Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2013 > 2013-09-21 Sembilan Tahap Pernahapan Buddha adalah Sadhana Dzogchen yang Paling Dasar Tu-na Harus Halus, Pelan, Dalam, dan Pernapasan Penuh


2013-09-21 Sembilan Tahap Pernahapan Buddha adalah Sadhana Dzogchen yang Paling Dasar Tu-na Harus Halus, Pelan, Dalam, dan Pernapasan Penuh

Sembilan Tahap Pernahapan Buddha adalah Sadhana Dzogchen yang Paling Dasar

Tu-na Harus Halus, Pelan, Dalam, dan Pernapasan Penuh



Ceramah Ke-28 Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Kebaktian Sadhana Padmasambhava tanggal 21 September 2013 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple



  

Kita sembah puja pada guru silsilah Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Dezhung, sembah puja pada Gyalwa Karmapa ke-16, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada yidam kebaktian hari ini Padmasambhava Om. Biezha. Beima. Hum. Sembah puja pada Triratna Mandala.

 

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, hari ini, tamu agung istimewa kita adalah Nyonya Dubes Liao Dong-zhou dari ROC Executive Yuan Secretary-General Coordinating Committee for North American Affairs Sdri. Judy, akuntan TBF Sdri. Teresa, penasihat hukum TBF Pengacara Jennifer Chow, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng dari CTI Taiwan Sdri. Xu Ya-qi, dr. Lin Shu-hua, dr. Zhuang Jun-yao, California four big mothers, selamat malam semua! Apa kabar semua! Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton) Good evening! Selamat malam! こんばんは!(Bahasa Jepang: Selamat malam) mengucapkan bahasa berbagai negara, semua menyampaikan salam Selamat Malam.

 

[img]http://tbsn.org/indonesia/images/pictlib/picnews/20130922230304.jpg[/img]

 

Malam ini kita menekuni Sadhana Yidam Padmasambhava -- Sadhana Padma Guru. Padmasambhava adalah hasil penjelmaan dari penyatuan perbuatan, ucapan, dan pikiran Buddha Sakyamuni, Buddha Amitabha, dan Bodhisattva Avalokitesvara. Padmasambhava membabarkan Dharma di bumi Tibet selama 50 tahun, di Tibet, Beliau bangun sebuah vihara -- Samye Monastery, yaitu Vihara Leluasa. Arti dari Samye adalah leluasa. Padmasambhava juga merupakan guru sesepuh teragung dalam Tantra Tibet, Orang Tibet menjuluki Beliau sebagai Guru Rinpoche. Mantra-Nya banyak, yang kita japa sekarang adalah yang paling mendasar, Om A Hum. Biezha. Guru. Beima. Siddhi. Hum. Xie. Mantra terpendek-Nya yang paling sederhana hanya menyebut nama-Nya Om. Biezha. Beima. Hum. Yang kita japa adalah Om A Hum. Biezha. Guru. Beima. Siddhi. Hum. Xie. Aksara Xie adalah sumber-Nya, aksara Xie mewakili Amitabha di Barat. Oleh karena itu, warna yang Mahaguru kenakan hari ini adalah warna merah, Padmasambhava bersumber dari Amitabha, Avalokitesvara juga berwarna merah, Amitabha juga berwarna merah, Sakyamuni juga berwarna emas, juga boleh warna apapun, semua boleh. Kita membawa riwayat Padmasambhava, bisa diketahui bahwa Padma Guru sendiri memiliki pahala yang sangat besar di bumi Tibet, dihormati oleh keempat aliran. Yaitu Nyingmapa adalah aliran tertua, aliran merah; Gelugpa adalah aliran kuning, Sakyapa tergolong aliran variasi; Kargyupa adalah aliran putih, keempat aliran sangat menghormati Padmasambhava. Oleh karena itu, jika dapat kontak yoga dengan Padmasambhava, Padmasambhava sendiri adalah Guru, juga Yidam, juga Dharmapala, sangat mulia. Setelah Padmasambhava tiba di bumi Tibet, Ia mengubah semua dewa aliran Bon (aliran hitam) yang semula menjadi dewa Dharmapala Buddhisme. Padmasambhava membabarkan Dharma di bumi Tibet selama 50 tahun, membangun Samye Monastery, Samye Monastery dibangun atas kerjasama antara Santaraksita, Padmasambhava, dan Raja Tibet Trisong Detsen bertiga, merupakan vihara pertama di Tibet, sejak itu aliran Tantra pun dibabarkan di seluruh bumi Tibet, kelak tersebar luas ke seluruh dunia, seluruh dunia pun hampir terdapat sadhaka Vajrayana.

