersadhana Memohon Doa Insan Dikabulkan dan Kontak Yoga dalam Sadhana

Ceramah Sadhana Dzongchen ke-112 oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada kebaktian Sabtu Sadhana Yidam Bodhisattva Avalokitesvara, 8 November 2014 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Pertama-tama sembah puja pada guru silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Dezhung, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada yidam kebaktian hari ini Bodhisattva Avalokitesvara yang Mahamaitri, Mahakaruna, dan Sangat Jitu.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, pada umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung yang hadir hari ini adalah ROCExecutive Yuan Secretary-General for North American Affairs Coordinating Committee Dubes Daniel T.C. Liao dan istri Sdri. Judy, akuntan TBF Sdri. Teresa, penasihat hukum TBF Pengacara Jennifer Chou, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng CTI, Sdri. Xu Ya-qi, Sdr. Gao Ming-lu, California four small girls (4 ibu California), dr. Huang Mei-juan dari California, dan tamu agung dari segala penjuru.  Selamat  malam semua! Apa kabar semua! (Bahasa Mandarin) Selamat malam! (Bahasa Indonesia) Selamat petang! Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton) Emkoi! Emkoisai! (Bahasa Kanton: terima kasih semuanya)

Tadi perwakilan menyambut Mahaguru kembali ke Taiwan, Acarya Lian’ou memberikan kata sambutan, juga ada kata sambutan dari Acarya Dehui dari Seattle dan Gurudhara, semua juga mendnegar. Sekarang saya mengatakan bahwa saya pribadi sejak belajar Buddhadharma dan ajaran Tantra, memahami Buddhadharma dan ajaran Tantra memiliki konsep demikian, kebenaran yang sejati, ruang dan waktu itu tidak ada, apalagi timur, barat; walaupun fisik kembali ke Taiwan, di Seattle sepertinya tidak terlihat, atau saya kembali ke Seattle, di Taiwan sepertinya tidak terlihat fisik Mahaguru. Pada prinsipnya, pembinaan diri ajaran Buddha dan ajaran Tantra, kebenaran yang terbesar adalah bahkan hidup dan mati pun sama sekali tidak ada, hidup dan mati pada dasarnya adalah peristiwa yang sangat besar dalam kehidupan; sesungguhnya, hidup dan mati itu tidak ada.

Yang kita tekuni hari ini adalah Sadhana Penjapaan Yidam Bodhisattva Avalokitesvara atau Sadhana Yoga. Bodhisattva Avalokitesvara telah jauh sekali dari  kita. Pada zaman Sang Buddha, Bodhisattva Avalokitesvara adalah salah satu dari 8 Mahabodhisattva, 8 Mahabodhisattva adalah Bodhisattva Avalokitesvara, Bodhisattva Manjushri, Bodhisattva Samantabradha, Bodhisattva Ksitigarbha, Bodhisattva Maitreya, Bodhisattva Akasagarbha, Bodhisattva Vajrapani, Bodhisattva Sarvanivāraņa-Vişkambhin, yaitu 8 Bodhisattva yang paling agung di dalam semua tingkatan Bodhisattva, di dalam agama Buddha, merupakan Bodhisattva yang sangat tersohor. Semua orang kira Mereka adalah 8 Mahabodhisattva pada zaman Sang Buddha, bukan 8 Mahabodhisattva zaman sekarang, sebenarnya tidak benar. Misalnya, Avalokitesvara Bodhisattva, hingga sekarang, tidak hidup dan mati. Hari ini kita menekuni Sadhana Penjapaan Bodhisattva Avalokitesvara, yidam Bodhisattva Avalokitesvara menampakkan diri di hadapan, bahkan berdiri tegak dan tinggi; Mahaguru tadi sempat melihat Bodhisattva Avalokitesvara yang berwarna putih, muncul di tengah angkasa. Tentu saja, lebih tinggi dari Ling Shen Ching Tze Temple entah berapa kali lipat. Jadi, begitu Anda berhasil dalam melatih diri, tidak ada hidup dan mati, kedua kata dari hidup dan mati itu tidak ada, sepuluh penjuru juga tidak ada. Sepuluh penjuru adalah timur, selatan, barat, utara, dua sisi, atas-bawah, total sepuluh penjuru, sepuluh penjuru juga tidak ada. Bodhisattva Avalokitesvara pernah mengucapkan satu kalimat, “Seribu tempat memohon, seribu tempat menampakkan diri”, di mana pun kita memohon, Beliau akan menampakkan diri di sana.

