Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2013 > 2013-09-08 Menekuni Dzogchen Ibarat Bayi yang Tidak Memikirkan Hidup dan Mati Ibarat Pengemis yang Tidak Menguatirkan Kondisi


2013-09-08 Menekuni Dzogchen Ibarat Bayi yang Tidak Memikirkan Hidup dan Mati Ibarat Pengemis yang Tidak Menguatirkan Kondisi
Menekuni Dzogchen
Ibarat Bayi yang Tidak Memikirkan Hidup dan Mati
Ibarat Pengemis yang Tidak Menguatirkan Kondisi


Ceramah Ke-25 Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Homa Jambhala Kuning tanggal 8 September 2013  di Rainbow Temple

Pertama-tama kita hormat dan sembah puja pada guru silsilah, sembah puja pada Bhiksu Liaoming, sembah puja pada Guru Sakya Dezhung, sembah puja pada Gyalwa Karmapa XVI, sembah puja pada Guru Thubten Dhargye, sembah puja pada Triratna mandala, sembah puja pada adinata homa Jambhala, sembah puja pada Para Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, Dakini, dan para dewa yang hadir hari ini.

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung hari ini adalah akuntan TBF Sdri. Teresa and her husband, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng CTI Sdri. Xu Ya-qi, dr. Zhou Heng, dan dr. Li Guilin.
  

Pertama-tama, perkenalkan adinata homa minggu depan 15 September pukul 3 sore Dakini Simhamukha, Dakini Simhamukha adalah Dharmapala agung aliran Nyingmapa, Aliran Nyingmapa adalah aliran merah, di bumi Tibet, kita sebut aliran merah sebagai aliran tua. Ketika Padmasambhava baru tiba di Tibet untuk membabarkan Dharma, Ia paling dihormati di seluruh bumi Tibet, sama halnya dengan seorang guru sesepuh terbesar aliran merah. Membawa Khatvanga, yaitu trisula 3 tengkorak, ada Padmasambhava, ada Dorje Palmo Vajravahari, selain itu adalah Dakini Simhamukha. Selain tiu, masih ada banyak Dakini juga memegang Khatvanga. Dakini Simhamukha adalah penjelmaan seorang Dakini, namun, merupakan sesosok Dharmapa yang sangat galak, sangat dahsyat, oleh karena itu, dalam Aliran Nyingmapa disebut sebagai salah satu dari 3 Dharmapala agung, satu adalah Dakini Simhamukha, satu adalah Bhagawati Ekajati, satu adalah Rahula, ketiganya adalah 3 Dharmapala agung dalam Aliran Nyingmapa. Yang menekuni Dharmapala, jika menekuni Dakini Simhamukha, sangat bermanfaat, bahkan sangat terhormat, bagi kita juga paling bermanfaat. Hari Minggu depan adalah homa Dakini Simhamukha. Yidam yang satu ini sama dengan titisan Dorje Palmo Vajravahari, jika Anda kontak yoga dengan yidam yang satu ini, maka dapat kontak yoga dengan Dorje Palmo, selanjutnya juga dapat kontak yoga dengan Padmasambhava. Maka, jika Anda menekuni yidam Padmasambhava, Dharmapala Padmasambhava adalah Dakini Simhamukha, yang satu ini sangat penting, kalian semua ingat. Dakini Simhamuka sangat dahsyat, sehingga disebut sebagai salah satu dari 3 Dharmapala agung aliran Nyingmapa.

Hari ini kita mengadakan homa Jambhala, Dakini Simhamukha juga datang, Bodhisattva Avalokitesvara berjubah putih juga datang. Selain itu, Dharmapala agung pertama Tibet, yaitu Nechung Kuten juga datang (Dharmapala Nechung, Bahasa Tibet: Nechung Kuten, Bahasa Inggris: Nechung Oracle, diterjemahkan menjadi Dharmapala Nechung, dukun tradisional Tibet, menetap di dalam Naiqung Gonba, tergolong Aliran Nyingmapa, menjadi medium khusus untuk Dalai Lhama. Dharmapala akan menempel di badannya, memberikan ramalan untuk Dalai Lhama, dijadikan pengambilan keputusan untuk Beliau dalam aspek agama dan politik. Dalam sejarah, Dharmapala Nechung pernah diutus oleh Dalai Lhama kelima (1617-1682) sebagai dewa Kashag, cukup berpengaruh dalam kebijakan politik Kashag, sehingga menduduki posisi politik dan agama yang sangat penting. Dharmapala Nechung dianggap sebagai salah satu dari 4 Dharmapala agung, 3 Dharmapala lainnya terdiri dari Dharmapala Ram dari Temple Ram, Dharmapala East Karma dari Temple East Karma, Dharmapala Samye dari Samye Monastery) Dharmapala Agung Nechung jarang muncul di bumi Han, karena Ia adalah Dharmapala agung pertama di bumi Tibet. Mereka setiap kali memberikan petunjuk peristiwa besar, memohon kehadiran Dharmapala Nechung. Seperti pemerintah Tibet, saat ada peristiwa besar dalam politik dan agama Tibet yang perlu meminta petunjuk, semua meminta petunjuk Dharmapala Nechung. Hari ini Dharmapala Agung Nechung juga datang, juga Pancadhyani Buddha juga datang. Saat menekuni Jambhala, titik berat yang terpenting adalah mengundang Pancadhyani Buddha, kita visualisasi Jambhala di tengah, Pancadhyani Buddha di atas, kemudian Pancadhyani Buddha memancarkan cahaya memberkati Jambhala, supaya penderitaan Jambhala disingkirkan; mulut tikus pusaka-Nya akan terbuka, benda yang kita butuhkan terus keluar dari mulut tikus pusaka, di sinilah bagian yang terpenting. Ketika Pancadhyani Buddha selesai mengabhiseka Jambhala, karena Anda juga mengundang Pancadhyani Buddha, Anda juga mengundang Pancadhyani Buddha memberkati diri sendiri, ini sangat baik. Mengapa? Cahaya Pancadhyani Buddha mengabhiseka Anda, juga mengabhiseka Jambhala, Anda sama halnya telah mendapatkan keuntungan, mumpung saat mengabhiseka membersihkan Jambhala, juga membersihkan Anda sadhaka, ini berarti berutung.