 

Hari ini mengulas lagi Sadhana Dzogchen. Hari ini banyak yang hadir, saya pikir ada dua penyebab, pertama karena hari ni kita menekuni Sadhana Yidam Padmasambhava, Padmasambhava menyatukan semua ajaran Tantra, sehingga semua orang hadir; penyebab kedua, besok di Rainbow Temple ada puja api fire offering Kalacakra dan abhiseka gabungan Kalacakra. Kalacakra juga merupakan sadhana Vajra yang dihormati oleh 4 aliran, Mahaguru telah membabarkan banyak Sadhana Kalacakra di lima benua besar, semua digabungkan menjadi sebuah sadhana yang sangat agung. Oleh karena itu, semua orang bergegas datang, berharap dapat memperoleh abhiseka gabungan Kalacakra, sekali abhiseka sudah mencakup semuanya, itu sebabnya banyak orang yang hadir. Namun, saya merasa orang sebanyak ini adalah hal yang sangat membahagiakan, semua orang adalah tamu agung.

 

Hidup ibarat mimpi. Dulu saat menggelar upacara, banyak orang datang; begitu upacara selesai, tinggal beberapa orang saja. Namun, hari ini tiba-tiba muncul begitu banyak orang, setelah besok, tinggal beberapa orang lagi, benar-benar seperti mimpi. Di sini ada sebuah lelucon: keluarga beli sebuah rumah baru, rumah mewah, sangat indah, ada bioskop, ada dua ruang tamu yang sangat luas, ada taman yang sangat luas, gazebo, dan kolam renang, kavling sangat luas, rumah mewah seluas kira-kira 3-4 hektar. Keluarga beli lagi mobil baru, total ada 7 unit mobil balap, dari Lamborghini hingga Ferrari, tujuh unit mobil balap dengan tujuh macam warna, sehari dikendarai satu unit, satu minggu pas tujuh unit, ini adalah rumah yang sangat mewah. Istri sangat senang, suami mengendarai mobil balap keluar rumah mencari angin, menatap suami yang lembut dan perhatian, ada mobil baru, juga ada rumah baru, istri merasa sangat bahagia, tak henti-hentinya berseru, "Kebahagiaan itu ibarat mimpi." Hari ini kita juga sama, kebahagiaan ibarat mimpi, begitu banyak orang datang, begitu mata terbuka, tak disangka ada sebuah mimpi belaka. Sebenarnya hidup juga adalah mimpi.

 

Karena menjelaskan pada Anda semua betapa baiknya Sadhana Dzogchen, bisa mencapai kebuddhaan dalam tubuh sekarang, tubuh bisa menjelma menjadi sinar pelangi. Kalau begitu, bagaimana mulai menekuninya? Sebenarnya tidak lepas dari prana, nadi, bindu, sadhana yang paling dasar tetap ada pada prana, nadi, dan bindu. Ketika prana Anda sangat cukup, nadi tengah terbuka semua, bindu bisa turun, bisa naik, bisa tersebar di sekujur tubuh, bisa terbesar keluar; begitu prana, nadi, bindu dilatih semua, Anda baru dapat menekuni Sadhana Dzogchen. Bukan Trekcho (langsung menghentikan) dan Togal (melampaui seketika) yang hari ini saya jelaskan pada Anda semua, kalian pun langsung tidak menekuni sadhana apapun lagi, kalian menekuni Trekcho, langsung mencapai pencerahan, memahami hati dan menyaksikan Buddhata, kemudian melihat cahaya, cahaya dalam Anda muncul, cahaya luar muncul, kedua cahaya saling melebur, Anda pun mencapai kebuddhaan, apapun tidak perlu ditekuni. Bukan! Tetap saja, di dalam Tantra, yang sangat penting, prana, nadi, bindu Anda harus dilatih semua, apakah prana Anda sudah cukup, apakah ada Genki atau tidak. Selanjutnya, nadi tengah, dari ubun-ubun kepala hingga cakra kemaluan, nadi tengah tidak terbuka semua, tidak ada halangan, ini sangat penting. Cairan bulan Bodhicitta Anda boleh menyelusuri nadi tengah terus turun ke cakra kemaluan, juga bisa diangkat kembali ke cakra kening, kemudian Anda bisa dari nadi tengah tersebar ke setiap nadi, menunggu di setiap nadi, ketika, turun, naik, tahan, sebar sudah Anda kuasai, saat ini Anda baru dapat menekuni Togal atau melatih melihat cahaya, tidak semudah itu. Apa dasarnya? Lebih dulu melatih prana, ada prana masuk ke nadi tengah baru dapat membuka nadi tengah; jika Anda tidak ada prana sejati, genki tidak ada energi, jika prana sejati Anda tidak ada, Anda bahkan prana dasar pun tidak ada, bagaimana membuka nadi tengah? Seperti berlatih silat, tubuh ada prana, prana harus keluar! Orang yang berlatih silat harus ada prana, seperti minggu lalu, saya memperagakan tinju yang lebih dahsyat, di dalam ada Chelunshou, Juquan, juga ada sedikit Yongchun, Yongchun yang sangat sedikit, Lama Lianwan adalah pakar Yongchun, saya hanya main-main saja. Namun, Anda melihat jurus yang saya keluarkan, benar-benar bergetar, di samping ada prana, menghasilkan prana, ini baru dinamakan Genki. Jika Anda memperagakan tinju lambat, sama sekali tidak menggunakan tenaga, tidak mengerahkan prana, Anda pun seperti menari, tarian yang indah, ini adalah menari, bukan tinju, menari dan tinju itu beda. Anda harus mengerahkan prana, harus keluar prana, (Mahaguru memperagakan), ini barulah prana! Prana harus menggetarkan seluruh tubuh Anda, ketika Anda lompat ke atas, Anda harus lebih dulu menghirup napas, Anda pun bisa melompat sangat jauh; Anda lebih dulu menghirup napas, begitu lari juga sangat cepat, jauh, cepat, walaupun tubuh kelihatan gemuk, ceroboh, namun, sesungguhnya, setelah lebih dulu menghirup napas, Anda pun melayang, orang yang benar-benar menekuni ajaran Tantra dengan baik, seluruh tubuh adalah prana, Anda sendiri adalah balon, tentu saja ada ilmu melayang di udara, bukan Sun Go Kong. Seluruh prana memenuhi sekujur tubuh Anda, seluruh daging pun naik, seperti balon, sehingga dapat terbang.