Ada seorang Acarya menanyakan saya satu pertanyaa, “Bagaimana saya melihat semua Buddha Bodhisattva?” Saya beritahu Anda semua, ketika Anda mengosongkan pikiran Anda, Anda dengan hormat memohon pada-Nya, Ia pun akan muncul. Bagaimana Tsongkhapa melihat semua Buddha Bodhisattva? Beliau terus-menerus mengetukkan kepala, mengetukkan kepala ala Tibet, terus-menerus memohon Para Buddha Bodhisattva menampakkan seluruh tubuh, dengan pikiran demikian terus-menerus  memohon. Di dalam Sutra Amitabha ada sebuah sadhana, yaitu Pratyutpanna Samadhi, Pratyutpanna Samadhiadalah terus-menerus menyebut nama Buddha tanpa tidur; jika lelah, tarik tali supaya tidak tidur, ujung-ujungnya, ketika pikiran yang hening muncul, semua Buddha Amitabha pun menampakkan seluruh badan di hadapan Anda. Saya mengutarakan seperti ini justru mau memberitahu Anda semuau, Mahaguru bukan seorang Mahaguru fisik, masih ada Mahaguru yang tidak terhingga di angkasa. Oleh karena itu, saya katakan pada Anda semua, asalkan hati Anda ada Mahaguru, kapan pun Mahaguru akan muncul di sisi Anda; baik saya di Seattle atau Taiwan; atau di Asia Tenggara; atau di Eropa; Afrika; atau di Jepang; atau di negara mana pun.

Anda menekuni Sadhana Guruyoga, asalkan Anda kontak yoga, Mahahguru pun akan di sisi Anda kapan pun dan di mana pun, sedangkan prinsip ajaran Tantra itu sepenuhnya sama; maksudnya adalah, bukan hanya di Seattle baru ada Bodhisattva Avalokitesvara, Taiwan tidak ada. Sebenarnya, Bodhisattva Avalokitesvara menampakkan diri di mana pun, akan muncul di mana pun. Orang yang telah berhasil dalam melatih diri  juga sama, juga menampakkan diri di mana pun, semua akan menampakkan diri. Jadi, saya merasa baik di Seattle atau Taiwan, sama sekali bukan masalah.

Asalkan Anda telah kontak yoga dalam melatih diri, sekalipun Anda pergi ke planet lain, tetap bisa menampakkan diri; di berbagai surga juga bisa menampakkan diri; di neraka juga bisa menampakkan diri; di tempat mana pun, asalkan menjapa mantra hati-Nya, asalkan Anda telah kontak yoga, Ia pasti akan muncul. Seorang siddha agung, Ia memiliki kemampuan demikian, bisa muncul di sepuluh alam Dharma. Saya sering mengatakan, tahun ini saya berumur 70 tahun, tahun depan 17 tahun. Mengapa 17 tahun? Karena Orang China baca tulisan itu dari kanan ke kiri, menulis angka  Arab 17, dari kanan ke kiri adalah 17, tahun depan umur 17 tahun, a young man.

Di Korea banyak wanita cantik buatan, ada yang sudah umur 50 tahun lebih, atau 60 tahun lebih, setelah operasi plastik membuatnya terlihat seperti umur 30 lebih, umur 40 lebih. Ada yang seluruh wajahnya terlihat menakutkan, terakhir pada saat hasil operasi telah keluar, mata besar sekali, bulu mata panjang sekali, rambut hitam mengkilap, bentuk wajah sangat halus. Sebenarnya, seperti 4 Ibu California, mereka tidak sudi menghabiskan uang saja, mereka lebih memilih menjadi wanita cantik senior. Empat Ibu California pergi ke Korea, setelah kembali menjadi four small girls. Sungguh! Kulit dan daging pun bisa diganti, mata bisa berubah, di mana gemuk, di sana harus digali, semua bisa dibuat, teknologi canggih! Namun, saya tidak bermaksud kita harus melakukan seperti itu, maksud saya adalah sekarang sudah berbeda. Dulu, daya gaib Buddha Bodhisattva, sekarang perlahan-lahan bisa terbukti, dulu mana seperti itu, seperti saya di Seattle, bisa melihat Orang Taiwan, mana mungkin? Yang tidak terlihat. Sekarang saya di Seattle, bisa berdialog dengan orang Taiwan, berjarak setengah belahan bumi, tetap bisa berdialog. Oleh karena itu, sekarang bisa melakukan seperti itu, daya gaib Buddha Bodhisattva juga bisa muncul kapan pun dan di mana pun, justru semulia itu.

