Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2013 > 2013-09-29 Kunci dan Teknik Melatih Sadhana Anasrava


2013-09-29 Kunci dan Teknik Melatih Sadhana Anasrava
Kunci dan Teknik Melatih Sadhana Anasrava


 

Ceramah Ke-31 Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Homa Amoghapasha Avalokitesvara tanggal 29 September 2013 di Rainbow Temple


Pertama-tama sembah puja pada guru silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Dezhung, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna Mandala, sembah puja pada adinata homa hari ini Amoghapasha Avalokitesvara.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung kita hari ini adalah Nyonya Dubes Daniel T.C.Liao dari ROC Executive Yuan Secretary-General Coordinating Committee for North American Affairs Sdri. Judy, akuntan TBF Sdri. Teresa, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng dari CTI Taiwan Sdri. Xu Ya-qi, dr. Zhuang Jun-yao, dr. Li Jie dari Chicago, selamat siang semua, apa kabar semua (Bahasa Taiwan), apa kabar, apa kabar semua (Bahasa Kanton)! どうもこんにちわ!(Bahasa Jepang: apa kabar) Good afternoon (Bahasa Inggris: selamat siang)

  

Pertama-tama memperkenalkan adinata homa minggu depan 6 Oktober pukul 3 sore Ucchusma Vidyaraja, yang ingin abhiseka Ucchusma, silahkan hadir. Ucchusma khusus menyingkirkan kekotoran. Saat Buddha Sakyamuni akan parinirvana, upacara perpisahan Buddha Sakyamuni mau meninggalkan Dunia Saha, semua dewa telah tiba, hanya ada satu dewa belum tiba, Ia masih sangat gembira dan bersukaria, Ia bernama Raja Dewa Sankha Usnisa. Banyak orang menasihatinya harus ikut, Ia tidak hiraukan, bahkan ia membangun banyak benda kotor di sekelilingnya, dengan kata lain,sebuah simabandhana, agar semua penguasa langit, raja langit tidak bisa mendekati, saat ini Buddha Sakyamuni dari dalam hati menjelmakan sesosok Dewa Vajra yaitu Ucchusma, Dewa Vajra ini membawakan energi Yangkeras, bisamenyingkirkan semua hawa Yin. Ucchusma pergi ke tempat Raja Dewa Sankha Usnisa, tentu saja Raja Dewa Sankha Usnisa sedang menggelar party, namun, Ucchusma tidak takut kotoran apapun, Ia menyingkirkan semua kotoran, kemudian Raja Dewa Sankha Usnisa ditangkap untuk menghadiri upacara perpisahan Buddha Sakyamuni. Itulah asal-muasal lahirnya Ucchusma.

Ucchusma itu sendiri adalah seorang Dewa Vajra, Dewa Vajra yang membawakan energi Yangkeras. Dulu, ada seorang umat se-Dharma melahirkan 7 putri, setiap kali ia mabuk pulang ke rumah, ia berkata pada anjing, "Seven, you know? Seven..." Karena ia telah melahirkan 7 orang putri. Terakhir ia memohon, saya berkata, "Anda japa Mantra Ucchusma." Karena, Ucchusma bisa menyingkirkan hawa Yin. Kita tahu pria tergolong Yang, wanita tergolong Yin, hawa Yang pria lebih banyak, wanita lebih didominasi hawa Yin. Karena Ucchusma adalah Yang murni, demi melahirkan laki-laki, sehingga saat hamil, asalkan terus japa mantra-Nya, janin adalah laki-laki, karena Yin tidak dapat mendekati, maka melahirkan laki-laki. Oleh karena itu, bagi yang ingin melahirkan anak laki-laki, paling baik menjadi donatur utama. Selain itu, masih banyak lagi, seperti diganggu makhluk halus, bahkan kerasukan, kerasukan hawa Yin, atau diguna-guna, semua harus memohon pada Ucchusma, dalam hal ini, Ucchusma paling memiliki power Dharmabala. Seperti penderita sakit jiwa, juga semacam gangguan, semacam kejiwaan, juga psikis, dan diganggu hawa Yin, Anda telah kerasukan, kerasukan makhluk halus, diganggu makhluk halus, membuat makhluk halusmarah, atau ditempel roh bayi, ditempel makhluk halus, ditempel dewa yang tidak baik, sebaiknya memohon pada Ucchusma. Kalian yang mengalami hal demikian juga harus ikut donatur utama; sering merasakan seluruh tubuh pegal dan sakit, juga harus ikut menjadi donatur utama, agar api Ucchusma membuyarkan hawa Yin atau kerasukan, pegal dan sakit, penyakit pada tubuh Anda, saat ini yang menjadi donatur utama Ucchusma paling baik. Perkenalan selesai, terima kasih semua.