 

[img]http://tbsn.org/indonesia/images/pictlib/picnews/20130922230503.jpg[/img]

 

Seperti Milarepa melatih prana, melatih api tummo, Ia ibarat apa? Ia seperti balon udara panas, api tummo menyala di bawah, balon udara panas pun naik, tubuh hanya tinggal sebuah kulit, seluruh tubuh adalah kosong, di dalam adalah prana! Milarepa dapat melatih diri hingga seperti balon udara panas, sehingga dapat naik ke udara. Namun, sekarang sadhaka Tantra mau naik ke udara, juga harus perhatikan sebentar, karena bisa ditembak oleh Oerlikon, orang kira itu UFO. Phong! Anda pun habislah. Saat menekuni Tantra hingga prana sangat cukup, tidak takut dingin, dalam cuaca bersalju pun, Anda menanggalkan pakaian atas Anda, Anda pun tidak takut dingin, karena prana Anda sendiri sangat cukup, tubuh Anda menyala api tummo lagi, sehingga Anda pun bisa melawan salju dan es. Penekunan Tantra, saat ada prana, di kepala Anda ditaruh teko air dingin, kemudian, Anda kerahkan prana ke atas kepala, udara panas Anda naik ke sini (ubun-ubun kepala), seluruh kepala pun menjadi panas, air dingin pun akan menjadi panas, berasap, Anda harus punya kemampuan semacam ini. Kemampuan yang lebih aneh lagi, Anda (pria) menuang segelas air, cakra kemaluan ditaruh di dalam air, kemudian hirup napas, air berkurang setengah, hirup napas lagi, seluruh air dihirup ke dalam, Anda hembuskan napas, gelas tersebut penuh lagi, ada seperti itu. Namun, ini bukan apa-apa, tujuan utama kita melatih diri, bukan bermain akrobat.

 

Awal pertama yang paling penting dalam melatih diri, dulu, Mahaguru pernah katakan, yaitu sembilan tahap pernapasan Buddha. Apakah kalian mempraktekkan sembilan tahap pernapasan, Orang China mengatakan "Zhua-jin" (bergegas), apakah kalian bergegas melaksanakan sembilan tahap pernapasan Buddha? Kalian yang melatih sembilan tahap pernapasan lebih dari setengah tahun, silahkan angkat tangan ! Melatih setahun? Saya lihat ada satu orang angkat tangan. Langka! Orang lainnya tidak mampu menekuni Sadhana Dzogchen, sembilan tahap pernapasan hanya sadhana paling dasar dari Sadhana Dzogchen, Anda tidak latih setengah tahun hingga setahun, bicara Tantra apa? Bicara abhiseka kedua, sadhana dalam apa? sembilan tahap pernapasan, penjapaan Vajra, Bradha Kumbha Prana, ketiganya harus dikuasai, melatih prana harus lebih dulu melatih sembilan tahap pernapasan Buddha. Tidak menguasai sembilan tahap pernapasan Buddha, Anda mengatakan Anda melatih prana, sama sekali "Ho-lan" (Bahasa Taiwan: membual). Ada sebuah lelucon, "Sayang, mengapa setiap kali sesudah mandi, saya merasa diri sendiri sangat cantik?" Suami menjawab, "Karena otakmu terendam air." Istri sangat marah, "Enyah!" Tubuh kita harus dimasuki prana, Anda kira bernapas biasa sudah cukup, memang benar, itu adalah tu-na. "Tu" adalah mengembuskan, "Na" adalah menghirup, belajar silat juga harus belajar Tu-na, melatih prana juga harus melatih Tu-na, bernapas penuh; sembilan tahap pernapasan adalah pernapasan penuh.

