Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2013 > 2013-09-15 Sadhana Dzogchen Tidak Perlu Altar Mandala Diri Sendiri adalah Altar Mandala Pancadhyani Buddha dan Para Yidam


2013-09-15 Sadhana Dzogchen Tidak Perlu Altar Mandala Diri Sendiri adalah Altar Mandala Pancadhyani Buddha dan Para Yidam
Sadhana Dzogchen Tidak Perlu Altar Mandala
Diri Sendiri adalah Altar Mandala Pancadhyani Buddha dan Para Yidam


Ceramah Ke-27 Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Homa Simhamukha Dakini tanggal 15 September 2013  di Rainbow Temple


  

Pertama-tama kita sembah puja pada guru silsilah, Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna mandala, sembah puja pada yidam homa Simhamukha Dakini (Senge Dongma).

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung kita hari ini adalah akuntan TBF Sdri. Teresa, penasihat hukum TBF Pengacara Jennifer Chow dan putra, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng CTI Sdri. Xu Ya-qi, dr. Zhou Heng, dr. Zhuang Jun-yao, dan banyak umat yang datang dari jauh untuk mengikuti upacara, mari kita tepuk tangan untuk diri kita sendiri. Apa kabar! Apa kabar semua! (Mandarin) Apa kabar! Apa kabar semua! (Bahasa Kanton)
  

Lebih dulu memperkenalkan homa minggu depan, hari minggu depan adalah tanggal 22 September, pukul 3 sore, yidam homa adalah Kalacakra. Kalacakra telah banyak diulas, Ia dihormati oleh keempat aliran Tantra, karena Ia juga sangat mulia. Kita semua tahu penekunan Kalacakra, juga banyak yang menerima abhiseka Kalacakra. Sekarang di dunia ini tidak ada seberapa orang membabarkan Kalacakra, sebagian besar adalah Rinpoche agung, sedangkan di dalam lingkup Orang Tionghua, saya tidak tahu apakah hanya saya seorang saja, mungkin ada orang lain, saya tidak tahu.

yidam homa kita hari ini adalah Simhamukha Dakini, yidam ini adalah salah satu dari 3 Dharmapala agung dalam Aliran Nyingmapa, disebut Senge Dongma atau Simhamukha Dakini. Selain itu, masih ada Ekajati Bhagawati (Asungma), satu lagi adalah Rahula, sedangkan Simhamukha Dakini berada dalam urutan pertama. Simhamukha Dakini tidak hanya merupakan Dharmapala agung pertama dalam Aliran Nyingmapa, Ia hampir merupakan Dakini terbesar. Asal-muasal-Nya juga adalah Prajnaparamita Bhagawati, Dharmakaya-Nya adalah Prajnaparamita Bhagawati, Sambhogakaya adalah Dorje Palmo Vajra Vahari, Nirmanakaya adalah Simhamukha Dakini. Saat Padmasambhava bertarung ilmu dengan 500 Tirthika, Simhamukha Dakini pernah membantu Padmasambhava, Simhamukha Dakini turun mengajarkan Padmasambhava sebuah Mantra Pembalik Simhamukha Dakini. Begitu Padmasambhava menjapa Mantra Pembalik Simhamukha Dakini, semua guna-guna yang dikirim oleh para Tirthika dikembalikan kepada mereka, mereka pun berubah menjadi menerima akibat dari perbuatan sendiri. Mereka mengguna-guna, sebaliknya melukai diri sendiri; tidak mengguna-guna masih tidak mengapa, begitu mengguna-guna, malah balik melukai diri sendiri, inilah Mantra Pembalik, mantra orang lain dibalikkan seketika. Mantra Pembalik ini sangat hebat, seketika 500 Tirthika binasa semua, Padmasambhava dapat memusnahkan 500 Tirthika karena Simhamukha Dakini. Minggu lalu saya telah memperkenalkan Simhamukha Dakini, namun, tidak menjelaskan betapa mulia diri-Nya, hari ini baru menjelaskan kemuliaan-Nya. Di dunia ini, apa hewan yang paling ganas? Yaitu singa! Singa paling ganas, kita sering bercerita sebuah lelucon, mengapa warga pribumi Afrika selalu mendapatkan juara pertama dalam lomba lari maraon? Karena mereka semenjak kecil sering dikejar singa, sehingga berlari sangat cepat, singa sangat ganas juga berlari sangat cepat. Saya juga pernah menceritakan sebuah lelucon, ada seseorang pamit dengan istri untuk pergi berburu harimau di Afrika. Sebenarnya, Afrika sama sekali tidak ada harimau, Afrika hanya ada singa. Kita tahu, jika kalian berkata pada istri, "Saya berburu harimau ke Afrika", tidak ada! Afrika tidak ada harimau, Afrika hanya ada singa, singa itu paling ganas.