Hari ini kita membahas Jambhala, dulu saya pernah membahas tentang Sadhana Jambhala, di dalam Agama Buddha, Jambhala adalah Empat Raja Langit atau titisan dari Vaisravana, Empat Raja Langit adalah Dhrita-rastra, Vidradhaka, Vaisravana, dan Virapaksa. Mereka lebih dekat kita, lebih dekat dunia manusia, kita mau memohon pada-Nya untuk menambah kekayaan, menambah bekal, menambah semua pahala kita, walaupun saat ini, Anda tidak kaya, sebagian besar umat Zhenfo Zong True Buddha School kita adalah orang yang kurang mampu, tentu saja ada pengusaha besar, namun, pengusaha besar tersembunyi di dalam, tidak bicara. Akan tetapi, sebagian besar, tidak boleh dikatakan miskin! Yaitu keluarga biasa. Bagaimana kita menambah bekal kita, menambah kekayaan kita? Pertama, ktia harus ingat memberikan persembahan kepada raksasa. Saat kita memberikan persembahan amrta, "Garuda, Raksasa dan Hariti, para makhluk halus di padang belantara, amrta memenuhi", Raksasa dan Hariti itu terpisah. Karena kerabat di sekitar Empat Raja Langit, sebagian besar adalah Raksasa, sehingga kita memberikan persembahan kepada Raksasa, sama halnya memberikan persembahan kepada Jambhala, memberikan persembnahan kepada dewa rejaki. Asalkan kita dapat mengerti memberikan persembahan kepada Raksasa, Jambhala langsung mendapatkan manfaat, Ia akan suka pada Anda, Anda pun akan memiliki bekal, seperti akan menambah uang lembur Anda, jika Anda adalah orang kantoran, jabatan akan naik, satu demi satu, jabatan akan membaik, gaji akan terus bertambah. Oleh karena itu, ada uangn lembur, uang makan, justru karena Anda bekerja, tidak makan siang, sehingga perusahaan memberikan Anda uang makan, bahkan memberikan Anda gaji berlipat ganda. Jika Anda bukan orang kantoran, usaha akan terus membaik; jika buka perusahaan, order akan berkelimpahan, justru begitulah meningkatkan bekal kita. Atau, ketika sedang berjalan, juga akan memungut berlian. Benar tidak? Atau, Anda tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang, Anda beli lotere juga bisa menang. Umat Zhenfo Zong kita ada yang menang lotere, seperti Lianhua Suomai, dan lain-lain, mereka pernah menang lotere, ada beberapa orang pernah menang lotere. Ada sebagian pernah menang lotere tidak berani cerita, hanya saat Mahaguru jamah kepala, diam-diam berkata, "Mahaguru, saya telah menang lotere." Saya berkata, "Baiklah! Apa yang Anda persembahkan?" Kebetulan Festival Perahu Naga, ia pun mempersembahan sebuah bacang. Lumayan! Yang penting ada, hanya sedikit niat! Orang lain telah menang lotere, semua sangat baik.

Konon ada sebuah tempat, sebuah taman (Crater of Diamonds State Park, Arkansas, USA), dulu adalah penghasil berlian. Taman apa? Pernahkah kalian melihat disiarkan di televisi? Ada orang di dalam taman itu, sembarangan mengambil sebongkah tanah, sebongkah tanah ini sangat keras, kemudian tanah ini digosok sebentar, hah? Benda yang berkilauan, alhasil adalah berlian 5 karat. Taman itu juga ada sebuah aturan, asalkan kita memungut berlian di dalam taman ini, maka menjadi milik kita, berhasil memungut sebuah berlian 5 karat! Jangan-jangan ia menekuni Sadhana Jambhala sehingga memungut berlian. Benar-benar ada orang memungut berlian, kejadian baru-baru ini. Apakah tidak ada di antara kalian membaca berita? Yang pernah membaca berita, silahkan angkat tangan. Di surga, Raja Langit adalah yang paling kaya, di bumi, Dewa Gunung, Prithivi adalah yang paling kaya, di air, Raja Naga adalah yang paling kaya. Kita memohon pada Empat Raja Langit, pasti ada fungsi melindungi. Hari ini kita menjadi donatur utama Jambhala, di sini saya merestui Anda semua, semoga bekal meningkat, bekal bertambah, bekal terpenuhi, bekal terpuaskan, setelah mendapatkan kekayaan Dharma, kemudian berdana kepada para insan. Semoga kita setiap orang mendapatkan berkah. Kunci menekuni Yidam Jambhala adalah lebih dulu "berdana berkah adalah penyebab melindungi kekayaan", yakni kita harus berdana. Seperti bhiksu berceramah kepada kita semua, ini juga sebuah "berdana"; kita memberikan persembahan kepada para makhluk halus, memberikan persembahan kepada Raksasa, juga sebuah kata "berdana". Kita harus lebih dulu melakukan "berdana", kemudian baru ada penyebab "berdana", baru dapat mendapatkan kekayaan, yang satu ini sangat penting. Seperti berdana materi, berdana Dharma, berdana abhaya, semua sangat penting.