Tadinya setiap tahun sebelum saya kembali, hanya mendengar Acarya Dehui memberikan kata sambutan, air mata saya pun menetes, sangat terharu. Sekarang merasa, tidak lebih hanya satu malam saja, saya pun tiba di Taiwan; satu malam lagi saya pun kembali. Begitu dekat! Tidak lebih dari belasan jam sudah sampai, dalam hal waktu bukan apa-apa. Asalkan tubuh sehat, asalkan Buddha Bodhisattva membiarkan tubuh kita sehat, kita pun bisa bebas leluasa. Bahkan asalkan dalam melatih diri, kita melatih prana, nadi, bindu, asalkan penyakit kita disingkirkan, dengan sendirinya bisa panjang umur dan bebas leluasa. Oleh karena itu, saya merasa seorang sadhaka, setelah berhasil dalam melatih diri, benar-benar disebut bebas, leluasa. Bodhisattva Avalokitesvara dapat bebas leluasa menyeberangkan para insan; Mahaguru juga sama, bisa bebas leluasa menyeberangkan para insan. Bodhisattva Avalokitesvara berkata, “Seribu tempat memohon, seribu tempat  menampakkan diri.” Seribu tempat memohon  pada-Nya, Ia pun muncul di seribu tempat, artinya daya gaib Mereka itu tidak terhingga.

Tadi saya sempat melihat Bodhisattva Avalokitesvara menampakkan diri sangat lama, semoga Beliau memberkati kita semua, doa kita semua dapat terkabulkan. Bodhisattva Avalokitesvara adalah sesosok Bodhisattva yang paling welas asih, sebenarnya setiap Buddha Bodhisattva sangat welas asih. Namun, Bodhisattva Avalokitesvara melambangkan welas asih, welas asih yang paling mulia. Oleh karena itu, hidup dan mati itu tidak ada. Suatu hari nanti, fisik Mahaguru akan hilang, namun, semangat dan Buddhata Mahaguru, selamanya tidak akan hilang.

Saya baca beberapa kalimat di dalam Sadhana Dzogchen, “Saya pribadi bisa berkata seperti ini, saya dari awal hingga akhir, selangkah demi selangkah merampungkan penekunan Sadhana Tantra, saya belajar dari bawah hingga menengah, dari menengah hingga atas. Saya bisa berkata seperti ini, saya tidak pernah menyia-nyiakan satu hari pun, saya telah mempelajari seluruh Sadhana Tantra, hari ini baru berkualitas, menuliskan Sadhana Dzogchen, saya dari awal hingga akhir memahami sepenuhnya bahwa saya dari Sadhana Tantra dasar hingga sadhana Tantra utama yang paling tinggi.” Saya setiap hari pasti bersadhana, tugas saya sekarang adalah, setiap hari harus bersadhana, setiap hari saya harus menulis artikel dan menulis buku. Selain itu, setiap hari saya memasuki Samadhi (Dhyana). Seperti hari ini, saya mesti meninggalkan rumah ke Miyuan pada pukul 9 lewat, karena mau ke China Town untuk inisiasi rupang, pagi ini saya pun tidak dapat menulis buku, juga tidak dapat bersadhana, namun, bersadhana tetap berlanjut. Begitu mobil Acarya Dehui dikemudikan, saya pun mulai bersadhana, saya sepenuhnya tidak melihat luar, saya pun terus bersadhana di mobil, terus bersadhana hingga China Town, tentu harus melakukan seperti ini.