 

Saya menjelaskan ulang tentang sembilan tahap pernapasan Buddha, lebih detil, biasanya saya jarang jelaskan pada Anda semua, saya pernah jelaskan, hanya saja kalian meremehkannya. Saat mulai, Anda duduk dengan tegak dan benar, seperti duduk padma, setengah bersila, bersila penuh, bersila biasa, Anda harus duduk dengan baik, tubuh harus lurus, Anda visualisasi diri sendiri, diri sendiri hanya sebuah kerangka saja, di tengah adalah kosong, di dalam kosong semua, hanya ada sebuah nadi tengah, dari ubun-ubun hingga cakra kemaluan; satu lagi adalah nadi kanan, dari lubang hidung kanan turun ke cakra pusar, terhubung dengan nadi tengah, kemudian dari nadi kiri naik kembali ke sini (lubang hidung kiri), kebetulan seperti ini, di tengah adalah lurus, kedua sisi adalah nadi kiri dan kanan, ketiga nadi bertemu di cakra pusar. sembilan tahap pernapasan dibagi menjadi sembilan tahap, sebenarnya hanya ada 3 titik penting, saat baru mulai, tidak boleh menggunakan pikiran untuk mengendalikan napas kita, tidak mampu, oleh karena itu, harus menggunakan jari, Anda visualisasi yidam Anda di depan, yidam kebetulan berada di hadapan Anda, duduk dengan postur yang sama dengan Anda, kalian setiap orang menekuni Sadhana Yidam, bukan! Anda visualisasi lubang hidung yidam, mengeluarkan cahaya putih, masuk ke dalam nadi kanan Anda lewat lubang hidung kanan, kemudian berputar ke nadi kiri dan keluar lewat lubang hidung kiri, saat mulai, bagaimana melakukan? Anda harus melatih nadi kanan, Anda harus menggunakan kelingking menekan lubang hidung kiri, Anda visualisasi lubang hidung yidam mengeluarkan cahaya putih masuk ke lubang hidung kanan Anda, bayangkan dengan pikiran, berputar satu putaran di dalam tubuh Anda hingga nadi kiri, setelah naik dari nadi kiri, saat harus mengembuskan dari lubang hidung kiri, lebih dulu tekan lubang hidung kanan dengan kelingking, lepaskan lubang hidung kiri yang tadi ditekan, kemudian hembuskan keluar, gerakan ini adalah halus, pelan, dan dalam. Sangat halus! Sangat pelan! Sangat dalam! Mengapa harus halus? Karena halus baru akan fokus, gunakan otak Anda untuk membayangkan sinar putih, hirup ke dalam dan mengelilingi satu putaran, keluar menjadi sinar hitam, hawa hitam terpencar keluar. Jika masuk dari lubang hidung kiri, maka lebih dulu tekan lubang hidung kanan, (Mahaguru memperagakan), yang dihembuskan adalah warna hitam, ini sudah dua tahap dari 9 tahap pernapasan Buddha. Selanjutnya, Anda harus menatap kedua lubang hidung yidam memancarkan sinar putih, Anda hirup sinar ke dalam, Anda tekan hidung, saat ini kedua sinar berkumpul di cakra pusar, masuk ke nadi tengah, naik hingga ubun-ubun, tidak tembus, turun lagi, kemudian secara terpisah mengelilingi nadi kiri, kanan, lepaskan kedua tangan, hembuskan lewat kedua lubang hidung, berubah menjadi hawa hitam. Sesi kedua kebetulan terbalik, masuk lewat lubang hidung kiri, keluar lewat lubang hidung kanan, (Mahaguru memperagakan); kemudian masuk dari lubang hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri, (Mahaguru memperagakan); selanjutnya, masuk dari kedua lubang hidung, kemudian keluar dari kedua lubang hidung, (Mahaguru memperagakan). Sesi ketiga, masuk dari kedua lubang hidung, keluar dari kedua lubang hidung, kemudian masuk dari lubang hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri, terakhir masuk dari lubang hidung kiri, keluar dari lubang hidung kanan, total 9 tahap. Setiap tahap dilakukan sangat halus, sangat pelan, sangat dalam, waktu sangat panjang. Halus, pelan, dan dalam adalah kunci penting. Yang namanya dalam, adalah pernapasan penuh. Pernapasan biasa kita adalah sekali hirup hingga paru-paru, kemudian langsung dihembuskan; yang namanya pernapasan penuh, seperti ini, (Mahaguru memperagakan). Dengan demikian, harus dilakukan setengah tahun hingga setahun, saat ini Anda setiap kali menghirup napas akan banyak, ada tiga kali prana melewati nadi tengah, kemudian ke atas (masuk hingga ubun-ubun), kemudian turun lagi, karena atas tidak tembus, sehingga turun lagi, keluar dari kedua lubang hidung, inilah 9 tahap pernapasan Buddha.