  

Kita bahas lagi Trekcho dan Togal. Bicara tentang Togal, bukankah saya mengatakan, apakah itu semacam sinar? Kita bisa melihat sianr matahari, melihat sinar bulan, juga bisa melihat sinar lampu, selain itu, juga bisa melihat semacam sinar, disebut "sinar warna-warni". Namun, saat melihat sinar warna-warni, mata harus ditutup, ini lebih khusus. Ada orang bertanya pada Mahaguru, "Mahaguru, mengapa tubuh manusia dapat berubah menjadi cahaya, mungkinkah?" Saya berkata, tubuh manusia adalah cahaya. Kalian tahu Buddha Bodhisattva memiliki cahaya, benar tidak? Buddha Bodhisattva memiliki cahaya kepala, memiliki cahaya punggung, memiliki cahaya tubuh, telapak-Nya ada cahaya telapak. Yang terpenting adalah ada dua bagian yang bisa bercahaya, satu adalah cahaya kepala, satu adalah cahaya telapak, dan cahaya yang terpancar dari seluruh tubuh. Lantas, mengapa manusia bercahaya? Karena manusia adalah Buddha Bodhisattva masa depan, oleh karena itu, sama-sama memiliki sinar, orang itu pun bertanya, "Bagaimana mengubah tubuh sendiri menjadi cahaya?" Cahaya dalam tubuh manusia, benar-benar ada, sepengetahuan saya, tubuh manusia adalah kombinasi dari tanah, air, api, angin, dan udara, tanah adalah sinar kuning, air adalah sinar hijau; api adalah sinar merah; angin adalah sinar putih; udara adalah sinar biru, ada bedanya. Otot dan tulang kita, memancarkan sinar kuning; kadar air dalam tubuh kita, memancarkan sinar hijau; suhu badan kita, memancarkan sinar merah; napas kita, memancarkan sinar putih; kesadaran unya kita, yaitu Tathagatagarbha, memancarkan sinar biru. Oleh karena itu, tubuh kita sendiri itu bercahaya, bukan tidak bercahaya. Sebenarnya, tidak hanya tubuh manusia yang bercahaya, termasuk dedaunan pun bercahaya, dedaunan asalkan hidup, Anda menggunakan kamera khusus memotretnya, dedaunan pun menghasilkan cahaya, karena dedaunan itu hidup. Ada lagi, bahan tambang memiliki medan gaya, juga dapat bercahaya. Ada cahaya yang tak terhingga sedang terpancar di dunia ini, termasuk cahaya tubuh Anda sendiri, juga ada cahaya sedang terpancar, inilah sebabnya dapat berubah menjadi 5 jenis cahaya.

Dunia ini sangat aneh, kita makan benda berwarna hijau, seperti makan kacang hijau, akan menurunkan panas dalam, yang belajar pengobatan China tahu, makan kacang hijau bisa menurunkan panas dalam, makan kacang merah bisa menyebabkan panas dalam. Kacang merah tergolong api, warna merah tergolong api, sehingga bisa menyebabkan panas dalam; warna hijau tergolong air, sehingga bisa menurunkan panas dalam; warna putih tergolong menambah prana. Ada lagi kacang kuning, menambah otot dan tulang Anda. Kita makan kacang, di dalam ada kacang putih, kacang kuning, kacang hijau, kacang merah, dan kacang hitam, konon kacang hitam juga sangat bergizi. Kita tidak pernah melihat kacang biru, apakah kalian tahu ada kacang biru? Semua orang mengatakan tidak ada kacang biru. Alangkah baiknya jika suatu hari muncul kacang biru, karena itu adalah kacang Buddhata, kita makan kacang biru, Buddhata pun meningkat. Blueberry! Kita sekarang setiap hari makan blueberry. Yang sering kita makan ada kacang putih, kacang merah, kacang hijau, kadang kuning, kita semua makan, hanya tidak makan kacang biru saja, karena kacang biru, mewakili sunyata, mewakili Buddhata, tidak gampang termakan. Semoga dapat mengolah semacam kacang biru, kita dapat makan sedikit, barangkali kita sendiri dapat terbang ke langit. Warna tumbuhan juga mengandung semacam cahaya. Kacang merah pasti menyebabkan panas dalam, kacang hijau pasti menurunkan panas dalam, kacang putih pasti menambah kualitas prana, kacang kuning menambah kualitas otot dan tulang, kacang biru pasti menambah kualitas Buddhata. Namun, tidak terlihat kacang biru, mungkin tidak berwujud!