Oleh karena itu, yidam yang satu ini menjelma menjadi Simhamukha Dakini, artinya Ia sendiri adalah Dakini yang paling ganas, juga Dharmapala yang paling ganas, jika berhasil menekuni yidam yang satu ini, tidak ada orang berani mengguna-guna Anda. Ada orang seharian sampai malam berkata, "Saya mungkin diguna-guna orang" "saya mungkin dimantrai orang", "saya mungkin dijebak orang", asalkan Anda japa Mantra Pembalik yidam ini, guna-guna apapun tidak ada lagi. Kelak, jika kalian diguna-guna, jangan memohon pada saya, kalian lekas menjadi donatur utama yidam ini, menerima abhiseka yidam yang satu ini, menjalin jodoh karma dengan yidam ini. Orang lain memantrai Anda apapun, Anda japa sebentar Mantra Pembalik, orang itu pun habis. Orang itu mengguna-guna, supaya kedua kaki Anda pincang, Anda japa sebentar Mantra Pembalik, ia langsung jatuh dari tempat tidur, ia pun pincang. Hebat sekali, tangan-Nya ada dua simbal, apa itu simbal? Yaitu gembrengan yang kita sebut semasa kanak-kanak, Anda kurung musuh di dalam simbal, mainkan beberapa kali, telinganya pun menjadi tuli, mainkan lagi beberapa kali, ketujuh lubang pun mengeluarkan darah, Ia memiliki kekuatan dahsyat semacam itu. Oleh karena itu, disebut dakini yang paling galak. Mudra Simhamukha Dakini lebih dulu rangkap dalam, ibu jari, jari tengah, dan jari kelingking ditegakkan. Mudra rangkap dalam, ibu jari, jari tengah, dan jari kelingking, seperti sebuah wajah singa, inilah mudra-Nya. Mantra-Nya, "A Jia Sa Ma. La Za Sa Da. La Sa Ma La Ya. Pei." Mantra pembalik-Nya, dulu saya pernah menjelaskan bagaimana menjapa mantra-Nya, dulu saya agak keliru, yang tahu akan tahu, yang tidak tahu tetap tidak tahu. Karena, itu harus ditransmisikan secara rahasia. Mantra Pembalik ini tergolong Mantra Pembalik yang ditransmisikan secara rahasia, bahkan Mantra Pembalik terlalu hebat, asalkan Anda menjapa Mantra Pembalik ini dengan sangat keras di tepi danau, Raja Naga di dalam danau pun akan mati. Oleh kerana itu, mantra mantra ini jangan di tepi air, jangan di tepi danau, jangan di tepi laut, jangan japa mantra ini, dengan kata lain, Anda japa mantra Simhamukha Dakini, paling baik adalah menjapa dalam hati, jangan menjapa dengan mengeluarkan suara, atau japa dengan suara kecil; menjapa agak keras saja bisa melukai, bisa melukai makhluk lain. Ada mantra, ada wujud-Nya, ada mudra, maka menjadi sadhana penekunan Yidam Simhamukha Dakini, TBF sudah ada Sadhana Penjapaan Yidam Simhamukha Dakini. Singa itu paling ganas, roh siluman apapun melihat singa juga kabur, hewan apapun melihat Simhamukha Dakini juga kabur, Ia adalah sesosok Dakini yang paling ganas, mudra-Nya adalah Mudra Raja Singa Pasti Menang, mudra raja singa yang pasti menang. Saya hanya pernah mendengar Wu Song memukul harimau, tidak pernah mendengar Wu Song memukul singa, oleh karena itu, singa masih lebih hebat daripada harimau. Inilah perkenalan Simhamukha Dakini.

Hari ini kita mengulas Sadhana Dzogchen. Saat kita menekuni Sadhana Yidam apapun, kita harus menata altar mandala, seperti di rumah kita ada altar mandala; menekuni Sadhana Dzogchen, asalkan Anda menekuni melihat cahaya, atau saat memahami hati dan menyaksikan Buddhata, sebenarnya tidak perlu altar mandala; menekuni Trekcho maupun Togal, tidak perlu altar mandala. Boleh dikatakan, di dalam Tantra, hampir semua sadhana membutuhkan altar mandala; namun, Anda menekuni Sadhana Dzogchen, menekuni Trekcho, menekuni Togal, Anda tidak perlu altar mandala. Mengapa tidak perlu altar mandala? Karena tubuh Anda sendiri adalah altar mandala. Oleh karena itu, tidak butuh altar mandala. Jika Anda menekuni Sadhana Dzogchen, benar-benar butuh altar mandala, Anda pun gantung thanka pohon sarana Aliran Nyingmapa, yaitu Padmasambhava di tengah, di atas adalah guru silsilah Sadhana Dzogchen, Buddha Sakyamuni di depan, 16 Arahat, 500 Arahat di sekeliling, di sebelah kanan dikepalai oleh Bodhisattva Manjushri, di sebelah kiri dikepalai oleh Sariputra, di belakang terdapat seluruh kitab Sutra Dzogchen, di bawah ada semua Dharmapala dan Daka/Dakini. Anda gantung thanka pohon sarana atau altar mandala Dzogchen, di tengah adalah Padmasambhava, pohon sarana Aliran Nyingmapa, itulah sebuah altar mandala Dzogchen. Namun, jika Anda tidak perlu menggunakan altar mandala, juga boleh. Keistimewaan Sadhana Dzogchen adalah, Anda tidak perlu mempersiapkan altar mandala, karena Anda sendiri adalah altar mandala, karena tubuh Anda sendiri adalah altar mandala, sadhaka sendiri adalah altar mandala, ada kekuatan semacam itu. Jangan salah, kadang-kadang keliru juga. Cerita sebuah lelucon keliru. Suami, istri tidur di atas ranjang, suami bersin, menyembur wajah istrinya, wajah istrinya penuh dengan bersin. Istri berkata, "Jika ada kondisi semacam ini, katakan dari awal." Tak lama kemudian, suami berkata, "Siap-siap!" Istri menerima pemberitahuan, ia buru-buru sembunyi di dalam selimut, alhasil suami malah buang angin. Bukan dibuang dari atas, tetapi dibuang dari bawah, ini adalah dua jalan. Di dalam Sadhana Dzogchen tidak perlu altar mandala, karena tubuh Anda adalah altar mandala. Bagaimana menata altar mandala? Cakra kening ada Vairocana, cakra tenggorokan Anda ada Amitabha, cakra hati Anda ada Akshobya Buddha, cakra pusar Anda ada Ratnasambhava Buddha, cakra kemaluan Anda ada Amoghasiddhi Buddha, kelima Buddha ini ada pada tubuh Anda, dan masih banyak yidam lainnya, seluruh tubuh Anda penuh dengan yidam, tubuh Anda adalah altar mandala. Mau melakukan persembahan apa? Anda makan adalah persembahan, makan nasi (Bahasa Indonesia), makan nasi (Bahasa Kanton), makan nasi (Bahasa Taiwan), makan nasi (Mandarin), breakfast, lunch, dinner (Bahasa Inggris: sarapan, makan siang, makan malam), bedtime snacks / meal (Bahasa Inggris: cemilan), semua adalah persembahan, Anda mempersembahkan tubuh Anda sendiri sama dengan mempersembahkan kepada seluruh Buddha Bodhisattva. Oleh karena itu, sebenarnya Sadhana Dzogchen juga tidak melakukan persembahan apapun.