Setiap hari saya harus bersadhana dengan Yidam, Dharmapala, dan Guru, setiap hari saya memohon Guru memberkati saya; memohon Yidam kontak yoga dengan saya, menerima saya; saya memohon Dharmapala menyingkirkan semua rintangan dalam membabarkan Dharma di sekeliling saya. Setiap hari saya memohon seperti ini, saya bahkan tidak hanya memohon untuk diri saya sendiri, saya juga memohon untuk semua insan. Saat saya memohon, bagaimana saya memohon? “Avalokitesvara sepuluh pejuru, seluruh Bodhisattva, berikrar menyelamatkan insan, rintangan karma disingkirkan. Mohon bantu saya agar sehat selalu, permohonan terkabulkan, keyakinan teguh, bencana berubah menjadi berkah; bantu semua siswa, jika melayangkan surat memohon doa, biarkan doa mereka terkabulkan; jika melayangkan surat memohon penyeberangan, biarkan mereka terlahir di alam suci Buddhaloka; anugrahi kemanjuran dan kontak batin untuk insan, semua permohonan insan, semua doa, biarkan mereka tercapai.”

Ini adalah permohonan saya, bahkan yang melayangkan surat, saya pun memohon. Setiap hari memohon seperti ini. “Saya dari awal hingga akhir, selangkah demi selangkah merampungkan penekunan Sadhana Tantra”, kadang-kadang, saya juga memohon diri sendiri. Namun, saya setiap hari memohon semua siswa dapat kontak yoga, doa dapat terwujud, dapat terlahir di Buddhaloka. Jadi, niat saya itu tergolong mengabulkan niat insan.

Yang Mahaguru sampaikan tadi  membuat saya terharu. Beliau mempersembahkan waktunya yang paling esensi. Pada umumnya, berharap kita semua bersama-sama merespon donor darah menolong orang, di sini ada sebuah lelucon, di lapangan perusahaan berhenti mobil donor darah, di atas tertulis, “Donor 250 cc gratis peralatan pedicure medicure; donor 500 cc gratis jam tangan cantik”, rekan kerja mendengarnya sangat semangat, lari bertanya pada perawat, “Donor 1000 cc gratis apa?” Perawat dengan tenang menjawab, “Dibawa ke UGD.” 1000 cc dibawa ke UGD, 1000 cc ada berapa? Terlalu banyak! Gurudhara sama dengan donor darah, Beliau mendonorkan darahnya kepada kita semua. Beliau sekarang mesti merawat kesehatan, karena meninggal dunia karena kelelahan terlalu biasa di dunia ini, kelelahan bisa meninggal dunia. Dokter mengatakan pada Gurudhara paling baik istirahat, olahraga dan istirahat, jangan banting tulang lagi, atau sangat bahaya. Ketahuilah, ini adalah pesan dokter, Gurudhara harus istirahat, atau Beliau akan sama seperti lelucon di atas, Beliau telah mendonorkan seluruhnya; boleh dikatakan, Beliau telah mendonorkan banyak, sudah mendonorkan tersisa satu napas saja. Oleh karena itu, biarlah Beliau istirahat, memulihkan energinya, tubuh kembali sehat.

Sebelum mangkat, guru memanggil Xiaoming. Xiaoming bertanya, “Guru, apa cita-cita Anda yang belum terlaksana? Murid pasti melaksanakan untuk Anda.” Guru  menjawab, “Saya mau menyatukan dunia persilatan (homonim dengan seember lem).” Xiaoming pun menjawab, “Murid pasti melaksanakan untuk Anda dalam waktu setengah tahun.” Empat bulan kemudian, Xiaoming mengangkat seember lem di depan makam guru. Ketahuilah, tidak ada orang menyatukan dunia persilatan, benar-benar dapat menyatukan dunia persilatan adalah dapat berhasil dalam melatih diri, kita melebur dengan angkasa, kita berubah menjadi angkasa, bebas leluasa, inilah menyatukan dunia persilatan. Tidak ada orang dapat benar-benar menyatukan dunia ini, tidak ada kejadian ini. Dalam sejarah, seperti Julius Caesar, Macedonia, selain itu seperti Genghis Khan, Kaisar Wu dari Dinasti Han, dan yang ingin menyatukan dunia ini, seperti Jerman, Jepang, semua menciptakan perang yang sangat besar, seperti Hitler. Siapa dapat menyatukan dunia persilatan? Tidak ada. Jadi, pembinaan diri yang sesungguhnya adalah kita melebur dengan angkasa, kita sama dengan angkasa, ini barulah disebut menyatukan dunia persilatan. Sungguh, Anda melatih diri dan mencapai kebuddhaan, ini barulah tergolong “satu”. Sekembali ke Taiwan, mau abhiseka Buddha Atarma di Taiwan Lei Tsang Temple, juga mau menggelar upacara di Chiang Kai-shekMemorial Hall, Chung Kuan Temple, abhiseka Yang Mulia Heruka atau Mahamayajala Vajra.