Hari ini kita mengadakan homa Amoghapasha Avalokitesvara, saya melihat banyak formulir pendaftaran, ada sebagian memohon penyeberangan, nama Vajra dari Amoghapasha Avalokitesvara ini bernama Vajra Menuntun Secara Setara, dengan kata lain, Amoghapasha Avalokitesvara tidak membedakan baik jahat, semua dituntun secara setara. Sehingga, yang menjadi donatur utama Amoghapasha Avalokitesvara, yang menyeberangkan leluhur sendiri, pasti akan dituntun, bagaimana pun, karena nama Vajra-Nya adalah Penuntunan Secara Setara, disebut Vajra Menuntun Secara Setara. Tentu saja, Ia dapat tolak bala, juga dapat meningkatkan kemakmuran, juga dapat mencapai keharmonisan, juga dapat menaklukkan, semua sangat sempurna. Amoghapasha Avalokitesvara terhadap orang yang sedang ada perkara di pengadilan, juga membantu, karena Ia tidak sia-sia, jika Anda memohon supaya perkara di pengadilan berjalan lancar, begitu tali-Nya dilemparkan, penjahat diikat, agar ia tidak bisa bergerak, Anda dapat bergerak, Anda pun bisa menang di pengadilan, ini juga baik. Ia memiliki tali, sehingga, begitudilemparkan, maka dapat menuntun ke Sukhavatiloka Barat. Mudra-Nya adalah lebih dulu beranjali, kemudian jari telunjuk ditekuk saling bertindih, kedua ibu jari boleh ditaruh setara, juga boleh disilangkan, ini adalah mudra Amoghapasha Avalokitesvara. Wujud-Nya, Ia memiliki satu tangan memegang japamala, satu memegang teratai, satu memegang botol suci, satu memegang tali. Amoghapasha Avalokitesvara berarti semua permohonan tidak akan sia-sia, Ia menggunakan tali mengikat semua permohonan, agar semua permohonan dapat terkabulkan. Di bawah ada wujud Amoghapasha Avalokitesvara, Ia juga memiliki beberapa wajah, semua memiliki mata ketiga, Ia adalah salah satu dari 7 Avalokitesvara di dalam Istana Avalokitesvara, merupakan salah satu titisan dari Avalokitesvara, juga merupakan sesosok Avalokitesvara yang paling mulia di Mandala Garbhadhatu, Ia adalah Bodhisattva Avalokitesvara yang memiliki Dharmabala hampir sama dengan Bhagawati Cundi. Saat memberikan persembahan, Anda memberikan persembahan kepada dewa, atau memberikan persembahan kepada dakini, memberikan persembahan kepada dewi, dan memberikan persembahan kepada Avalokitesvara, seperti yang kalian lihat tadi, yaitu bedak padat, lipstik, pensil alis, cermin, bulu mata palsu, perona pipi, dan lain sebagainya, semua boleh dijadikan persembahan. Walaupun Anda memberikan persembahan kepada-Nya, namun, Anda juga boleh mempertahankan keremajaan dan kecantikan Anda sendiri, juga dapat panjang umur, Amoghapasha Avalokitesvara memiliki kemampuan demikian.