Sadhana Dzogchen ada 3 postur melatih melihat cahaya, satu adalah postur singa (duduk gajah), postur gajah; jongkok, tangan ditaruh seperti ini (Mahaguru memperagakan siku menyentuh tanah menopang pipi), postur gajah; satu adalah postur singa, kedua telapak kaki saling menyatu menjadi sebuah segitiga, kedua tangan ditahan di atas tahan, atau ditahan di atas tempat duduk, seperti duduk seekor singa; postur duduk singa aalah kedua tangan ditaruh seperti ini, kedua kaki saling menyatu, itulah duduk singa; satu lagi adalah duduk dewa, dewa duduk seperti pengemis, dewa juga pengemis. Mengapa dewa adalah pengemis? Karena, dewa boleh duduk dalam postur apapun, yaitu mirip Mudra Enam Tungku Milarepa, namun, cukup kedua kaki menyatu ditempel di depan dada, kedua tangan memeluk kedua lutut ditempel di depan dada, ini disebut duduk dewa. Anda gunakan ketiga jenis cara duduk untuk melihat cahaya. Di masa yang akan datang, saya akan mengajari Anda semua, cahaya yang Anda lihat tergantung postur duduk Anda, menggunakan postur duduk tertentu untuk melihat cahaya tertentu. Karena, diri sendiri adalah altar mandala, oleh karena itu, sama sekali tidak ada altar mandala. Anda melihat cahaya masih perlu altar mandala apa lagi? Tidak perlu! Tadi malam, Mahaguru di Ling Shen Ching Tze Temple mengatakan, Mahaguru melihat cahaya, meihat sampai akhirnya, masih melihat cahaya apa lagi? Masih menonton film. Apa yang dimaksud menonton film? Bukankah Anda mau beli tiket menonton film di bioskop? No! Bukan! Saya melihat apa yang sedang dilakukan siswa itu? Saya pun berbaring di atas ranjang, selimut cukup menyelimuti sampai sini, mata dipejamkan, pikiran Anda diputar ke gelombang siswa itu, langsung muncul sebuah layar di depan mata, Anda pun bisa melihat apa yang sedang dilakukan siswa itu, kemudian melihat apa yang sedang dilakukannya. Selanjutnya, saya tidak melakukan metode ini lagi. Mengapa? Melihat terlalu banyak berita buruk, saya merasa tidak baik seperti ini. Mengapa? Mempengaruhi saya sendiri. Saya malam mau tidur, mau melihat siswa-siswa kesayangan saya, tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan? Alhasil, begitu mata melihat, ah! Muncul layar, ternyata ia sedang melakukan hal itu, oh Tuhan! Teriak histeris! Saya pun tidak bisa tidur. Selalu insomnia seperti ini juga tidak benar! Sekalian tidak melihat, saya berkata pada semua Buddha Bodhisattva, Kalian jangan mempertontonkan film pada saya, membiarkan saya menonton film, saya rasa tidak baik. Saya berkata tidak perlu lagi, saya tidak perlu menonton lagi. Pokoknya satu kata "Mata tidak melihat adalah bersih", mata Anda tidak melihat, semua orang adalah bersih, semua adalah Buddha Bodhisattva; mata Anda telah melihat, ternyata sangat yak (Bahasa Inggris: jijik). Biasanya di depan saya, ia tidak melakukan apa-apa, begitu pulang, kentut sembarangan, kentut tanpa henti, kemudian, tangan mengorek lubang hidung. Bahkan ada sebagian orang bangun pagi sangat menakutkan! Citra itu sangat menakutkan! Wah! Pagi-pagi sehabis batuk, saat datang, seluruh wajah seperti ini (Mahaguru memperagakan). Aneh, saat tidak ada orang, ia mati-matian seperti ini. Wah! Masih ada citra yang lebih menakutkan lagi, membuat Anda tidak habis menghitung, tidak habis melihat, begitu melihat menjadi insomnia. Buat apa melihat? Lebih baik tidak melihat. Kadang-kadang, saya juga bisa membaca berita, melihat cahaya bisa membaca berita. Tadi malam telah saya katakan, Ia memperlihatkan surat kabar pada saya, ada berita penting apa, surat kabar lebih dulu diperlihatkan pada saya. Ada beberapa judul utama lebih dulu diperlihatkan pada saya, Anda mau membaca tulisan kecil, juga bisa melihat tulisan kecil, mata dipejamkan, melihat tulisan timbul, apapun muncul -- membaca berita. Dulu, saya bisa melihat, sekarang, saya berkata pada Mereka, "Saya tidak mau lagi, selalu memperlihatkan saya berita buruk, berita baik Anda tidak lapor, khusus melaporkan berita buruk untuk diperlihatkan pada saya, setelah saya membacanya, saya pun sedih, timbul kerisauan. Mata tidak melihat adalah bersih, kalian jangan memberitahu saya, kalau sudah waktunya baru dipikirkan." Lebih baik tidak melihat, lebih baik tidak mendengar, lebih baik tidak bicara, kerisauan apapun tidak ada. Mata telah melihat, telinga telah mendengar, mulut telah bicara, apapun tidak bersih lagi. Mengapa harus diketahui di muka? Menjadi seorang pencerah sejati sudah cukup, Anda mencapai pencerahan sejati, Anda jangan melihat masa depan Anda, juga jangan melihat masa lalu orang lain, juga tidak melihat masa depan orang lain, cukup melihat yang sekarang, cukup pencerahan sejati. Sungguh, jika Anda memiliki mata ketiga, mata keempat, mata kelima, mata keenam, mata ketujuh, seluruh tubuh adalah mata juga belum tentu baik. Namun, jika Anda melatih diri Anda sendiri, jangan melihat yang di luar, itu boleh; Anda melihat yang di luar, pasti bukan hal baik. Anda memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain, berjalan-jalan bertemu seseorang, Anda langsung tahu di dalam hatinya sedang memaki Anda, dari penampilan ia tertawa-tawa! (Mahaguru memperagakan) Sebenarnya, hatinya sedang memaki Anda! Ia memaki Anda, mengapa Anda harus tahu? Anda lebih baik tidak tahu, malah nyaman! Anda mendengarnya memaki Anda, Anda malah tidak nyaman! Apa baiknya membaca pikiran orang lain? Sesungguhnya tidak baik, mengetahui hati setiap orang, mengetahui hati sebagian orang, itu baik untuk Anda. Anda tahu orang di dunia ini, tidak ada seberapa orang baik terhadap Anda, yang jahat terhadap Anda justru banyak, baik terhadap Anda sangat sedikit, Anda hidup di dalam penderitaan. Oleh karena itu, apa baiknya membaca pikiran orang lain? Apa manfaat dari daya gaib? Sedikit manfaat pun tidak ada. Anda cukup memahami diri sendiri, mengurus diri sendiri, menaklukkan diri sendiri. Oleh karena itu, biarlah 5 racun dari keserakahan, kemarahan, kebodohan, keraguan, dan kesombongan Anda sendiri berubah menjadi 5 jenis prajna, 5 jenis kebijaksanaan. Menekuni Sadhana Dzogchen dengan sendirinya bisa mengubah kelima racun, menjadi hal yang baik.