Sebuah lelucon, wah! Ini adalah lelucon Jambhala. Di dalam cafe, ada beberapa tempat duduk, ada seorang pria berjas, telepon genggamnya berdering, ia angkat telepon dan mengeluh, "Bukankah sudah saya katakan? Order Anda baru satu miliar, terlalu sedikit, saya tolak." Ia memutuskan telepon. Di samping juga ada yang pengusaha, ia mengatakan ordernya, setiap kali hanya beberapa juta saja, "Bisnis satu miliar juga ditolak?" Ia menatap orang yang berjas itu, "Orang ini luar biasa, bisnis 1 miliar ditolak!" Ia sangat menghormatinya. Masuk lagi sebuah telepon, ia mengeluh lagi, "Bukankah sudah saya katakan? Satu miliar saya tolak, Anda sekarang tambah hingga 2 miliar, saya juga tolak." "Wah!" membuat pria yang duduk di samping itu, lebih terkejut lagi, "Bisnis 2 miliar pun ditolak? Satu miliar ditolak, 20 miliar juga ditolak!" Oleh karena itu, ia pun bertanya, "Bos, maaf, bisnis sebesar ini, Anda tolak?" Orang yang berjas ini pun tertawa canggung, "Saya adalah pencetak uang akhirat." Pencetak uang-uangan! Bhiksu Jiuru tahu, satu miliar hanya sedikit saja. Saya berharap kita semua donatur, setelah menjalin jodoh dengan Jambhala, semua memiliki order 1 miliar, 2 miliar, bahkan order 1 miliar, 2 miliar, semua adalah US Dollars, (hadirin tepuk tangan) semua orang kaya raya.

Tadi malam, di Ling Shen Ching Tze Temple, saya pernah mengatakan, biasanya, setelah menekuni Sadhana Dzongchen, diri kita akan menghasilkan semacam kekuatan, dapat mengubah semua pemikiran dan prestasi kita, bisa diubah. Setelah mempelajari Sadhana Dzogchen, dapat menghasilkan empat macam wujud, yaitu tidak ada ketakutan adalah salah satunya. Ada satu yang sama sekali tidak takut dengan hidup dan mati, dilambangkan dengan apa? Dilambangkan dengan baby. Karena bayi yang baru lahir, ia tidak tahu apa itu "hidup", juga tidak tahu apa itu "mati", ia sepenuhnya tidak mengerti apa yang dimaksud "hidup dan mati", tidak memahami hidup dan mati, dengan sendirinya tidak ada konsep hidup dan mati. Oleh karena itu, bayi itu sendiri tidak takut apa itu kematian, tidak ada bahaya, tidak takut apa itu bahaya, sehingga orang dewasa harus menjaganya, harus melindunginya. Menjadi orang tuanya, mesti melindunginya, baby tidak ada konsep hidup dan mati. Ketika kita sadhaka melatih diri hingga mencapai taraf kesempurnaan agung, perilaku Anda, juga tidak ada konsep hidup dan mati, kemudian, Anda juga memiliki tanda-tanda kedua, Anda akan seperti pengemis, melatih diri hingga mencapai kesempurnaan agung akan menjadi pengemis? Bukan bukan menjadi pengemis, melainkan Anda memiliki hati pengemis. Apa yang dimaksud hati pengemis? Sampai tingkatan alam mana pun, Anda dapat hidup, inilah hati pengemis. Hati bayi tidak takut hidup dan mati, tidak ada danger bahaya apapun. Namun, ketika hati pengemis Anda muncul, sampai mana pun, Anda dapat hidup. Oleh karena itu, sadhaka kadang-kadang akan berubah menjadi seperti pengemis, karena apapun tidak takut, di mana pun, Anda dapat melatih diri. Di mana pun boleh melatih diri? Di dalam penjara juga bisa melatih diri; di alam kotak sampah, Anda juga bisa melatih diri; di dalam pemakaman, Anda juga bisa melatih diri; di dalam goa, Anda juga bisa melatih diri; di tempat yang ditempati banyak orang, Anda juga bisa melatih diri; di samping got yang berbau tidak sedap, Anda juga bisa melatih diri; di dalam pasar ikan, Anda juga bisa melatih diri. Pasar ikan sangat bau! Anda juga bisa melatih diri; di dalam penjara yang tidak bebas, Anda juga bisa melatih diri; di dalam pemakaman, di tempat yang sangat kotor di tempat kematian, Anda juga bisa melatih diri. Itu berarti telah berubah menjadi pengemis, di lingkungan apapun tidak depresi. Oleh karena itu, sesepuh kita Tilopa, Ia melatih diri di dalam pasar ikan. Di dalam pasar ikan, orang-orang menoreh ikan, mengeluarkan usus ikan, Ia pun makan usus ikan, juga dapat melatih diri. Ada satu lagi, Ia juga dapat melatih diri di tempat pelisiran, sekalipun Ia bersama-sama dengan wanita tunasusila, Ia juga sama, bisa melatih diri, ini berarti telah mencapai tingkatan alam, berada di lingkungan apapun, Ia tidak depresi, sama seperti pengemis. Menekuni Sadhana Dzogchen dapat mencapai kondisi seperti ini, sama sekali tidak depresi, ini paling penting.