Mari kita mengulas Sadhana Dzogchen, tadi malam mengulas tentangBradha Kumbha Prana, menurut prosedur, hari ini seharusnya mengulas tentang api tummo, melatih Bradha Kumbha Prana adalah demi melatih api tummo. Namun, di sini, saya lebih dulu melatih Anasrava. Mengapa lebih dulu melatih Anasrava? Karena jika masih tiris, bagian bawah tubuh akan dingin sekali, dan tidak dapat mengumpulkan prana, suhu juga tidak akan dipertahankan seutuhnya. Jika Anda sering tiris, istilah Bahasa Taiwan menyebutkan "Xiaxiao". "Xiaxiao" sungguh sulit dijelaskan, jika Anda mampu tidak tiris, api tummo mudah sekali menyala, karena Anda ada modal, dengan kata lain, di perut Anda ada kayu bakar, sehingga mudah menyalakan api, ada pemicu api. Jika bagian bawah tubuh Anda sering tiris, kayu bakar Anda sangat sedikit. Tidak ada pemicu api, bagaimana menyalakan api tummo? Oleh karena itu, saya kira harus lebih dulu melatih Anasrava. Maka, hari ini mengulas tentang Sadhana Anasrava pada Anda semua. Di dalam Hevajra juga ada, ajaran Tantra pada dasarnya, terus melatih hingga Bradha Kumbha Prana, melatih prana pun lebih sempurna, selanjutnya, Anda harus melatih Anasrava, melatih api tummo, melatih bindu. Apa manfaat melatih Anasrava? Ia dapat memicu Mahasukha, apa itu sukha? Sukha yang dihasilkan dari pergesekan. Yang namanya Mahasukha, karena Anasrava baru bisa Mahasukha, tiris adalah sukha kecil. Tiris, pergesekan sangat singkat, waktunyasangat pendek. Ada sebuah lelucon, banyak pria buang air kecil di wc, sering kali di bawah klosetmenetes banyak air seni, di atas ada sebuah judul bertuliskan, "Maju selangkah, tidak ada air seni yangmenetes di luar", berharapsupayabuang air kecil di dalam kloset. Namun, tetap menetes di luar, menetes sampai kloset tetap basah, begitu masuk langsung menginjak air seni orang lain. Akhirnya, apa daya, di atas ditulis, "Air seni yangmenetes di luar, membuktikan Anda pendek." Sejak itu, di bawah kloset kering. Biasanya, orang yang mengalami "Xiaxiao", ia akan tiris atau menetes-netes, tadinya buang air kecil itu "Xiu!" orang yang berbadan kuat bahkan menyembursangat jauh, tubuh yang agak lemah, atau orang lanjut usia, tubuh agak lemah, buang air, ia tidak hanya tidak jauh, bahkan menetes-netes, seakan-akanbelum habis, jelas-jelas telah buang air kecil, masih terus menetes. Sehingga di bawah kloset penuh dengan air seni. Jika tubuh Anda sarat energi Yang, akan menyembursangat jauh, sekali langsung selesai! Tidak akan menetes ke celana, menetes ke lantai, tidak akan menetes ke mana pun Anda pergi. Ada sebagian orang, ketika sakit, ia juga tidak bisa tahan kencing, juga akan inkontinensia, karena ia tidak kuat menyedot air seni. Melatih Sadhana Anasrava bisa menyembuhkan penyakit ini, kandung kemih Anda menjadi sangat kuat. Selain itu, mirip bindu yang di ruang penyimpanan, juga tertutup rapat, seperti pintu air di bendungan, tertutup sangat rapat, air bendungan selamanya penuh, tidak akan banjir, karena tertutup sangat rapat. Sadhana Anasrava seperti pintu air di bendungan, tertutupsangat rapat, tidak akan bocor.

  

Penekunan Sadhana Anasravaadadua, satu adalah melakukan visualisasi dalam, satu adalah metode teknik (metode teknik Anasrava). Mari ceritasebuah lelucon, "Saya akhirnya tahu", suatu hari, Newton berkata pada nenek, "Nenek, saya menemukan gravitasi." Nenek melihat payudaranya yang terkulai, "Pok!" Terdengar bunyi tamparan pada Newton, "Saya tahu Anda tahu banyak." Ini sepertinya kuranglucu, sebenarnya saling berhubungan, segala sesuatu itu terkulai, kecuali Anda kuat mengangkatnya, kekuatan apapun bisa tertarik ke bawah, karena daya tarik bumi, gravitasi, Newton menemukan daya tarik bumi. Jika Anda berhasil menekuni Sadhana Anasrava, Anda akan terangkat, sehingga tidak akan terkulai, ini maksudnya. Menekuni Sadhana Anasrava mengandung makna tersendiri. Selain itu, energi Yang Anda akan mencukupi. Kalau begitu, apa manfaat Sadhana Anasrava? Banyak manfaatnya.