Baru saja, saat saya sedang melakukan persembahan, ada persembahan wijen hitam, saya mengambil wijen hitam, visualisasi banyak wijen hitam, kemudian visualisasi menjadi api, membakar wijen hitam, dengan kata lain, mengikis semua karma buruk Anda; semua karma buruk turun-temurun pada tubuh Anda dikikis. Persembahan kita juga ada wijen putih, apa kegunaan wijen putih? Yaitu membuat karma baik kita dapat meningkat, semua kebajikan yang dilakukan. Madu? Apa kegunaan madu? Yaitu semua kepahitan di dunia ini diubah menjadi manis, pahit menjadi manis. Ada lagi mempersembahkan bubuk cendana, bubuk cendana untuk memperagung Buddhaloka, membuat Buddhaloka menjadi agung. Ada lagi mempersembahkan benih, apa kegunaan benih? Benih adalah membuat tingkat pencapaian Anda meningkat. Karena Anda mempersembahkan benih, sehingga tingkat pencapaian Anda pun meningkat, tadinya Anda tingkat lima, menjadi tingkat tujuh, tingkat delapan, tingkat sembilan, disebut tingkat pencapaian meningkat. Mempersembahkan apa lagi? Daun teh. Mempersembahkan daun teh adalah meningkatkan bekal kita, yaitu air, daun teh mewakili air, meningkatkan kekayaan kita, bahkan meningkatkan bekal kita, agar bekal kita tercukupi, itulah mempersembahkan daun teh. Apa lagi? Mempersembahkan minyak, supaya masa depan Anda terang tak terbatas, di dalam hati ada terang, keserakahan, kemarahan, kebodohan, keraguan, dan kesombongan, semua disingkirkan. Kita mempersembahkan barang-barang tersebut sebaliknya mengubah 5 racun menjadi 5 macam kebijaksanaan, di dalam hati kita ada terang, Anda pun tidak curiga, tidak ada keraguan. Anda ada keraguan artinya di dalam hati Anda masih ada kegelapan. Anda mempersembahkan pelita adalah supaya hati Anda terbuka, terang tanpa batas. Kadang-kadang mempersembahkan pelita, artinya kelak prestasi belajar anak-anak terang tanpa batas, setiap kali ujian selalu mendapatkan juara 1. Ia mempunyai arti tersendiri, lima racun berubah menjadi lima macam kebijaksanaan, Buddha sendiri memiliki 5 macam kebijaksanaan, yaitu berubah seperti ini; persembahan kita juga merupakan pengalihan, juga membantu kita mengalihkan.