  

Cerita sebuah lelucon, istri bertanya, "Tadi malam, Anda terus mengigau." Suami berkata, "Tidak tahu, saya mengigau apa?" Istri berkata, "Anda sepertinya terus memaki saya." Suami berkata, "Ini mungkin saja, karena saya siang hari tidak berani memaki." Siang hari tidak berani  memaki, malam memaki, ini berarti ia takut. Hari ini, kita melihat sebuah tim peneliti Inggris menemukan, "Selalu menekan diri sendiri, akan terkena cancer kanker", Anda sangat menekan diri sendiri, sangat depresi, akan terkena cancer. Harus bagaimana baru bisa terbebaskan dari cancer kanker? Yakni harus seperti pengemis, lingkungan apapun tidak akan depresi, tidak sedih, di mana pun sama saja. Kadang-kadangn kita, bertemu atasan, seperti besok presiden mau memberikan penghargaan, malam ini tidak bisa tidur, sangat takut, bagaimana saat bertemu presiden? Kadang-kadang bertemu presiden, tangan pun bisa gemetar; Beliau mau memberikan penghargaan untuk Anda, tangan Anda gemetar, kaki juga gemetar, mengira presiden sangat mulia, Beliau adalah orang suci, Beliau adalah pemimpin sebuah negara, bertemu presiden sangat tegang. Ada orang memberikan khata, bertemu Mahaguru, khata pun bergetar. Mahaguru tidak menakutkan, karena ia tidak pernah bertemu Mahaguru, bahkan pertama kali mempersembahkan khata, kedua tangan terus gemetar. Saya berkata, "Apakah tangan Anda biasanya juga gemetar seperti ini?" Ia berkata, "Tidak, saya biasanya tidak gemetar, hanya bertemu Mahaguru saja, saya akan ketakutan, akan gemetaran." Jangan takut, tidak ada yang perlu dikuatirkan, apalagi saya, bertemu siapapun, saya tidak takut. Anda bertemu orang kaya, seperti Bill Gates, hati Anda pun berteriak, "Saya begitu miskin?" Kemudian ia pun takut padanya. "Oh! Kedudukan orang ini sangat tinggi!" "Ia adalah dekan!" "Ia adalah gubernur!" Hati sangat ketakutan, "Oh! Kedudukannya sangat terhormat" "Ia adalah presiden" "Ia adalah wakil presiden" Anda sangat takut, bicara pun bisa gemetar, ini berarti Anda belum mencapai tingkatan alam tersebut. Setelah Anda benar-benar mencapai tingkatan alam tersebut, Anda pun akan tahu, semua tokoh sangat dirty. Lihatlah, pemilihan presiden Amerika Serikat, yang bersih tidak dipilih, justru memilih yang Omama (Bahasa Taiwan: gelap gulita), Obama!