Saat baru mulai menekuni Sadhana Anasrava, menggunakan jari Vajra Anda, saya kurang suka membentuk jari Vajra, karena membentuk jari Vajra, orang lain kira sedang memaki orang. Namun, sesungguhnya, mudra Vajrasattva adalah jari Vajra, setiap kali setelah saya bentuk jari Vajra, saya tutup dengan tangan, tidak perlihatkan pada kalian, mengapa tidak perlihatkan pada kalian? Karena kalian akan mengatakan, “Aduh? Mengapa Mahaguru boleh mengacungkan jari tengah?” Sebenarnya, ini adalah mudra, masyarakat luas malah menganggap mudra Tantra kita itu memaki orang. Jangan salah! Agama Tao juga ada! Wang Tian Jun (Dewa Dharmapala Agama Tao, ketua dari 36 dewa) juga membentuk mudra ini, satu tangan-Nya memegang pecut, satu tangan membentuk mudra ini. Apakah Wang Tian Jun memaki kalian? Tidak! Ia membentuk mudra ini. Mudra Vajrasattva yang sesungguhnya adalah mengacungkan jari tengah, alhasil, membentuk mudra ini malah dianggap masyarakat luas sebagai memaki orang, sangat merepotkan. Jadi, saya tidak acungkan ke atas, saya acungkan ke bawah, seperti ini, (Mahaguru memperagakan), ini adalah jari Vajra, jari Vajra yang sesungguhnya, diacungkan ke bawah, saya tidak acungkan ke atas, jika saya acungkan ke atas, dikira Mahaguru memaki orang, jadi, saya acungkan ke bawah, saya tidak memaki kalian. Jari Vajra ditancapkan di lubang ubun-ubun, yaitu lubang tempat roh Anda keluar, bentuk sebuah postur, Anda mesti visualisasi di tengah cakra pusar ada sebuah aksara HUM merah, aksara HUM berdiri vertikal, di bawah ada sebuah kait, kait ini memanjang ke bagian cakra kemaluan, di luar cakra kemaluan, mengait sekuntum teratai putih, Anda harus bervisualisasi seperti ini. Visualisasi perut Anda ada sebuah aksara HUM merah, kait memanjang keluar cakra kemaluan, mengait teratai putih; wanita mengait teratai merah. Teratai putih melambangkan bodhi putih pria, teratai merah melambangkan bodhi merah wanita. Kemudian, satu teriakan “HUM”, Anda angkat prana, menerjang lubang ubun-ubun,  di lubang ubun-ubun menghasilkan sebuah usnisa (daging di atas ubun-ubun). Juga berwarna merah, selanjutnya teratai putih, selanjutnya aksara HUM merah di atasnya. Tepat menarik aksara HUM merah hingga paling tinggi, mengait teratai putih ini. Sehingga, teratai putih di atas, di bawahnya adalah usnisa. Dengan kata lain, paling atas adalah aksara HUM yang naik dari perut Anda, di bawahnya adalah bodhi putih Anda, teratai putih, di bawahnya adalah usnisa, usnisa adalah vajra pria, ini adalah visualisasi Anda. Saat Anda sedang melatih, teriak “HUM”, teriak dalam keadaan mulut tertutup, prana dipendam di bawah, ini adalah visualisasi Anda, paling atas aksara HUM, bodhi putih, usnisa, di atas ubun-ubun Anda, ini adalah cara visualisasi. Wanita juga sama, teriak HUM, seluruhnya bergetar, sebuah aksara HUM diangkat, diangkat ke atas, HUM merah naik ke atas ubun-ubun, kemudian teratai merah, yaitu bodhi merah, bodhi merah diangkat ke atas, ini adalah cara visualisasi wanita, visualisasi anasrava. Juga ada metode teknik, saya juga telah jelaskan berkali-kali.