 

Apa manfaat dari Sembilan Tahap Pernapasan Buddha? Tentu saja banyak manfaatnya. Guru bertanya pada murid, "Di sini ada dua ekor burung, satu ekor adalah burung walet, satu lagi burung gereja, siapa dapat menunjukkan mana burung walet, mana burung gereja?" Peneliti burung tahu, burung gereja dan burung walet mudah sekali dibedakan, murid tentu saja kurang tahu. Murid menjawab, "Saya tidak bisa menunjukkan, namun, saya tahu jawaban." Guru pun bertanya padanya, "Tolong jelaskan." Murid berkata, "Di samping burung walet adalah burung gereja, di samping burung gereja adalah burung walet." Memang benar! Jawaban ini sangat baik, walaupun ia tidak mengenal apa itu burung walet, apa yang burung gereja. Sekarang nadi kiri, nadi kanan, juga pertanyaan yang sama, jika Anda mengerti menerapkan cara sembilan tahap, Anda juga jangan hiraukan nadi kiri, nadi kanan, menekan lubang hidung kiri, asalkan visualisasi yidam memancarkan cahaya putih, begitu hirup dari lubang hidung kanan, (Mahaguru memperagakan), sarat dengan prana, prana hitam keluar. Ini apa gunanya? Membersihkan semua rintangan karma tubuh Anda. Karena prana di avadhuti, kemudian biarkan prana berputar, kemudian hembuskan keluar, cahaya putih masuk, hawa hitam keluar; cahaya putih masuk, melewati seluruh tubuh Anda, cahaya hitam keluar laggi, artinya rintangan karma Anda, kerisauan Anda, dan semua rintangan Anda, semua dihembuskan keluar. Ini adalah suatu cara membersihkan kerisauan dan rintangan karma Anda dengan prana. Semua ini harus ditekuni berapa lama? Harus ditekuni setengah tahun hingga setahun. Karena pada saat baru mulai, Anda tidak dapat mengendalikan dengan pikiran, seperti Mahaguru sekarang bisa mengendalikan dengan pikiran, saya visualisasi yidam di hadapan, diri sendiri di sini, sebenarnya saya hanya bernapas dengan satu lubang hidung, pikiran di lubang hidung kanan, hirup ke dalam, lubang hidung kiri itu tertutup, dapat menggunakan cara demikian, akhirnya pun leluasa; lubang hidung kiri masuk, lubang hidung kanan keluar, masuk dari lubang hidung kiri, keluar dari lubang hidung kanan, masuk dari lubang hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri, masuk dari kedua lubang hidung, keluar dari kedua lubang hidung. Ketika Anda leluasa menerapkannya, Anda pun tahu rumusnya, semua pun tahu. Anda boleh mengendalikan prana dengan pikiran, cahaya putih masuk (dari lubang hidung kanan), berputar satu putaran, prana hitam dihembuskan keluar (dari lubang hidung kiri), cahaya putih masuk (dari lubang hidung kiri), berputar satu putaran, prana hitam dihembuskan kekluar (dari lubang hidung kanan), kedua cahaya putih masuk (dari kedua lubang hidung), berputar satu putaran, naik (menerjang ubun-ubun) turun (ke cakra pusar), berputar satu putaran lagi, prana hitam dihembuskan keluar, (dari kedua lubang hidung). Anda sering bernapas penuh seperti ini setiap hari, pertama tubuh Anda akan sehat. Anda bernapas penuh! Anda tidak hanya hanya bernapas biasa, sangat sementara, pernapasan kita sekarang sangat sementara, hanya antara lubang hidung dan paru-paru, mungkin hanya sampai ke tenggorokan saja, bukan sampai ke cakra pusar, dapat sampai ke cakra pusar adalah pernapasan penuh, kelak Anda bisa bernyanyi seperti ini, bernyanyi dengan Avadhuti. Biasanya kita menggunakan suara palsu, bernyanyi dengan tenggorokan, karena prana tidak sampai ke Avadhuti. Ketika prana Anda sampai ke Avadhuti, kelak Anda berubah menjadi penyanyi pria, lagu yang dinyanyikan dari cakra pusar Anda. Tubuh Anda akan sehat, bernapas penuh sama dengan bernapas dalam. Kita sering mengatakan di dalam hutan, menghirup udara segar, bernapas dalam-dalam, menarik napas yang sangat dalam, kemudian hembuskan. Sebenarnya 9 Tahap Pernapasan Buddha sama dengan bernapas dalam-dalam, setiap hari Anda melatih bernapas dalam-dalam, saat ini prana Anda perlahan-lahan dibina, prana Avadhuti pun ada. Anda menggunakan prana ini bisa membuka nadi tengah. Oleh karena itu, 9 Tahap Pernapasan Buddha adalah sebuah metode yang sangat penting, menekuni Sadhana Tantra tidak bisa terlepas dari 9 Tahap Pernapasan Buddha.

