Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2010 > 2010-12-13 Pembahasan Tentang Persembahan dan Intisari Melatih Api Kundalini


2010-12-13 Pembahasan Tentang Persembahan dan Intisari Melatih Api Kundalini

(Intisari Ceramah Dharmaraja Liansheng Tanggal 13 Desember 2010 di Guasan Leizan Temple, Changhua, Taiwan)

Karena bukan kunjungan resmi, melainkan datang menulis sebuah kaligrafi pusaka untuk keponakan saya, ia mau menikah, tempat saya yang sekarang itu tidak ada kuas, kertas, maupun tinta, di sana juga tidak ada meja untuk menulis, jadi pinjam sebentar vihara pusaka Anda (hadirin tertawa) untuk menulis sebentar kaligrafi pusaka.

Tadinya, Acarya Lianji mengatakan, di samping Guasan Leizan Temple ada sebuah restoran kecil, maka makan di sana, lalu kemari, tak disangka datang begitu banyak orang, saya kira tidak ada orang yang tahu, setelah menulis kaligrafi pusaka, saya pun pergi, alhasil tiba-tiba datang umat sebanyak ini. (Hadirin tertawa)

Tadi Anda diberi kesempatan mempersembahkan khata dan setiap orang diberkati (hadirin: terima kasih Mahaguru), saya mengundang Yaochi Jinmu memberkati Anda semua, kekuatan spiritual-Nya sangat dahsyat; begitu masuk ke Guasan Leizan Temple, saya menemukan bahwa semua Buddha Bodhisattva itu hidup, malah hawa spiritual sangat kental, begitu saya melihat Buddha Bodhisattva Guasha Leizan Temple, saya pun tahu, perkembangannya di masa yang akan datang tiada tara (hadirin tepuk tangan) Buddha Bodhisattva di sini sangat manjur, apalagi cahaya spiritual Yaochi Jinmu sangat dahsyat, kelak Guasan Leizan Temple tidak hanya seperti ini saja, kelak akan berkembang lebih besar lagi, bisa terlihat. (MC: Mohon Mahaguru memberkati dengan kekuatan agung!"
 

 
Selama saya kembali, saya didukung sepenuhnya oleh Acarya Lianji, ke mana pun saya pergi, selalu ada dia yang membantu, bahkan makan dan hal-hal kecil pun selalu ada dia yang membantu, terima kasih sekali padanya. Akan tetapi, begitu saya kembali, dia pun terbebankan, ia tidak bisa lagi selalu di Guasan, atau kalian harus mencarinya, atau bagaimana? Selama beberapa waktu, saya sendiri merasa sangat berhutang padanya, (MC: tidak, tidak, acarya tidak ada, kami tidak begitu tertekan, cahaya spiritual Mahaguru ada, cahaya spiritual Jinmu juga ada, bayangan acarya ada di dalam hati kami), kalau begitu, lebih luar biasa lagi.

Saya merasa, jika saat sadhana bersama, asalkan ada cahaya spiritual turun, dengan sendirinya tanda-tanda kontak batin akan muncul, asalkan sepenuh hati mengundang setiap saat, kapan pun, Anda berdoa pada yidam tersebut, Ia jika dapat turun setiap saat, inilah tanda-tanda kontak yoga.

Saat kontak yoga, Anda makan, Ia pun makan bersama Anda, karena Anda mempersembahkan kepada-Nya, ke mana pun Anda pergi, Ia pun di sana, sekali Anda memetik jari, Ia pun muncul; makan, tidur, Anda juga menyebut nama-Nya, kapan pun kita mengundang-Nya, bertemu kesulitan apapun juga harus mengundang-Nya, jika saat Anda mengundang, Ia kontak batin dengan Anda, ini berarti tanda-tanda kontak yoga.

Setiap kali, saat kita sedang makan, bukankah kita melakukan persembahan? Saat melakukan persembahan, kita boleh juga mengangkat mangkuk ini hingga melewati alis; seperti saat umat melakukan persembahan, Anda boleh mengangkat barang persembahan Anda melewati alis, berarti ke atas mempersembahkan kepada-Nya, kemudian mengundang-Nya, mengundang sekali, Ia langsung kontak batin, artinya Ia sangat senang, mengundang sekali tidak ada kontak batin, mengundang kedua kali, Ia telah kontak batin, artinya senang-Nya biasa-biasa saja, bukan sangat senang, senangnya biasa-biasa saja, mengundang sekali, dua kali, hingga tiga kali, ia baru datang, artinya Ia tetap senang dengan persembahan Anda ini, tetap menerima persembahan Anda. Begitulah kontak batin saya, saya ceritakan kontak batin saya pada kalian.