Mari cerita sebuah lelucon, saya bertanya pada putra, “Apa cita-cita setelah dewasa?” Ia mengatakan ia ingin menjadi dokter kandungan, saya bertanya padanya, “Mengapa ingin menjadi dokter kandungan?” Ia menjawab, “Dokter kandungan adalah satu-satunya pekerjaan yang boleh menanggalkan pakaian wanita bahkan suami mereka harus membayarnya.” Lelucon ini agak keterlaluan. Struktur badan wanita beda dengan pria, jadi, wanita tidak ada usnisa, hanya ada teratai merah dan aksara HUM merah, pria ada usnisa, masih ada teratai putih dan aksara HUM merah, semua menggunakan visualisasi. Menekuni Sadhana Anasrava, akan menjadi sangat bertenaga, karena Anda sering melakukan metode mengangkat aksara HUM, diangkat ke atas, HUM, diangkat ke atas, nadi tengah mengandalkan pergetaran demikian, seperti pergetaran yang saya lakukan di atas kursi kemarin, tubuh diangkat, (Mahaguru memperagakan), kaki juga diangkat, menggunakan prana demikian, kekuatan demikian diangkat ke atas, nadi tengah juga akan berubah sangat lurus, saat diangkat juga bertenaga. Tenaga demikian adalah semacam power, jika Anda sering melakukan ini, maka akan segar, tidak akan lesu, tidak akan bungkuk, Mahaguru menulis artikel agak bungkuk, punggung melengkung, harus membusungkan dada, harus diangkat, mampu mengangkat maka akan membusungkan dada, maka semangat akan membara-bara. Di sini ada sebuah lelucon, bos berkata, “Saya bawa banyak kopi dari luar negeri, mari minum!” Setelah minum, bos bertanya pada semua orang, bagaimana rasanya, pegawai menjawab, “Lumayan, segar.” Bos berkata, “Karena kalian tidak mengantuk lagi, malam ini lembur.” Sesungguhnya, Anda melatih Sadhana Anasrava, akan membuat Anda segar, tubuh juga akan sehat, perut akan bertenaga. Buang air kecil akan menyembur jauh, tubuh yang kurang sehat dijamin menyembur tidak jauh, tubuh yang sehat dijamin menyembur jauh, kandung kemih kuat! Ini paling penting. Jika Anda sering melakukan metode menuntun seperti ini, dengan aksara HUM merah menuntun bodhi putih dari nadi tengah hingga ke ubun-ubun, selalu melakukan demikian, bagian bawah Anda pasti kuat. Jadi, bisa dilempar seperti ini, tidak masalah, seperti kemarin, naik, kemudian dilempar, (Mahaguru memperagakan) sering melempar seperti ini, ini adalah salah satu dari metode Vajrasamdhi, bokong sering ditubrukkan ke lantai, cakra kening, cakra tenggorokan, cakra hati, cakra pusar, dan cakra kemaluan semua bergetar, lima cakra bergetar dan terbuka, prana dan nadi seluruh tubuh terbuka semua, ini adalah semacam metode vajra. Mengapa tubuh Anda bisa berpenyakit, bisa sakit, dan lain sebagainya, karena tersumbat, radang. Biasanya, sering melakukan pergetaran demikian, jika dalam posisi berdiri, yaitu “menggetarkan badan dengan berteriak HA”, jurus terakhir dari metode Vajrasamdhi, lebih dulu teriak HA sekali, kemudian loncat, selanjutnya, seluruh tubuh bergetar, inilah menggetarkan badan dengan teriak HA. Jika dalam posisi duduk, yaitu angkat, kemudian duduk, angkat, duduk lagi.

  