Mahamayajala Vajra adalah menyatukan dunia persilatan, Buddha Atarma juga menyatukan dunia persilatan. Karena Buddha Atarma adalah Adi-Buddha, Beliau adalah Buddha bhumi ke-16, Buddha yang paling primitif, Vajrakaya Beliau adalah Mahamayajala Vajra. Oleh karena itu, kesepuluh Raja Krodha muncul di dalam Mahamayaja Vajra, kesepuluh Raja Krodha adalah 10 Heruka, Ia menjelma dari siapa? Menjelma dari Adi-Buddha. Benar-benar dapat menyatukan dunia persilatan adalah Mahamayajala Vajra dan Buddha Atarma, sangat penting.

Lelucon ini seperti demikian, siang hari Ajun makan mie pangsit di toko bakmi depan gang, kaget bertemu nyonya bos mendidik anak sambil memukul dengan gantungan baju, si anak dipukul sampai berteriak-teriak histeris, Ajun tidak tahan lagi, Ajun berkata, “Nyonya bos, mendidik anak harus dengan cinta kasih, tidak boleh menggunakan kekerasan! Atau...di hati anak akan meninggalkan trauma.” Saat ini, nyonya bos akhirnya berhenti memukul. Ajun bertanya dengan penuh perhatian, “Nak, mengapa membuat ibu marah?” Si anak menjawab, “Saya hanya kencing di dalam panci mie, ibu pun pukul saya.” Jun tertegun sejenak, melihat setengah mangkuk mie yang sudah dimakannya, berkata pada nyonya bos, “Anda telah lelah memukul, istirahatlah, gantian saya yang memukul!” Ini bukan mahapurna, tidak mirip mahapurna. Sebenarnya, air seni anak-anak tidak apa-apa, yang dimaksud adalah anak laki-laki, sungguh! Orang Barat tidak mungkin menggunakan ini sebagai obat, jika Orang China, mengira air seni anak-anak itu sangat bergizi, bahkan mengandung tonik, ujung dan pangkal air seni tidak boleh diminum, diambil yang tengah saja, yang tengah saja disebut air Huilong, bisa menyembuhkan penyakit, digunakan sebagai pemicu obat. Di negara barat tidak ada, benar-benar tidak ada. Namun, di timur, benda yang sangat aneh pun ada, lihat saja, “Arak dewa, arak dewa, di dunia ini ada di mana-mana”, benda apa ini? Yaitu air susu, penting sekali, ini benar-benar obat, bukan susu sapi. Sapi betina bicara pada sapi jantan, mengeluh, “Banyak umat manusia minum air susu saya, namun, tidak ada seorang pun panggil saya ibu.” Air susu manusia itu sendiri adalah benda yang paling esensi, paling bergizi, Orang China menyebutnya “Arak Dewa”, air susu boleh menyembuhkan banyak penyakit manusia. Saya bukan dokter, namun, saya mendengar orang mengatakan, saat wanita melahirkan anak, baru ada air susu, alami.

Ajaran Tantra mengatakan, sebotol ini adalah air susu, sebotol ini adalah mangkuk kosong, ketika kita mendapatkan silsilah sejati, silsilah guru menuangkan air susu ke dalam botol kosong hingga penuh, segelas air susu guru ini, selamanya adalah silsilah yang tidak putus. Jika kita benar-benar menekuni Buddhadharma, air susu dituang penuh untuk kita.

Akan tetapi, ada 3 Dharmayudam, yang tidak dapat menekuni Buddhadharma, yang tidak dapat dituang penuh, satu adalah mangkuk yang terbalik, air susu tidak dapat dituang ke dalam. Mengapa? Karena ia sama sekali tidak percaya Buddha, bagaimana tuang? Satu adalah mangkuk yang terbalik, dituang bagaimana pun, tumpah lagi, ada sebagian orang tidak mendengar Buddhadharma, ibarat mangkuk yang terbalik, tidak apat menerima Buddhadharma; kedua, ia tidak cukup yakin, yaitu mangkuk pecah, susu Dharma dari guru dituang ke dalam mangkuknya, bocor, walaupun dituang ke dalam mangkuk, namun, mangkuk itu pecah, disebut Dharmayudam pecah, sehingga akan bocor; ketiga, mangkuk kotor, susu Dharma begitu dituang ke dalam, semua yang mengapung adalah tanah yang sangat kotor, sampah yang kotor dan benda-benda kotor bercampur, susu Dharma ini tidak ada gunanya.