Kita melihat Buddha, melihat alam Buddha, sebagian besar dilihat setelah meninggal dunia; banyak sadhaka yang menekuni Eksoterik, Esoterik, juga baru bisa melihat Buddha muncul pada saat bardo. Anda biasanya terus menjapa mantra-Nya, menjapa nama-Nya, membentuk mudra-Nya, visualisasi wujud-Nya, Anda pun tidak melihat, banyak orang tidak merasakan. Namun, saat Anda bardo, saat Anda menjadi roh dan hampir meninggal dunia, Ia pun muncul. Ini maksudnya saat manusia menjelang wafat, baru dapat melihat kemampuan melatih diri sehari-harinya. Anda terus menjapa, "Om! A Mi Die Wa. Xie." Anda visualisasi Amitabha, kemudian Anda khiang khiang khiang (liuyin), kita setiap hari khiang khiang khiang, (Mahaguru menyanyikan) "Namo Amituofo, Namo Amituofo, Namo Amituofo, Namo Amituofo..." ktia sering menjapa Buddha, dulu saya japa, "Amituofo, Amituofo, Amituofo, Amituofo, Amituofo, Amituofo, Amituofo, Amituofo..." Anda terus menyebut nama-Nya, pikiran bervisualisasi seluruh angkasa, berubah menjadi sesosok Amitabha. Saya setiap hari saat melakukan pradaksina, mulut saya menjapa satu nama Buddha, namun, mata saya melihat sesosok Amitabha di tengah angkasa. Jika Anda menekuni Sadhana Dzogchen, semasa hidup Anda pun melihat, tidak perlu meninggal dunia baru melihat. Namun, ada orang yang tidak mampu, harus meninggal dunia baru melihat, karena tidak melatih melihat cahaya, oleh karena itu, harus meninggal dunia baru melihat, ketika cahaya Anda muncul, baru melihat cahaya-Nya, mata Anda baru melihat mata-Nya. Itu sebabnya, melatih Sadhana Dzogchen, tidak perlu meninggal baru melihat, Anda akan melihat Buddha semasa hidup.

Ada sebuah lelucon, suatu hari seekor anjing hitam dan kelinci putih bersama-sama pu (buang air besar) di dalam semak, selesai urusan, anjing hitam bertanya pada kelinci putih, "Apakah Anda keberatan kotoran saya mengotori bulu putih Anda?" Keinci putih menjawab, "Saya tidak keberatan." Anjing hitam berkata, "Alangkah baiknya." Anjing hitam pun menangkap kelinci putih dan menggosokkan ke bokongnya. Maksudnya, sebelum kita meninggal dunia, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, setelah manusia meninggal dunia baru tahu apa yang akan terjadi. Orang yang belajar Buddha, kita belajar Sadhana Dzogchen, jika semasa hidup dapat melihat cahaya, ketika ccahaya berkumpul maka menjadi sesosok Amitabha! Setiap malam, Mahaguru bersama-sama melakukan pradaksini bersama Anda semua, sehabis makan, sikat gigi, turun loteng, keluar lalu mulai melakukan pradaksina. Jangan melihat saya hanya melakukan pradaksina seperti ini, saya sama-sama menjapa Buddha, namun, mata saya melihat angkasa, di tengah angkasa ada sesosok Amtiabha di sana, Ia adalah tubuh maya, bukan tubuh fisik, yaitu Amitabha tubuh maya, Ia memiliki garis wajah, wujud, mata, daging di atas kepala, pancaindera, tubuh, di depan dada ada sebuah aksara Svastika, tangan memegang teratai emas, satu tangan lagi mudra memberi yang menyeberangkan insan, sesosok Amitabha seperti ini muncul di tengah angkasa. Sambil menjapa mantra, sambil berjalan, sambil memandang-Nya, kemudian Ia pun turun di badan saya, seluruh badan saya pun dipancari oleh sinar Buddha, terasa masuk ke dalam tubuh saya, terasa. Menjapa Buddha hingga kondisi seperti ini, berarti hampir sukses. Semasa hidup telah melihat, tidak perlu setelah meninggal dunia baru melihat. Lagipula, setelah meninggal dunia baru melihat Buddha, barangkali sangat sulit juga, karena mulut Anda menjapa Buddha, hati sedang memikirkan istri, mulut menjapa Namo Amituofo, yang dipikirkan dalam hati adalah istri saya. Bagaimana? Apa boleh buat, khayalan berterbangan, saat menjelang wafat, khayalan Anda masih berterbangan, setelah meninggal dunia, bahkan Buddha pun tidak terlihat! Kemudian bertumimbal lahir di enam alam kehidupan.