 

[img]http://tbsn.org/indonesia/images/pictlib/picnews/20130922032809.jpg[/img]

 

Dulu, ketika saya mengajarkan Anda semua bersadhana, selalu mengajarkan MC mengucapkan, "Kita melatih 9 Tahap Pernapasan kemudian memasuki samadhi." Ada tidak? Dulu begitu. Sekarang, MC menghilangkan 9 Tahap Pernapasan Buddha! Dihentikan, langsung "memasuki samadhi". Baik! Bagaimana masuk? Karena Anda mesti fokus, Anda tahu melatih masuk dari luabng hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri, masuk dari lubang hidung kiri, keluar dari lubang hidung kanan, masuk dari kedua lubang hidung, keluar dari kedua lubang hidung", apa yang dilatih? Yaitu melatih memusatkan pikiran! Ada sembilan kali memusatkan pikiran, setelah pikiran Anda terfokus, Anda baru bisa memasuki samadhi! Memasuki samasdhi baru dapat menghasilkan kebijaksanaan, baru ada kebijaksanaan. Mengajari Anda semua melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha kemudian memasuki samadhi itu benar, harus lebih dulu melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha agar pikiran kita terfokus. Biasanya Anda adalah orang yang banyak khayalan, atau orang yang tidak menggunakan otak, sering berkhayal, guru sedang mengajar, pikiran Anda terbang entah ke mana, ada semacam penyakit, pikiran tidak mampu fokus, melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha bisa menyembuhkan penyakit semacam ini, karena menjadi teacher sedang mengajari kita, Anda sama sekali tidak dapat memfokuskan pikiran mendengarkan apa kata guru, pikiran Anda sudah pindah ke tempat lain, Anda melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha justru adalah awal melatih metode memfokuskan pikiran. Jika metode memfokuskan pikiran saja tidak mampu dilakukan dengan baik, mustahil menekuni sadhana dalam. Sadhana dalam pun tidak dapat ditekuni dengan baik! Sadhana dalam terutama melatih prana! Namun, Anda sama sekali tidak ada prana sejati (genki). Oleh karena itu, Sembilan Tahap Pernapasan Buddha sangat penting.

 

Istri menelepon suami, “Saya benar-benar sangat gembira, baru tadi saya mencoba gaun pengantin, tak disangka masih cocok di badan.” Suami berkata, “Tentu saja cocok di badan, saat kita menikah, kamu sudah hamil 9 bulan.” Saat menikah, sudah hamil 9 bulan,, ia tidak tahu ia sudah gemuk, tentu saja cocok di badan. Sesungguhnya, ketika kita sedang bersadhana, tanpa disadari prana sejati akan membesar, prana akan penuh, tadinya tubuh sangat lemah, justru Anda melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha, menggunakan pernapasan penuh, semangat Anda menjadi sangat baik, prana Anda akan menguat. Penyakit apapun yang Anda derita, yang namanya penyakit adalah rintangan, hidung sakit, 9 Tahap Pernapasan Buddha tidak bisa dilakukan. Hidung tersumbat, mengeluarkan ingus, bagaimana melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha? Sebelah tangan Anda menekan di sini, sambil bernapas, gawat! Ingus keluar. Bagaimana ini? Hidung hujan, hidung sedang raining, sekalipun Anda tidak hembuskan, juga menetes ke bawah! Tenggorokan tidak sehat juga tidak boleh, tenggorokan tersumbat, melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha juga bisa melancarkan!Penekun Bradha Kumbha Prana tahu, menekuni Bradha Kumbha Prana, seketika diterjang, hidung tersumbat langsung lancar, setelah itu tertutup lagi; kemudian melakukan Prana Kumbha Prana, hidung tersumbat pun bisa lancar, bisa ada tanda-tanda demikian. Bradha Kumbha Prana lebih panas, Sembilan Tahap Pernapasan Buddha adalah metode melatih prana yang paling aman, sepenuhnya tidak ada efek samping. Namun, melatih Bradha Kumbha Prana bisa ada efek samping! Jika dilatih berlebihan, gusi akan memerah, membengkak, akan sakit gigi, mata akan memerah, hidung sangat panas, melatih terlalu gigih, kepala juga akan sakit, Bradha Kumbha Prana itu ada efek sampingnya. Sembilan Tahap Pernapasan Buddha sepenuhnya tidak ada efek samping, merupakan metode melatih prana yang sangat aman.

 