Guru Tantra bicara tentang silsilah juga demikian. Jika Anda terbalik, guru tidak dapat menuangkan susu Dharma pada diri Anda; jika Anda adalah mangkuk pecah, tidak dapat menuang susu Dharma, begitu masuk bocor lagi, karena Dharmayudam pecah; walaupun Anda itu baik, namun, hati kotor, tentu saja susu Dharma pun menjadi kotor. Itu sebabnya, kita semua harus ingat, penekunan Sadhana Tantra, mesti dilatih dengan hati yang sangat beresih, selangkah demi selangkah menyerap susu Dharma Buddha Bodhisattva, agar seluruh tubuh Anda penuh dengan susu Dharma. Anda tidak boleh menggunakan jiwa raga yang kotor untuk menerima susu Dharma Buddha Bodhisattva, karena jiwa dan raga Anda kotor, susu Dharma juga kotor. Anda tidak boleh melanggar sila, Anda melanggar sila, sila lima racun antara lain: keserakahan-kemarahan-kebodohan-keraguan-kesombongan pun Anda langgar, membunuh-mencuri-berzinah-berdusta-mabuk-mabukan pun Anda lakukan, susu Dharma Anda tidak bersih, susu Dharma masuk ke dalam tubuh Anda pun berubah menjadi kotor. Oleh karena itu, jangan sekali-kali melanggar sila, jangan sekali-kali belajar serakah. Seperti minyak jahat Taiwan, semua adalah keserakahan. Saya pernah mengatakan, menjual minyak jahat Taiwan itu melanggar 2 sila, satu adalah sila membunuh. Karena ia menggunakan minyak yang kotor supaya orang yang memakannya jatuh sakit, pasien meninggal dunia, ia pun membunuh, melanggar sila membunuh. Kedua, ia melanggar sila mencuri, apa yang dimaksud mencuri? Ia mengambil uang yang tidak halal, ia menjual minyak palsu, menjual minyak jahat, ia ini mencuri uang orang lain, ini adalah pencurian. Jadi, ia telah melanggar dua sila, satu membunuh, satu mencuri. Anda kira ia tidak membunuh? Ia menyebabkan orang sakit, menyebabkan orang meninggal dunia, itulah membunuh. Anda kira ia tidak mencuri? Ia menjual barang palsu, mengambil uang asli yang dibayar orang lain, itulah mencuri, ini adalah persoalan pengetahuan intuitif. Seseorang bertanya, sebenarnya di mana letak kesalahan mata rantainya? Apakah manajemen Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bermasalah? Bukan. Bukan manajemen Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bermasalah, ia tidak dapat menguji coba semua obat dan makanan; permasalahan ada pada pendidikan mereka, tidak dapat mengembangkan pengetahuan intuitif dan kemampuan intuitif, semua orang hanya berpikir mendapatkan uang, apapun tidak peduli, ini salah. Oleh karena itu, pendidikan sekolah sangat penting, tidak hanya mendidik siswa kemampuan intuitif, juga harus mengajarkan mereka pengetahuan intuitif, kemampuan intuitif barulah sangat penting, ia memiliki hati yang baik itulah pengetahuan intuitif. Jadi, kita sebagai umat Buddha lebih penting, “selangkah demi selangkah merampungkan penekunan Sadhana Tantra, saya belajar dari bawah hingga menengah, dari menengah hingga atas”, tidak hanya itu saja, kita masih harus belajar kemampuan intuitif, kita harus memiliki pengetahuan intuitif! Barulah Dharmayudam yang bersih, bukan Dharmayudam yang kotor. Di bawah kondisi apapun, saya dapat visualisasi, dapat menyebut nama Buddha, dapat menjapa mantra, di bawah kondisi apapun, di mana pun, saya dapat membersihkan jiwa dan raga sendiri, inilah Sadhana Tantra. Ajaran Tantra mengajari kita membersihkan perbuatan, ucapan, dan pikiran, yang satu ini sangat penting, asalkan perbuatan, ucapan, dan pikiran kita telah bersih, susu Dharma silsilah pun akan masuk ke dalam tubuh kita, memiliki ini, kita pun bisa melihat Para Buddha, Bodhisattva, semua adinata menampakkan diri pada kita, ini sangat penting.