Saat menjapa Buddha, harus memfokuskan pikiran, Anda boleh visualisasi Buddha, mulut boleh menjapa Buddha, mulut menjapa Buddha, pikiran pada Buddha, visualisasi Buddha, ini baru benar-benar kunci menjapa Buddha. Oleh karena itu, jika melatih diri benar-benar ada kemampuan, semasa hidup bisa melihat Buddha, tidak perlu setelah meninggal dunia baru melihat. Itu sebabnya, menekuni Sadhana Dzogchen dapat memiliki kemampuan demikian. Di sini ada sebuah lelucon seekor anjing, Along kebetulan sedang mau menyeberang jalan, melihat seeorang buta membawa anjing penuntun buta juga mau menyeberang jalan, tak disangka saat lampu hijau, anjing itu tidak hanya tidak membawa tuannya menyeberang jalan, bahkan kencing di celana tuannya, si buta itu malah memasukkan tangannya ke dalam sakunya, memberikan sekeping biskuit untuk anjing. Along sangat terkejut berkata pada si buta, "Jika itu adalah anjing saya, saya pasti akan menendang pantatnya." Si buta menjawab dengan pasti, "Benar! Saya mau menendangnya, akan tetapi, saya mesti menemukan dulu kepalanya." Si buta tidak bisa melihat, namun, ia mampu memberikan biskuit kepada anjing, ia pun tahu kepala anjing ada di mana, tubuh anjing di mana, ia langsung tahu, itu adalah sebuah cara. Saya mengajarkan Anda semua menjapa Buddha, menjapa Buddha walaupun tidak melihat BUddha, namun, Anda boleh visualisasi Buddha di hadapan Anda, ANda boleh menjapa nama Buddha-Nya, Anda boleh membayangkan Buddha! Anda pun tidak akan berkhayal. Bagi saya, saya tidak akan berkhayal. Jika ANda tidak memandang Buddha, Anda pun akan berkhayal, khayalan berterbangan, walaupun mulut menjapa Buddha, sebenarnya Anda sama sekali tidak memikirkan Buddha, yang satu ini sangat penting. Oleh karena itu, saya mengajari Anda cara seperti ini, Anda mesti melihat Buddha, visualisasi Buddha, mesti menjapa Buddha seperti ini, dari pikiran, akan ada wujud Buddha di dalam, terpatri di dalam pikiran Anda, dengan demikian, perlahan-lahan karma baik pun meningkat, kelak setelah Anda meninggal dunia, pasti akan melihat Buddha muncul. Atau, Anda melatih Togal, Anda melihat cahaya, lebih baik melihat cahaya muncul.

Penekunan Sadhana Dzogchen, cepat atau tidak? Benar-benar cepat, seperti Pertapaan Hitam dari Sadhana Dzogchen, juga ada Sadhana Tujuh Hari Mencapai Kebuddhaan, namun, bukan setiap 7 hari pasti berhasil, bukan Anda tahu Sadhana Dzogchen ada cara Pertapaan Hitam maka boleh mencapai kebuddhaan dalam 7 hari. Kemudian, Anda pun memasuki Pertapaan Hitam, hanya menggunakan sebuah pelita, sekelilingnya adalah gelap, dikurung di dalam selama 7 hari, hanya memandang sebuah pelita tersebut, hanya mengamati pelita tersebut, kemudian pelita itu dimasukkan ke dalam tubuh kita sendiri, diri sendiri juga berubah menjadi pelita tersebut, kemudian memancarkan cahaya. Namun, tidak setiap orang dapat berhasil menekuni Sadhana 7 Hari Mencapai Kebuddhaan. Namun, benar-benar ada Sadhana 7 Hari Mencapai Kebuddhaan, dan Sadhana 7 Hari Mencapai Kebuddhaan merupakan Sadhana Tantra tercepat. Sadhana Tantra biasanya lebih lambat, harus mengerti kontak yoga, harus meminjam jodoh yidam untuk kontak yoga, begitu Anda kontak yoga dengan yidam, yidam akan berada di sekeliling Anda kapan pun. Metode Togal adalah Anda memandang cahaya, selama 7 hari Anda memandang cahaya, yaitu cahaya pelita, hanya sebuah cahaya pelita, memandang sampai akhirnya, seluruh ruangan dipenuhi oleh cahaya, melihat sekujur tubuh kita adalah cahaya. Saat itu, sekujur tubuh Anda pun adalah mata, Anda pun bisa melihat segalanya. Itu merupakan metode yang sangat mudah dan sangat cepat, tidak akan selambat itu. Kita menekuni Sadhana Yidam, hari ini banyak Acarya menekuni Sadhana Yidam, banyak Bhiksu Lama juga menekuni Sadhana Yidam, Dharmacarya juga menekuni Sadhana Yidam, banyak orang menekuni Sadhana Yidam. Hingga sekarang, yang tidak mencapai kontak yoga, masih sangat banyak; bahkan ada yang belum mencapai kontak yoga dengan Guru. Selama belum mencapai kontak yoga dengan Guru, sradha masih bisa mundur; asal telah mencapai kontak yoga dengan Guru, sradha orang ini pasti tidak akan mundur; telah kontak yoga dengan Sadhana Yidam, sradha juga tidak akan mundur, karena Anda telah merasakan Mahaguru sering mengabhiseka, memberkati, sradha Anda makin lama makin kuat, sradha mana mungkin bisa mundur? Jika Anda sendiri telah kontak yoga dengan Yidam, sama seperti Mahaguru, Yidam dan saya telah kontak yoga, saya mengundang Yidam, Yidam kapan pun datang! Mengapa sradha masih bisa mundur? Sradha tidak mungkin mundur! Tidak akan tempat untuk mundur! Saya mundur ke belakang, Yidam saya juga di belakang; saya berjalan ke depan, Yidam juga di depan; saya berjalan ke kanan, Yidam pun di kanan; berjalan ke kiri, yidam pun di kiri. Ke mana pun saya pergi, Yidam pun ikut ke sana, sradha mana mungkin bisa mundur? Sradha bisa mundur itu artinya sama sekali tidak kontak yoga, itu palsu! Jika Anda menjadi acarya, tidak kontak yoga dengan yidam, tetap palsu! Jika Anda menjadi Bhiksu Lama, tidak kontak yoga dengan yidam, Anda juga palsu! Bukan Bhiksu Lama sejati! Prinsip yang sangat sederhana, siapapun yang mundur sradhanya, pasti palsu. Jika sejati, tidak mungkin mundur, karena begitu berdoa pasti ada; begitu mengundang pasti ada; begitu merindukan pasti ada. Mana mungkin mundur? Tidak ada tempat untuk mundur! Sekalipun dimaki mati-matian oleh orang lain, saya juga tidak ada tempat untuk mundur, benar tidak? Saya sering menyampaikan sebuah lelucon, jika dimaki orang seperti ini, seratus Sheng-yen Lu bunuh diri pun tidak cukup, karena sekalian tidak bunuh diri. Yang memaki saya terlalu banyak. Orang lain memaki satu, Anda pun bunuh diri? Seperti rekan sekampung dari Penghu, kakek saya imigrasi dari Fujian ke Penghu, kemudian dari Penghu imigrasi ke Jiayi, oleh karena itu, saya di Penghu juga ada akar, mengapa? Saya adalah orang  Xiyu Township, Penghu County, Taiwan (R.O.C.), leluhur di sana, ketika kakek saya belum pindah ke Xiyu, saya masih Orang Penghu. Penghu juga ada seorang konglomerat bernama Bai Wenzheng, ia dimaki sekali oleh Next Magazine, ia pun kembali ke kampung halamannya sendiri, Penghu, dari jembatan Penghu yang terindah, loncat ke laut bunuh diri. Ia dimaki sekali sudah loncat ke laut bunuh diri, sedangkan saya dimaki berkali-kali, seharusnya ada seratus Sheng-yen Lu loncat ke laut bunuh diri!?