Di dunia ini tidak ada orang suci. Jangan kira Konfusius adalah orang suci, jika Konfusius hidup pada zaman kita, Anda dan Beliau adalah saudara kita. Konfusius berkelana, mengapa tidak pulang? Juga tidak ada orang meminta Beliau untuk bekerja! Maksud saya adalah alam manusia adalah teori, pada zaman perang Chunqiu, kerajaan mana yang mengutarakan teorinya, semoga raja dapat menerapkan teorinya, alhasil apapun tidak ada. Begitu kembali, Beliau juga tidak pulang. Namun, mengapa Beliau mau berkelana? Karena rumah tidak bisa ditempati. Karena Beliau tidak berani pulang. Oleh karena itu, semua orang tahu Konfusius, namun, tidak tahu Nyonya Konfusius. Tahukah Anda Dayu Mengatasi Banjir? Melewati pintu rumahnya tiga kali, namun tidak masuk. Wah! Semangat ini bagus! Demi mengatasi banjir, bahkan melewati pintu rumahnya 3 kali, Beliau tidak masuk. Mengapa? Karena penghuni rumahnya hebat, Beliau mana berani masuk? Bahkan minum segelas teh pun tidak berani, sejak itu, berkelana di luar mengatasi banjir, dan tidak berani pulang lagi; dapat keluar mengatasi banjir, kesempatan langka, tidak perlu pulang, betapa baiknya! Jangan kira yang namanya orang suci adalah orang suci. Oleh akrena itu, ketika kita bertemu beberapa pejabat, beberapa bos besar, banyak orang kaya, orang yang berkedudukan tinggi, orang yang sangat berkuasa, juga tidak perlu takut, karena Beliau dan Anda kurang lebih sama; hanya saja, peluangnya baik, jalur yang ditempuhnya sudah benar. Hari ini kita dijerat di dalam kota dendam, jangan kira yang di luar itu sangat terhormat, sangat mulia, jangan mengira seperti itu. Sebenarnya kita setiap orang sangat mulia, kita setiap orang memiliki Buddhata. (Hadirin tepuk tangan) Misalnya, saya pergi menemui presiden, Anda pun sangat terang-terangan, karena Anda memiliki Buddhata, Anda menggunakan Buddhata menemui presiden, Buddhata lebih mulia daripada presiden, Anda tidak perlu takut. Banyak pejabat tinggi, seperti gubernur, atau tokoh besar seperti wakil presiden datang ke Taiwan Lei Tsang Temple, tidak perlu setegang itu. Ada pemimpin sebuah negara datang ke Seattle, beberapa unit mobil hitam datang ke Ling Shen Ching Tze Temple, keluar seseorang, ia mau bertemu saya; ia pertama kali datang, tidak ada pemberitahuan. Sebenarnya, Abian pernah datang ke Ling Shen Ching Tze Temple. Saat itu, saya pergi ke Eropa, penghuni lama Ling Shen Ching Tze Temple, yang tahu angkat tangan. Ada lagi pemimpin sebuah negara datang ke Seattle, mengatakan mau bertemu saya, umat kita berkata padanya, "Mahaguru kita tidak ada di tempat." Sebenarnya, saya sedang bersadhana. Ia pun pulang, terakhir, ia meminta tolong seseorang untuk bertemu saya, saya juga menemuinya, saat menemuinya, saya tidak merasa ia adalah pemimpin. Sebenarnya, bukan negara yang sangat besar, Beliau adalah perdana menteri Bangladesh, saya turun dari loteng, begitu saya lihat, orang ini berperawakan pendek, jari tangan pendek, tubuh pendek, kaki juga pendek, kepala juga pendek, tubuh pendek, walaupun berperawakan pendek, namun, jangan memandang rendah orang berperawakan pendek, biasanya, kedudukan juga sangat tinggi. Seperti Deng Xiaoping, juga berperawakan pendek, Chiang Ching-kuo berperawakan pendek, Wang Jin-pyng juga berperawakan pendek. Bagaimana dengan Mahaguru? Saya tidak mirip berperawakan pendek! (Tinggi dan tampan). Saya tidak tahu ia adalah perdana menteri Bangladesh. Begitu ia masuk, begitu lihat, saya sudah naik ke Dharmasana, kaki bahkan diangkat, tidak seperti Obama, Beliau menaruh kakinya di meja, meja kantor White House, saya tidak seperti itu, tentu saja, sadhaka juga tidak boleh bersikap seperti ini. Saya naik ke Dharmasana dan langsung bersila, perdana menteri ini bahkan melakukan Mahanamaskara! Beliau datang berkonsultasi, oleh karena itu, mesti melakukan Mahanamaskara, tetap Mahanamaskara! Ada seseorang, masuk ke Taiwan Lei Tsang Temple, saya berjalan di depan, ia berjalan di belakang, siapa mau duduk duluan? Karena kedudukannya sangat tinggi, kami berdua, siapa duduk duluan? Ia sendiri berkata, "Mahaguru, duduklah di tempat yang biasa Anda duduki." Saya pun duduk di tempat saya, yaitu sisi naga. Sisi naga adalah sisi besar, ia duduk di sisi macan, kedudukannya juga sangat tinggi. Oleh karena itu, tidak perlu takut, pejabat besar ini, Mahaguru sudah sering bertemu; pejabat besar, orang kaya, Mahaguru sudah sering bertemu. Ketahuilah, saya bahkan bertemu dengan seorang komisaris perusahaan sekuritas, komisaris perusahaan sekuritas di Taiwan adalah orang yang kaya raya, komisaris perusahaan sekuritas yang sangat terkenal, saat ia datang bertemu saya, saya bicara dengannya, saya duduk di kursi, ia bicara dengan saya sambil jongkok. Ia adalah orang kaya! Bahkan bicara dengan saya sambil jongkok. Saat itu, saya mengatakan saya tidak mengadakan konsultasi, ada seorang bos besar, kedudukan juga sangat tinggi, ia berkata, "Saya hanya menanyakan satu hal, mohon petunjuk Anda." Saya juga duduk tidak bergerak, tidak akan karena ia sangat kaya dan berkedudukan tinggi, begitu ia datang, berkata, "Saya hanya menanyakan satu hal." Saya berkata, "Baik." Ia membuka sebuah amplop coklat, lalu ditaruh di depan meja saya. Ia membawa banyak orang yang berjas, sekawanan pengikut berjas, ia berdiri, saya duduk, ia pun bertanya pada saya satu hal, selesai bertanya, ia pun pergi. Begitu amplop coklat dibuka, tahukah Anda berapa? Di dalam penuh dengan uang. Oleh karena itu, bertemu orang kaya, bertemu yang berkedudukan tinggi, posisi sangat tinggi, jangan takut, karena kita menggunakan Buddhata untuk menghadapinya, Buddhata paling mulia, (hadirin tepuk tangan) tidak ada yang lebih mulia daripada Buddha. Kita memiliki Buddhata, Anda juga memiliki Buddhata, Anda justru paling terhormat, Anda takut apa? Presiden datang, juga duduk di samping! Benar tidak? Oleh karena itu, saat Perdana Menteri Bangladesh datang ke Miyuan bertemu saya, ia bahkan berlutut pada saya! Jangan katakan semua ini sangat gengsi, sebenarnya demikian, berada dalam lingkungan apapun, Anda jangan takut, jangan sedih. Apapun jangan takut, siapa paling menakutkan? Yaitu diri sendiri.

Saat hari kasih sayang, teman wanita pagi-pagi sudah ribut menginginkan hadiah, "Sayang, saya mau mobil balap, konon begitu pedal gas Lamborgini diinjak, dari nol loncat ke 100, hanya 3 detik saja." Suami itu pun geleng kepala. "Ferrari juga boleh, dinyalakan sampai 100 hanya 5 detik." "Menurut saya, semua ini nomor dua, kalau mau beli, saya akan belikan padamu yang terbaik, saya janji, cepat sekali, dari nol loncat hingga 100." Ia pun beli sebuah alat timbang badan padanya, begitu berdiri, langsung menunjuk 100, lebih cepat daripada Ferarri dan Lamborgini. Jangan takut! Semua adalah Dharma kemudahan.