Wali Kelas Sekolah Menengah Atas memberikan pelajaran, tak disengaja membahas tentang arti nama, lalu berkata, “Nama setiap orang ada artinya, misalnya nama saya adalah Yong Sheng atau hidup abadi, artinya adalah daya hidup yang kuat.” Di bawah ada seorang murid menjelaskan, “Ada selapis arti lagi, selamanya tidak bisa bereinkarnasi.” Guru berkata Yong Sheng berarti hidup abadi, artinya adalah hidup yang kuat. Ada seorang murid lain menjawab, berkata pada guru, “Ada selapis arti lagi, selamanya tidak bisa bereinkarnasi”, nama pun ada efek samping. Kita tahu, nama itu sendiri ada artinya, namun, boleh dijelaskan secara terbalik. Seperti mobil saya dulu, saya mengendarai sebuah Benz berwarna hijau muda, nomor plat 546, orang lain berkata, “Nomor Anda ini, tamatlah tamatlah.” Saya berkata, “Apa yang tamat?” Ia berkata, “546, pelafalan mandarin adalah Saya Telah Mati.” Begitu saya dengar, aduh! Benar-benar tamat, mobil “saya telah mati”, jika saya kendarai, pasti akan terjadi kecelakaan lalu lintas. 546 juga berarti tidak ada masalah lagi. Di sini ada seruas jalan tol 520, Bahasa Mandarin berarti Aku Cinta Kamu, saya tidak dapat membuat nama lain, apakah kalian boleh memikirkannya? Presiden Taiwan, setiap kali menjabat presiden, pasti 520, tanggal 20 Mei. Oleh karena itu, kita ingat, di sini ada seruas jalan tol 520, yaitu 20 Mei. Masih ada arti khusus lagi? Diterjemahkan menjadi Bahasa Taiwan adalah “Tidak Cinta Kamu”, juga boleh! Pokoknya, apapun boleh menghasilkan semacam arti yang mendekati. Seperti hari ini kita japa mantra “Om A Hum. Bie Zha. Guru. Beima. Siddhi. Hum. Xie.” Pada saat ini, Amerika juga merupakan negara terbesar di dunia? Orang Amerika sering menggunakan kata “Xie”, mungkin karena ada hubungan dengan menjapa mantra ini, seharian sampai malam “Shit” (pelesetan dari Xie), bertemu hal yang tidak baik “shit” (pelesetan dari Xie), Amitabha pun senang, oleh karena itu menjadi negara terkuat di dunia.

 

Terus terang, kita melatih prana, lebih dulu melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha, sama sekali tidak ada efek samping, karena bernapas penuh, bahkan Anda juga benar-benar melatih pernapasan penuh. Anda tahu, orang yang sering melatih pernapasan penuh, tubuh akan sangat sehat, Anda boleh menyingkirkan semua penyakit, karma penyakit disingkirkan, rintangan disingkirkan, kerisauan disingkirkan. Karena warna putih masuk, warna hitam keluar, yaitu metode terbaik untuk menyingkirkan karma hitam dan membersihkan tubuh dan hati Anda, juga bernapas penuh, apa ruginya? Anda boleh setiap hari melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha, tubuh Anda akan sehat. Seingatku, saat bicara dengan Anda semua, saya mengucapkan satu kalimat, ada 3 syarat utama tidur, pertama, hati harus dikosongkan, semua pikiran dan kerisauan dibuang, tidak ada masalah lagi, maka hati pun kosong, selanjutnya, tubuh relax, tubuh Anda tidur dalam gaya paling relax, tidak ada gaya tidur tertentu. Ketahuilah, sebenarnya tidak ada gaya tidur tertentu yang lebih baik, ada yang tidur telentang, ada yang baring kemujuran; gaya tidur Buddha Sakyamuni, gaya jantung berada di atas; ada orang yang tidur tengkurap dengan posisi jantung berada di bawah, ada orang yang tidur tengkurap, ia mengatakan tengkurap lebih mudah tidur, sejak kecil tidur tengkurap, sejak baby tidur tengkurap, hingga sekarang setelah dewasa tetap tidur tengkurap. Ada gaya tidur yang lebih aneh lagi, apa yang mesti dilakukan agar ia bisa tidur? Setengah tubuh di atas tempat tidur, setengah tubuh di lantai, dengan demikian, ia baru bisa tidur. Ada seorang lagi yang lebih aneh lagi, ia adalah penulis besar, sepertinya Mark Twain atau Shakespeare, saya lupa, saat ia tidur, kedua kakinya harus ditaruh di dalam ember es, perlahan-lahan mendingin ke atas, ia pun tertidur, ia harus dingin baru bisa tidur, ada gaya tidur demikian. Namun, ada yang kesulitan tidur, seperti raja Perancis Charles ke-14, di dalam istananya ada 500 kamar, setiap hari ia mesti mencari sebuah tempat tidur yang bisa ia tiduri, ia baru bisa tertidur, hari ini tidak nyenyak tidur, secepatnya ganti kamar lain, ia harus mencari 500 karma, 500 tempat tidur, dicari tempat tidur itu baru dapat tertidur. Tidur itu sangat menderita, sebenarnya satu saja kuncinya, hati dikosongkan, masalah-masalah kecil dibuang ke tempat sampah, kerisauan Anda dibuang ke tempat sampah, rintangan, pikiran, khayalan dibuang semua ke tempat sampah, jangan dipikirkan lagi. Anda suka gaya apa, setiap orang mempunyai gaya tidur terbaik untuk dirinya sendiri, Anda pun membentuk gaya tersebut, tubuh relax. Selanjutnya, prana harus lancar, jika tenggorokan Anda tersumbat, batuk, Anda pun tidak bisa tidur; hidung tersumbat, Anda pun tidak bisa tidur, prana tentu harus lancar, Anda sering melatih 9 Tahap Pernapasan Buddha, prana pun lancar. Anda melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha kapan pun, pikiran difokuskan di atas 9 Tahap Pernapasan Busddha, kemudian usai melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha, Anda pun tertidur. Pikiran harus terfokus, yaitu menghilangkan banyak pikiran dengan satu pikiran. Di dalam Agama Buddha, kita ada Metode Samatha dan Vipasanna, apa yang dimaksud Samatha dan Vipasanna? Yang namanya Samatha adalah semua khayalan dibuang. Bagaimana jika tidak bisa dibuang? Hati masih berpikir, Anda pun melakukan 9 Tahap Pernapasan Buddha, itulah Vipasanna, visualisasi 9 Tahap Pernapasan Buddha.