Di dunia manusia ada pantangannya, banyak nama keluarga tidak boleh dipasangkan di depan, misalnya, nama keluarga Duan tidak boleh buka Orthopedics, karena Orthopedics Duan (patah tulang); nama keluarga Liu tidak boleh buka Obstetrics and Gynecology, karena Obstetrics and Gynecology Liu (keguguran); nama keluarga Wu tidak boleh buka Dental, karena Dental Wu (tidak tahu malu); nama keluarga Dan tidak boleh buka Ophthalmology, karena Ophthalmology Dan (bermata satu); terutama nama keluarga Song tidak boleh buka TCM, karena di atas papan nama tertulis Klinik Song Zhong (mengantarkan kepulangan), ini pantangan. Kita belajar Buddhadharma, sama-sama ada pantangan; tidak cukup hanya belajar Buddhadharma saja, ada pantangannya. Sebelumnya, bukankah saya telah mengatakan sebuah lelucon tentang minyak jahat, ia pergi ke neraka bertemu Raja Yama, Raja Yama berkata, “Biarlah Anda turun ke wajan minyak sebanyak minyak jahat yang Anda jual.” Ia telah menjual banyak minyak jahat, kali ini gawatlah, karena ia menjual berton-ton, bagaimana? Ia pun berkata pada Raja Yama, “Saya juga berbuat kebajikan.” Oh! Ia juga berbuat kebajikan, bagaimana? Raja Yama pun menjawab, “Baiklah! Kalau begitu, saat Anda turun ke wajan minyak, Anda akan ditiup dengan sebuah kipas angin.” Tentu saja itu tidak dapat impas. Tahukah? Karena dosa pembunuhan itu paling berat, dosa mencuri juga sangat berat.

Hari pertama mengundi, saya kalah, ia pun tertawa, orang yang kalah harus cuci mangkuk. Hari kedua, ia menang mengundi, saya kalah, ia pun marah, “Berani-beraninya kamu mengalahkan saya? Kamu dihukum cuci mangkuk.” Hari ketiga, ia bertanya padaku apakah mencintainya? Saya mengangguk, ia tertawa, “Cinta, maka bantulah saya cuci mangkuk.” Hari keempat, ia bertanya padaku apakah mencintainya? Saya menggeleng, ia pun sangat marah, “Karena tak mencintai saya, kamu dihukum cuci mangkuk.” Hari kelima, sehabis makan, ia melirik saya, saya pun diam-diam pergi cuci mangkuk. Hari keenam, sehabis makan, ia belum melirik saya, saya inisiatif cuci mangkuk. Hari ketujuh, ia belum selesai makan, saya teriak, “Cepat makan, saya sedang menunggu cuci mangkuk.” Kebiasaan baik dipupuk seperti ini. Aneh! Akhir-akhir ini saya suka sekali cuci mangkuk, Gurudhara, apakah saya cuci mangkuk? Ada! Ada! Saya setiap kali makan, saya cuci mangkuk sendiri, sehabis sarapan, saya juga cuci sendiri; makan siang tentu saja dicuci di sini; makan malam juga dicuci di sini; malam pulang makan sedikit makanan, juga cuci sendiri. Pokoknya di rumah selalu saya mencuci, yang penting saya mencuci. Ketahuilah, cuci mangkuk bisa memupuk kebiasaan baik.

Mahaguru setiap hari bersadhana seperti ini, juga memupuk kebiasaan baik; setiap dari kita melatih diri juga memupuk kebiasaan baik, sehari tidak bersadhana, merasa pekerjaan belum selesai, ketika kita memupuk kebiasaan baik, setiap hari menerima abhiseka dari Yidam, abhiseka dari Guru, perlindungan dari Dharmapala, alangkah baiknya! Kita akan selamat. Keselamatan adalah kebahagiaan, kebahagiaan adalah kemujuran, kemujuran adalah sesuai kehendak. Benar tidak? Om Mani Padme Hum.