Kembali ke jembatan Penghu loncat ke laut bunuh diri. Namun, tidak ada 100 Sheng-yen Lu, sekalian tidak loncat. Tidak loncat, hidup lebih bahagia, jika loncat berarti masuk jebakan, karena ia berharap Anda mati, Anda masih ikut? Jika Anda benar-benar habis, membuat hatinya makin senang, apakah Anda meninggal dunia dapat menunjukkan bahwa Anda tidak bersalah? Anda tetap saja bersalah! Anda loncat ke Sungai Huang pun tidak bisa membersihkan nama Anda! Apa gunanya bunuh diri? Jangan sekali-kali bunuh diri. Harus diuji! Mari kita semua menguji perlahan-lahan! Pokoknya, cukup saya seorang Sheng-yen Lu saja, saya akan hidup dengan bahagia. Bagaimanapun Anda menguji saya, di neraka ada sebuah ujian yang sangat hebat, vajra diasah di atas kepala Anda, apa yang dimaksud Vajra? Pisau tajam! Pisau yang sangat tajam mengasah tengkorak kepala Anda selapis demi selapis, diasah hingga Anda sakit setengah mati. Ada neraka semacam ini! Sangat tragis mengasah Anda. Aduh? Guntur bergemuruh, tidak apa-apa, biarkan saja ia mengasah! Karena mereka adalah vajra, kita juga vajra, semakin diasah semakin terang.