 

[img]http://tbsn.org/indonesia/images/pictlib/picnews/20130922230823.jpg[/img]

 

Seperti yang biasanya kita katakan menghitung domba, seekor domba, dua ekor domba, tiga ekor domba, empat ekor domba, lima ekor domba, enam ekor domba,... terus  menghitung, hitung hingga akhirnya, Anda pun ketiduran, karena pikiran Anda difokuskan pada domba. Sembilan Tahap Pernapasan Buddha mengajari kita memfokuskan pikiran kita, difokuskan pada 9 kali pernapasan penuh, bermanfaat untuk tubuh kita. Kita harus menghirup, prana yang akan dihembuskan ditekan, kalau tidak mungkin hidung akan gatal. Anda melatih dengan baik 9 Tahap Pernapasan Buddha, tidak akan demam, menolak demam, prana akan lancar, kapan pun Anda bisa mengerahkan prana keluar, nanti seluruh tubuh Anda dipenuhi oleh prana Anda. Sembilan Tahap Pernapasan Buddha adalah cara paling dasar melatih prana, yang paling dasar dalam Sadhana Dzogchen, pertama adalah 9 Tahap Pernapasan Buddha.

 

Hidup memang adalah mimpi. Seorang pria berkata pada teman wanitanya, "Tadi malam saya bermimpi kamu, bangun pagi, celana dalam basah." Teman wanita dengan malu bertanya pada teman pria, "Apa yang Anda mimpikan?" Teman pria menjawab, "Bermimpi kamu tidak berdandan, saya ketakutan sampai terkencing-kencing." Seserius itukah? Jika orang yang beristri pun tahu, setiap pagi bangun tidur, begitu mata melihat ke samping, "Aduh! Raksasa!" Anda melihatnya adalah raksasa, begitu ia bangun, semangat sekali, sudah berdandan, bulu mata palsu, alis palsu, dioleskan perona pipi, memakai lipstik, memakai bedak, lalu memakai rambut palsu, wah! Benar-benar seorang wanita cantik. Keesokan pagi melihat, seluruh rambut telah beruban, mara wanita beruban! Menakutkan!

 

Apa yang Mahaguru katakan adalah nyata, 9 Langkah Pernapasan Buddha adalah sejati, Dharma yang sejati, seorang sadhaka mesti melatih setengah tahun hingga setahun. Selanjutnya, Anda tetapkann prana yang Anda hirup dan prana yang Anda hembuskan akan berubah menjadi pernapasan penuh, saat ini, tubuh Anda pun akan sehat, semua khayalan pun sirna, pikiran pun dapat terfokus, Anda juga dapat duduk bermeditasi, hati juga dapat tenang. Karena halus, pelan, panjang, halus akan terfokus, pernapasan Anda sangat halus maka akan terfokus; sangat pelan akan stabil. Panjang membuat pikiran Anda terfokus sepenuhnya, membayangkan prana masuk ke dalam nadi kanan Anda hinga nadi kiri Anda, kemudian hembuskan. Anda harus meredakan gelombang dalam hati Anda. Hari itu saya telah mengatakan, wanita harus perhatikan, jangan seperti stasiun meteorologi, saat cerah tiba-tiba turun hujan, jarak terlalu besar, pagi hari suasana hati sangat baik, sore mau menangis, tidak boleh seharian mempertunjukkan suasana hati Anda. Apa itu suasana hati? Senang (Mahaguru memperagakan), marah (Mahaguru memperagakan), sedih (Mahaguru memperagakan), bahagia (Mahaguru memperagakan), dalam sehari muncul 4 jenis wajah, pria tidak demikian, pria lebih mantap, namun, juga bisa mempertunjukkan suasana hati. Orang zaman sekarang temperamen, setiap kali begitu saya menyetir agak pelan, halus, pelan, panjang, mobil di belakang begitu melihat saya menyetir agak lambat, langsung membunyikan klakson, saya pikir harus menyetir agak cepat, atau pistolnya dikeluarkan, sangat bahaya, menyetir tidak boleh halus, pelan, panjang. Menyetir harus mantap, cukup menyetir berdasarkan kecepatan, harus mematuhi peraturan. Mahaguru sudah 32 tahun menyetir di Amerika Serikat, menyetir kurang lebih 40 tahun, belum pernah sekali pun ditilang. Saya benar-benar paling mematuhi peraturan. Mematuhi aturan, mematuhi hukum, sama halnya dengan kita sadhaka mematuhi Sila. Om Mani Padme Hum.

來源:Seattle Ling Shen Ching Tze Temple