Kita sadhaka, jika telah menapai tingkat Dzoghen, kita seperti singa. Apa itu singa? Tidak ada ketakutan, disebut singa. Siapapun takut pada Anda, bukan Anda takut pada siapapun; Anda pun seperti seekor singa, siapapun akan takut pada Anda. Ketika Anda mencapai tingkat Dzogchen, Anda bisa berkelana ke mana pun, semua tidak takut, tidak gentar. Ke tempat paling tinggi, Anda juga tidak takut maupun gentar; ke tempat yang paling rendah, Anda juga tidak takut maupun gentar, sama seperti singa. Bahkan Anda boleh hidup di dalam kota, Anda juga bisa seorang diri, hidup seorang diri di dalam pedalaman gunung juga bisa. Sadhaka seharusnya tinggal di sana, tinggal di dalam vihara, atau bagaimana. Sebenarnya, sadhaka tinggal di mana pun boleh, ini agak mirip pengemis. Juga ada sebuah perumpamaan, seperti rusa juga sangat menyukai kesendirian, Anda juga suka seorang diri, seperti Anda bisa memancarkan terang ke segala penjuru, walaupun Anda seorang diri, namun, terang Anda juga memenuhi seluruh alam semesta, ini adalah semacam kondisi nirvana; yakni seorang diri, di sekeliling tidak ada apapun, namun, terang Anda memancar ke seluruh alam semesta. Sadhaka Dzogchen, setelah membuktikan Dzogchen, Anda akan seperti baby, tidak ada pemikiran hidup dan mati; seperti pengemis, tidak kuatir walau berada dalam kondisi apapun; seperti singa, tidak ada yang ditakutkan; seperti rusa, bisa hidup menyendiri.

  

Mari cerita beberapa lelucon! Ayah memberitahu putri dengan serius, "Kemarin teman priamu secara resmi mencari saya dan menyatakan mau menikahimu, saya sudah menyetujuinya." Putri berkata, "Tetapi, saya tidak sudi meninggalkan ibu, saya tidak mau menikah." Ayah berpikir sejenak, berkata, "Kalau begitu, bawa saja ibumu." Ayah ini sangat mulia, ia sepenuhnya seperti singa, bawa pergi ibu juga boleh! Lelucon lain, kemarin istri saya berkata pada saya, "Tahukah Anda mengapa bisa bertemu saya?" Saya berkata, "Tidak tahu." Istri berkata, "Karena, saya adalah dewi yang menitis ke dunia untuk membalas budimu." Orang ini memandang istrinya dua kali, "Kamu kembali saja! Saya merasa kamu datang untuk balas dendam." Lihatlah, suami itu sangat takut istri, apapun tidak perlu takut, begitu pulang, Anda boleh menjadi tuan rumah; semua pria yang hadir hari ini, sepulang nanti, semua jangan takut! Sepulang nanti Anda adalah tuan rumah, sepulang nanti, tentu saja tidak takut! Karena, saya tidak pernah keluar rumah. Bukan tidak ingin keluar rumah, melainkan tidak berani keluar rumah. Satu lagi, ini adalah lelucon daratan China. Dua hari yang lalu, pemimpin tiba-tiba bertanya dengan penuh perhatian, "Apakah Anda punya teman wanita?" Orang itu berkata, "Belum ada." Pemimpin dengan serius berkata, "Lagipula, Anda tidak punya teman wanita, malam ini lembur, ya!" Hari ini pemimpin bertanya lagi dengan penuh perhatian, "Apakah Anda punya teman wanita?" Orang ini mau menyuruh saya lembur! "Kemarin saya kebetulan baru punya seorang teman wanita." Pemimpin berkata lagi dengan sangat serius, "Karena Anda sudah punya teman wanita, juga tidak perlu mencari lagi di jalanan, malam ini lembur, ya!" Anda lihat di daratan China, pemimpin lebih tinggi kedudukannya. Memiliki Buddhata, Anda tidak ada ketakutan! Rumah saya ada beberapa putri, orang ini sering menggoda putrinya dengan mengatakan bahwa putrinya adalah kekasih kecilnya dalam kehidupan lampau, sehingga memberikan sebuah nama samaran "Selir tercinta", karena ia  mengira ia adalah kekasih kecilnya dalam kehidupan lampau. Ketika putrinya masuk TK, ayah si anak dari jauh berteriak, "Selir tercinta! Selir tercinta!" Setelah putrinya menghampiri, menekukkan wajah berkata, "Ayah, lain kali jangan panggil saya seperti itu, karena saya sudah punya teman pria." Ini adalah lelucon keluarga. Di sini masih ada dua lelucon, saya baca saja semuanya! Pelanggan minum seteguk kuah, langsung memanggil pelayan, dengan marah berkata, "Anda coba minum kuah ayam ini, mengapa tidak ada rasa ayam sedikit pun?" Pelayan tersenyum dan menjawab, "Ini adalah kuah yang dimasak dengan bayi ayam." Pelanggan kebingungan, "Apa itu bayi ayam?" Pelayan pun berkata, "Bayi ayam adalah telur ayam." Saya beranggapan seperti ini, jika di dalam Buddhadharma, kita harus mencapai tingkat pencerahan, kita  mesti memecahkan cangkang kita, dengan demikian, Anda baru dapat melihat langit dan bumi. Telur ayam! Harus dipatuk hingga pecah, tanpa mematuk kulit telur hingga pecah, tidak dapat melihat langit dan bumi. Ingat! Ada sebuah kunci, kunci pencerahan, yaitu Anda membuka semua benda biasa yang ada, Anda baru dapat benar-benar mencapai pencerahan. Suami berkata pada istri, "Ibu anak-anak, kita bercerai saja, ya!" Istri berkata, "Kita tidak pernah bertengkar, mengapa mau bercerai?" Suami berkata, "Maksud saya adalah, setelah bercerai, saya menikah lagi denganmu." Istri bertanya, "Ada apa denganmu hari ini?" Suami pun berkata, "Tidak ada! Lihatlah, beberapa tahun terakhir, muda-mudi menikah mengosongkan dompet saya, jika kita tidak menikah sekali lagi, bagaimana mendapatkan kembali semua uang ini?" Oleh karena itu, dr. Li Jialin meminta saya memilihkan hari pernikahan, saya berkata, "Bailah! Saya memilihkan hari pernikahan. Selama saya di Amerika Serikat, Anda lekas mencari hari pernikahan." Mengapa? Karena, saya tidak perlu menghadiri resepsinya, saya pun tidak perlu memberikan angpao untuknya. Li Jialin berkata, "Mahaguru, tidak apa-apa! Saat saya menikah, resepsi itu juga merupakan persembahan untuk Anda, kami bahkan akan memberikan sebuah angpao besar untuk Anda." Saat ini, begitu saya dengar, "Li Jialin sangat memahami Mahaguru." Hari ini kita menekuni Sadhana Jambhala, justru di sini! Saya tidak perlu memberikan angpao, saya menghadiri pernikahannya, ia bahkan mau memberikan angpao untuk saya, ini adalah kebaikan dari bersadhana.