Yang tadi saya sampaikan, sudah berkali-kali disampaikan, semua tergolong sadhana dalam, yang dimaksud sadhana luar dari Sadhana Anasrava adalah angkat bindu, pertama, “surya dan candra menghadap langit”, surya dan candra menghadap langit adalah kedua mata melihat ke atas, ini adalah cara menuntun, kedua mata melihat ke atas. Melihat apa? Melihat yidam Anda sendiri di tengah angkasa, kedua mata dipejam dan melihat ke atas, itulah “surya dan candra menghadap langit”, ini adalah semacam metode teknik, ketika Anda mengalami gejala tiris, Anda melakukan gerakan ini, daya kesadaran Anda langsung dituntun ke yidam, daya kesadaran Anda dialihkan ke yidam, Anda pun bisa tahan. Selanjutnya adalah ujung lidah menyentuh langit-langit mulut, dapat membuat prana mengalir lancar atas bawah. Selanjutnya adalah menekan jakun, saya pernah menjelaskan menekan jakun, sebelumnya juga pernah menunjukkan banyak contoh, dengan kata lain, pada saat prana Anda ditekan, agar prana bawah jangan didorong keluar, bindu pun tidak akan keluar, kemudian Anda tekan jakun, yaitu menekan prana. Saya pernah menunjukkan contoh sebuah gelas, di dalam ada air, Anda masukkan sedotan, tekan bagian atas sedotan jangan dilepas, kemudian sedotan ditarik, air pun tersedot ke dalam sedotan, tidak akan tumpah, mengapa bisa demikian? Itulah menekan jakun, jakun ditekan, air pun tidak akan menetes, jika Anda lepaskan jari Anda, air pun tumpah, inilah prinsipnya, sehingga harus menekan jakun. Jakun ditekan, ibarat jari Anda menekan bagian atas sedotan, air pun berhenti, bindu pun tidak akan keluar, jika dilepaskan, prana menekan ke bawah, bindu dengan sendirinya menerjang keluar, ini adalah ketiga. Keempat, yaitu “perut menempel punggung”, perut harus menempel punggung, menempel itu menuntun ke atas dengan kekuatan perut, bindu dituntun masuk, dituntun ke dalam tubuh Anda, jangan dikeluarkan. Ada satu lagi adalah “prana atas keluar semua”, Anda menekan jakun yaitu supaya prana tidak bergerak, ketika Anda melepaskan tangan, air akan menetes, namun, jika Anda angkat prana atas, air akan naik mengikuti Anda, sehingga prana atas keluar semua, yakni prana atas dihembuskan , di sini dikosongkan, air pun dituntun ke atas. Newton menemukan gravitasi, air pasti akan mengalir ke bawah, namun, jika Anda mengeluarkan prana atas, air pun naik, justru inilah prinsip keluar masuknya prana atas. Terakhir adalah angkat anus. “Surya dan candra menghadap langit”, “ujung lidah menyentuh langit-langit mulut”, “menekan jakun”, “perut menempel punggung”, “prana atas dikeluarkan semua”, “angkat anus”, ini adalah “Enam Postur Perubahan Sakya”, yaitu metode teknik. Kita mesti memiliki semacam persepsi, yakni bindu Anda telah sampai ujung hampir menghasilkan kenikmatan, namun, sebelum menghasilkan kenikmatan, Anda mesti menarik kembali bindu, ini disebut Enam Postur Perubahan Sakya. Anda mengerti cara ini, seketika, enam jenis metode teknik Enam Postur Perubahan Sakya, Anda pun bisa selesaikan. Sadhana Anasrava terbagi menjadi metode visualisasi sadhana dalam dan enam jenis metode teknik, tentu saja sulit sekali dilatih, sulit sekali, memang benar. Namun, Anda tetap harus kuasai. Setelah Anda kuasai, tidak hanya menguatkan fondasi, bahkan Anda sendiri pun memiliki bekal, bekal Anda pun dapat menyalakan api tummo, tidak ada bekal, bagaimana menyalakan api tummo? Tidak dapat menyala.

Kita manusia harus mempunyai alasan untuk hidup di dunia ini. Lelucon mengatakan, harga mie instan naik, telur juga naik, tepung terigu juga naik, bensin juga naik, sayur-mayur juga naik, minyak juga naik, kapas juga naik, pakaian juga naik, selain gaji, hampir semuanya naik, namun, kita tetap perlu hidup dengan tegar, karena sekarang, bahkan harga lahan pemakaman juga naik. Karena semua harga barang naik, jadi, kita harus hidup dengan tegar, hanya gaji saja yang tidak naik. Pemerintah sekarang lebih sial, banyak lembaga swasta, tidak melampiaskan juga tidak bisa, sehingga dibangun ruang pelampiasan, di dalam dipasang beberapa lukisan atasan, pegawai yang keberatan, boleh masuk dan melampiaskan sejenak. Seperti Taiwan, melempar sepatu adalah sejenis pelampiasan. Suatu hari, manajer masuk ke dalam ruang pelampiasan, melihat lukisannya masih utuh, tidak ada kerusakan sedikit pun, atasan lain, semua dipukul babak belur, berlubang-lubang, manajer ini sangat senang, wajahnya terlihat gembira. Manajer berkata, “Lukisan atasan lain tidak sempat diganti, lukisan Anda sudah diganti 3 kali.” Nyatalah bahwa ia paling banyak menjadi sasaran pelampiasan.