Menekuni Sadhana Dzogchen, tidak hanya bisa menyaksikan sendiri Buddha, juga bisa menyaksikan sendiri alam Buddha. Karena cahaya muncul, apapun muncul, tidak ada benda yang tidak muncul, alam Buddha muncul semua, semua Buddha muncul, semua alam Buddha juga muncul. (Guntur bergemuruh) Lihatlah, terus-menerus mengatakan yes, yes, yes, yes, yes, yes, yes... ini adalah jodoh. Ada seekor gorila hitam tidak sengaja menginjak kotoran primate, primate ini sangat lembut dan sangat cermat membantu gorila hitam menyeka, alhasil, keduanya saling jatuh cinta. Orang lain pun bertanya, "Bagaimana Anda gorila hitam bisa menjalin kasih dengan primate?" Gorila hitam menyesalkan, "Aduh! Jodoh! Jodoh! Semua adalah jodoh. (Jodoh, homonim dengan kotoran primate)" Tadi guntur bergemuruh, merupakan jodoh kontak yoga antara langit dan saya, benar-benar jodoh. Hari ini saya berjodoh dengan Yaochi Jinmu, Yaochi Jinmu kontak yoga dengan saya; saya berjodoh dengan Amitabha, kontak yoga dengan Amitabha; saya berjodoh dengan Bodhisattva Ksitigarbha, kontak yoga dengan Bodhisattva Ksitigarbha. Masih takut apa? Anda tidak perlu takut, melakukan hal apapun, Anda ada yidam, ada Buddha, ada Dharmapala, Anda masih takut apa? Apapun tidak perlu takut! Tidak gentar! Anda menekuni Sadhana Dzogchen, asalkan Anda terang, segala Buddha Bodhisattva di sekeliling Anda. Anda melakukan hal apapun, semua kontak yoga, bukankah sangat baik? Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan, semua bersama-sama yidam, apapun yang kita lakukan, ada Buddha Bodhisattva di tengah angkasa memandang Anda, di sinilah pahala dan manfaat menekuni Sadhana Dzogchen. Anda bisa melihat terang, juga merupakan metode mencapai kebuddhaan yang tercepat, Anda juga bisa menyaksikan sendiri Mahapadminiloka, melihat alam sinar lazuardi di timur, melihat Sukhavatiloka Barat, melihat semua alam Buddha yang sempurna, semua alam Buddha muncul di hadapan Anda, Anda bisa melihat. Semua ini bukan penipuan, bukan menipu orang dengan cara-cara penipuan. Anda mencapai kontak yoga tetap mencapai kontak yoga, tidak mencapai kontak yoga tetap tidak mencapai kontak yoga, tidak bisa bohong. Jika Anda ada kontak yoga, sradha Anda pasti tidak akan mundur; Anda tidak mencapai kontak yoga, Anda berbohong, sradha pasti akan mundur. Suatu hari, Xiaoming melihat Xiaohua membawa sebuah cermin berdiri di tepi danau mengarahkan cermin ke danau, Xiaoming bertanya pada Xiaohua, "Apa yang kamu lakukan di sana?" Xiaohua berkata, "Saya sedang memancing ikan." Xiaoming bertanya, "Bisakah memancing ikan dengan cermin?" Xiaohua menjawab, "Benar! Ini adalah sebuah cara baru memancing ikan, bisa kaya raya." Xiaoming pun berkata, "Bolehkah kamu memberitahukan saya metode ini?" Xiaohua menjawab, "Boleh! Kamu berikan saya 100 dolar, saya beritahu Anda." Xiaoming pun menyerahkan seratus dolar kepada Xiaohua. Xiaohua berkata, "Baik, metodenya adalah seperti ini, kamu hadapkan cermin ke permukaan air, cahaya terpancar terang, terang di atas cermin memancar ke ikan, ikan melihat cahaya yang sangat terang masuk, ikan pun akan pusing karena terkejut, kamu pun bisa meraup ikan." Xiaoming berkata, "Sembarangan, cara seperti ini mana bisa memancing ikan? Kamu berhasil memancing berapa ekor?" Xiaohua berkata, "Hari ini, kamu adalah yang kelima." Ini penipuan! Benar tidak? Menangkap ikan dengan cermin, penipuan! Tidak bisa, hal apapun harus jujur, tidak perlu bohong. Mengarahkan cermin ke ikan, ikan akan pusing? Namun, ada seseorang menangkap ikan dan udang dengan tangan, ikan dan udang akan pusing. Aneh sekali! Anda percaya atau tidak? Laoda datang tidak? Acarya Lianhuo! Sebelum kami imigrasi ke Amerika, kami berdua, dan ada beberapa orang lagi, berenang di Sungai Tou Bian Keng, asalkan tangan Acarya Lianhuo dijulurkan di samping udang, udang pun diam, tidak akan lari, begitu tangkap langsung tertangkap. Bahkan ikan berenang di sana, asalkan tangan Acarya Lianhuo menangkap ikan, ikan pun akan pusing, kemudian tertangkap. Acarya Lianhuo memiliki kemampuan demikian. Bertanya padanya mengapa memiliki kemampuan demikian, ia mengatakan telapak patah, telapak patah menghasilkan semacam kekuatan, asalkan ia meraba udang itu, udang pun menurut, pusing, ada kejadian semacam ini. Namun, mengarahkan cermin pada ikan, ikan akan pusing, kemudian terapung supaya Anda tangkap, tidak ada kejadian demikian, jangan asal percaya.

Ada sebuah lelucon lagi, ada seorang bernama Nini, kita sebut Zeng Yani juga Nini, Nini suatu hari pergi ke kebun binatang memberi makan monyet, ia melempar kacang tanah kepada monyet. Di antaranya, ada seekor monyet, setiap kali akan memasukkan kacang tanah ke dalam bokongnya, kemudian dimakan. Nini merasa monyet ini sangat menjijikkan, ia pun bertanya pada manajer, "Mengapa monyet itu memiliki perilaku yang sangat aneh?" Manajer menjelaskan, "Karena tahun lalu ada orang melempar sebuah persik untuk dimakannya, alhasil biji buah persik itu terlalu besar, tidak dapat keluar dengan lancar di bokong monyet, alhasil mencelakakannya. Oleh karena itu, ia sekarang memasukkan makanan ke dalam bokong untuk diukur, dipastikan bisa dikeluarkan baru berani dimakan." Sebenarnya, ini tidak masuk akal, namun, juga ada sangkut paut dengan kontak yoga, asalkan kita telah kontak yoga, apapun bisa; kita tidak kontak yoga, apapun tidak bisa. Oleh karena itu, kita melatih diri, harus mencapai kontak yoga. Mari cerita sebuah lelucon lagi, istri bertanya pada suami, "Akhir-akhir ini kamu sering mengigau, bahkan mengeluhkan tentang diri saya, memaki saya." Suami bertanya, "Apakah kamu yakin itu mengigau?" Benar-benar telah kontak yoga, maka itu bukan mengigau. Om Mani Padme Hum.

來源:Rainbow Temple