Anda benar-benar mengerti satu kelebihan, begitu Anda memiliki kelebihan, anda memanfaatkan kelebihan Anda untuk menghasilkan uang, ini adalah sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, Anda menjadi seorang dokter, Anda harus mengerti bagaimana dokter menghasilkan uang; Anda memanfaatkan kelebihan Anda untuk menghasilkan uang, namun, Anda juga memperlakukan orang lain dengan kebajikan, kasih sayang, dan moral. Memanfaatkan kelebihan untuk menghasilkan uang, ini boleh. Hari ini saya memotivasi dr. Zhou Heng, dr. Li Jialin, sebagai dokter, kelak masih banyak siswa yang akan menjadi dokter, setiap orang memanfaatkan kelebihan sendiri, kembangkan apa yang Anda ketahui. Seperti Mahaguru, hanya mengerti Buddhadharma, selebihnya tidak mengerti. Gurudhara pernah berkata, dulu saya pergi ke tempat kerja dengan mengendarai sepeda motor, sampai tengah jalan, sepeda motor mogok, saya tidak pernah tahu mengapa sepeda motor bisa mogok. Saya pun menelepon Gurudhara dengan telepon umum, mengatakan bahwa sepeda motor saya mogok di mana. Gurudhara pun dari rumah naik sepeda datang ke tempat mnotor saya mogok, Gurudhara melepaskan tutup busi dan dibersihkan sebentar, setelah dibersihkan, dipasang lagi, sepeda motor pun bisa menyala, saya pun mengendarai ke tempat kerja. Suatu kali lagi, saya mengendarai sepeda motor mengantar Gurudhara. Sepeda zaman dulu, di belakang ada tempat duduk yang bisa diduduki, bisa membawa barang, Gurudhara pun naik. Saat itu, pegangan tangan saya tidak mantap, Gurudhara duduk di belakang, sepeda akan bergoyang-goyang, tidak bisa seimbang. Saya pun berkata, "Saya tidak dapat membawamu di belakang, hanya dapat membawamu di depan." Saat itu, masih belum menikah, Gurudhara pun berkata "Sudahlah, saya bawa Anda!" Gurudhara pun mengendarai sepeda, saya pun duduk di belakang, kedua tangannya sangat mantap, di tangan saya tidak mantap, Gurudhara sangat hebat. Sekarang di rumah, saya adalah tuan rumah, begitu makanan dihidangkan, saya buka mulut, teh dihidangkan, saya mengulurkan tangan, urusan rumah tangga baik besar maupun kecil, semua diurusnya, menyapu, membersihkan lantai, garasi saya telah kotor, ia pun sapu! Benar tidak? Hari itu, ia menyapu lantai garasi saya, karena saya tidak pernah menyentuh 3 pusaka. Apa itu 3 pusaka? Buddha, Dharma, dan Sangha adalah 3 pusaka, saya tidak pernah bawa sapu. Hari itu rumah saya kedatangan tamu, kebetulan turun hujan, tamu mau pergi, saya berkata, "Di mana payung?" Gurudhara pun mencari payung, ia tahu payung ditaruh di mana, saya tidak tahu. Ia pun mengeluarkan payung, mengantarkan kepergian tamu. Benda apapun ditaruh di mana,, saya tidak tahu; saya bertanya padanya, ia tahu. Ia juga mengerjakan tugas dapur, menyedot lantai, ia juga kerjakan, menyapu, ia juga kerjakan, memasak air, ia juga kerjakan, membuat teh ginseng, apapun dilakukan, sangat lelah. Ia bahkan harus mengerjakan tugas kantornya, komputer, telepon genggam, melaporkan berita news pada tuan rumah (Mahaguru). Peralatan elektronik rusak, ia bisa perbaiki. Seperti hari itu, bagaimana dengan televisi? Oh! Layar televisi berwarna hitam, tidak bisa menonton televisi, saya duduk di sana, "Cepat perbaiki." Ia pun memutar ini memutar itu, memutar nomor sekian, menelepon Fo-chi menanyakan cara memperbaiki, Fo-chi di seberang sana mengajarinya cara memperbaiki. Aduh? Setelah televisi selesai diperbaiki, saya pun duduk menonton saya benar-benar adalah tuan rumah. Kalian jgua harus meniru saya, tidak takut apapun, singa hidup di dunia ini. Om Mani Padme Hum.

來源:Rainbow Temple