Sadhana Anasrava kita ini, bukan berarti sama sekali tidak ada pelampiasan, bukan tidak ada. Sadhana Anasrava itu sendiri, saya pernah bertanya pada dokter apakah baik seperti itu? Dokter mengatakan seperti itu tidak baik, karena Anda sendiri tidak melampiaskan, benda itu tersimpan, tidak terpakai, akan rusak, juga akan mempengaruhi tubuh kita, ketika Anda berhasil dalam Sadhana Anasrava, Anda harus melatih api tummo, ketika bagian bawah tubuh Anda ada api, api akan mengubah bindu tersebut menjadi uap, setelah mengubahnya menjadi uap, uap akan naik, saat naik, akan sampai ke dalam setiap pori-pori, setiap pembuluh darah, hormon Anda akan meningkat. Jika Anda hanya menguasai Anasrava, tidak mengerti api tummo, juga akan jatuh sakit, karena akan rusak. Tidak digunakan akan rusak, Anda mesti menggunakan kekuatan perut Anda, menggunakan kekuatan api perut Anda mengubah bindu menjadi uap, setelah berhasil dalam api tummo, kemudian bindu menguap ke seluruh sendi tulang, dan seluruh prana dan nadi. Inilah prinsipnya, sehingga Anda tidak akan jatuh sakit. Jika Anda sering jatuh sekali, Anda melatih Anasrava, maka tidak gampang jatuh sakit, karena suhu badan Anda akan meninggi. Seperti cuaca sedingin ini, mudah sekali demam, sebentar panas, sebentar dingin, mudah sekali demam, sebentar saja Anda pun demam. Jika, walaupun tubuh Anda sangat kuat, prana sangat cukup, Anda juga tidak mudah demam, bindu, hormon juga cukup, tidak mudah demam, imun juga sangat kuat. Namun, jika api tummo tidak menyala, suhu badan tidak meningkat, bindu Anda tidak akan buyar, tidak dilampiaskan, kelak juga akan jatuh sakit. Itulah kunci supaya prana cukup dan tubuh kuat.

Sutradara bertanya, “Bukankah kemarin sudah janji bahwa hari ini Anda mau memperlihatkan 3 titik?” Aktris menjawab, “Sekarang saya sudah lewat jam 3, sehingga 3 titik tidak diperlihatkan.” Sutradara terdiam. Sutradara bertanya lagi, “Bukankah kemarin sudah janji bahwa hari ini Anda mau memperlihatkan 3 titik? Mengapa hanya memperlihatkan 2 titik?” Aktris menjawab, “Hari ini saya kurang sehat.” Kurang sehat, sehingga hanya memperlihatkan “dua titik”. Tubuh kita sebagai sadhaka tidak boleh jatuh sakit, jika jatuh sakit, tidak dapat melatih diri, “Hari ini tubuh saya sangat lesu, tidak semangat bersadhana.” Bagaimana Anda bersadhana? Orang melatih prana, tidak boleh demam. Orang yang melatih api tummo, tidak boleh takut dingin. Orang yang melatih bindu, tidak boleh mengatakan “daya penglihatan saya tidak baik”, atau bagian mana sakit, telinga tidak dapat mendengar, atau bagaimana, semua tidak boleh. Suatu kali, seperti cuaca sedingin ini, Mahaguru mengucapkan satu kalimat, “Hari ini sangat dingin!” Di samping ada seseorang berkata pada saya, “Mahaguru, bukankah Anda memiliki api tummo?” Maksud saya adalah hari ini lebih dingin daripada kemarin, atau lebih dingin daripada  musim panas, jadi “hari ini lebih dingin”, saya tidak boleh asal bicara. Saya juga tidak boleh mengatakan, “Hari ini daya penglihatan saya tidak baik, mata saya tidak dapat melihat.” “Aduh? Mahaguru, bukankah Anda melatih Sadhana Bindu? Hormon Anda cukup, Anda mana boleh seperti itu?” Tragis sekali! Sungguh! Saya sepertinya tidak boleh jatuh sakit. Sesungguhnya, setiap sabtu dan minggu, saya jarang sekali cuti! Mengatakan dingin saja tidak boleh, “Anda memiliki api tummo! Tidak boleh mengatakan dingin! Anda lihat saya, pada musim dingin, saya mengenakan sepatu apa? Pada musim salju mengenakan sepatu apa? Saya mengenakan sandal! Suatu kali, seorang wartawan mewawancarai saya, di luar turun salju lebat, semua putih, saya mengenakan sandal berdiri di atas tanah bersalju, wartawan terus-menerus memperhatikan kaki saya, “Aneh, turun salju, setiap orang membungkus kakinya erat-erat, mengapa kaki, kulit Anda masih terlihat di luar? Saya menjawab, “Di bagian ini juga tidak pakai! (Mahaguru menggulung lengan baju)” saya tidak mengenakan pakaian dalam lengan panjang, juga tidak mengenakan celana panjang, semua tidak! Pada musim salju, saya juga demikian! Mahaguru di Seattle, dulu juga tidak mengenakan celana panjang, pakaian dalam lengan panjang, ada tidak? Semua tidak, saya memang demikian. Di Tibet, mereka asalkan telah berhasil dalam api tummo, dimensi vihara Tibet sangat luas, tidak hanya satu ruangan, seperti Seattle, hanya ada satu ruangan, melainkan di sana, Dharmasala utama satu ruangan, di samping ada Dharmapalasala, masih ada Vajrasala, Vidyarajasala, Dakinisala, Dakasala, Dewasala, dan lain-lain, selain itu, masih ada kumpulan vihara yang dibangun oleh banyak Lama secara individu, semua digabungkan menjadi sangat luas. Ia sendirian bertapa melatih api tummo, setelah berhasil, ia mesti mengenakan celana yang sangat pendek, pakaian atas hanya pakaian dalam saja, pada musim salju, harus mengitari vihara satu putaran, berjalan satu putaran saja harus setengah hari! Juga harus beberapa jam, artinya berhasil dalam api tummo. Harus berpakaian yang sangat sederhana dan tipis, pada cuaca bersalju dan membeku, keliling vihara satu putaran, harus melatih hingga tahap demikian baru dianggap berhasil.

Melatih Sadhana Anasrava ada banyak manfaatnya, pertama, dapat melancarkan nadi tengah Anda, pada saat Anda visualisasi ke dalam diri Anda, justru sedang melancarkan nadi tengah, juga dapat menghasilkan maha-sukha. Mengapa? Sukha semacam itu adalah abadi, seperti Sdr. Gao Ming-lu, ia mengangkat bindu, tak disangka, bindu bergetar di dalam nadi tengah, bergetar adalah menggesekkan nadi tengah dengan bindu, agar ia menghasilkan maha-sukha. Begitu maha-sukha demikian dihasilkan, maka akan sangat mudah memasuki samadhi, saat bermeditasi, ada sukha demikian di dalam hati, kemudian kaki bersila, di tengah sukha yang hangat, Anda pun memasuki samadhi, ini disebut Samadhi Karmasukha. Dapat memasuki Samadhi, dapat melancarkan nadi tengah, bindu bergesekan di nadi tengah, terus-menerus bergetar, bergesekan, karena bergesekan 12 jam, 24 jam, maka sukha demikian berlangsung 24 jam, sukha demikian baru disebut maha-sukha. Sukha orang biasa adalah sukha kecil, namun, sukha kecil sudah membuat Anda tidak tahan, membuat pria mengira naik ke surga, wanita juga, mengira naik ke surga, sukha kecil sudah luar biasa, sementara, maha-sukha semacam ini justru dapat membuat Anda bergesekan 24 jam, bindu terus-menerus bergetar di dalam nadi tengah, sukha ini berlangsung berapa lama? Lama sekali.

Oleh karena itu, sukha dari anasrava melebihi sukha kecil orang awam, prinsip saya justru menjelaskan hal ini, Anda dapat memperoleh maha-sukha, dapat memasuki Samadhi di dalam maha-sukha, dapat melancarkan nadi tengah, dapat mencegah penyakit, semua penyakit tidak dapat masuk badan Anda, inilah pentingnya Sadhana Anasrava. Sadhana Anasrava juga membuat prana Anda sangat penuh, sukha juga sangat penuh, begitu nadi tengah Anda telah lancar, Anda pun bisa melihat cahaya, cahaya pun keluar, ini adalah satu prinsip Tantra. Ketika Anda berhasil melihat cahaya, selanjutnya melatih melihat cahaya, Sadhana Dzogchen, pasti akan sukses besar. Sekian untuk hari ini! Om Mani Padme Hum.

來源:Rainbow Temple