Asalkan Ia diundang sekali sudah datang, artinya Ia sangat senang, kedua kali adalah persembahan biasa, ketiga kali Ia memang senang, jika tidak datang, kadang-kadang makanan ini tidak mau dimakan, sehingga Ia tidak datang, artinya makanan ini mungkin kurang segar, jika Ia tidak datang, sampai akhirnya Anda makan, sepulangnya Anda akan sakit perut, lambung dan usus pun akan bermasalah, karena sayuran tidak segar. Jadi, hanya mengandalkan kontak batin dalam persembahan ini saja, kita bisa mengetahui Buddha Bodhisattva senang atau tidak, lain kali, sewaktu setiap orang melatih diri hingga tingkatan ini, disebut kontak yoga, inilah tingkatan kontak yoga, semoga kita semua bisa demikian.

Saat melatih persembahan sudah merasakan kehadiran-Nya, apalagi saat persembahan, harus visualisasi Ia dengan sangat jelas, saat mata, hidung, mulut-Nya, mahkota-Nya, benda yang dipegang-Nya sangat jelas, Ia pun turun dengan sangat cepat, demikianlah pengalaman pribadi saya, jadi, tadi kalian bawa foto untuk saya berkati, begitu saya memikirkan-Nya, saya langsung merasakan-Nya di atas foto ini.

Acarya Lianji: ada umat ingin memohon Mahaguru, bolehkah membuktikan ketiga Pangeran (Santaizi) adalah Dharmapala Buddha?

Ini adalah Dharmapala pengiring Buddha, Dharmapala tentara pengiring Sang Buddha, Santaizi adalah Dharmapala tentara pengiring.

Dulu di Gunung Tiantai, ada seorang mahabhiksu, apakah Zhezi? (Umat menjawab: Guru Vinaya Daoxuan), benar! Saya tahu ada seorang mahabhiksu sepertinya jatuh saat turun tangga, saat itu tiba-tiba di samping bertiup angin, memapah sang mahabhiksu, menahannya, ia tidak tahu Ia siapa, ia pun bertanya pada-Nya, "Siapa Anda?" Ia mengatakan bahwa Ia adalah Pangeran Ketiga Nazha, semenjak itu, Pangeran Ketiga Nazha menjadi Dharmapala di dalam Agama Buddha, karena mahabhiksu inilah, Ia sendiri menjadi seorang Dharmapala Agama Buddha.

Nazha, Ia punya 2 kakak laki-laki, satu adalah Jinzha, satu adalah Muzha; Dewa Taiyi memberi Pangeran Ketiga Nazha titisan teratai, setelah menitis di teratai, Ia sendiri juga mampu menunjukkan kesucian, dewa Taoisme belum tentu sepenuhnya Taoisme; seperti Guansheng Dijun, Ia adalah Arya Jialan, karena ada seorang mahabhiksu sedang bermeditasi, Guansheng Dijun memimpin banyak tentara akhirat untuk membantunya, juga mau mendukung Buddhadharma, Ia juga dewa Agama Buddha, sama-sama dihormati oleh seluruh umat Buddha.

Sebenarnya dalam Tantra, Padmasambhava pergi ke Tibet, demi mendamaikan Agama Bon dan Agama Buddha, saat itu Padmasambhava juga menjadikan dewa-dewa Agama Bon sebagai Dharmapala dalam Agama Buddha, jadi, Dharmapala di dalam Agama Buddha, tentu saja banyak dewa-dewa Taoisme, semua adalah Dharmapala, jadi Pangeran Ketiga Nazha tentu saja Dharmapala Agama Buddha juga! Demikianlah yang saya ketahui.

Hari ini, tiba-tiba datang ke vihara Anda, tujuan utama adalah menulis beberapa kata, Anda semua ada di sini, begitu banyak orang, merasa sangat hangat, lain kali saya akan berkunjung lagi secara resmi.

Umat bertanya, "Mahaguru pernah mengatakan kita harus makan daging hewan untuk menyuplai energi kita, bagaimana dengan orang yang makan vegetarian untuk melatih api dalam?"

Penekunan api kundalini itu sendiri sangat dalam, jika tidak ada kunci sejati dari guru, maka sangat sulit, seperti Milarepa fokus berlatih api kundalini, juga telah melewati waktu bertahun-tahun; mesti ada guru yang mengajarkan kunci visualisasi, kunci mudra tubuh, kunci mudra, bahkan kunci dari banyak gerakan baru boleh, syarat untuk membangkitkan api kundalini sangat banyak, jika Anda makan vegetarian, carilah tonik hangat di toko obat China, yang dapat membangktikan api, obat China yang menghangatkan, jika dipadu dengan makan vegetarian, bisa lebih bertenaga.



Api kundalini tidak mudah, sejujurnya sangat tidak gampang, bermacam-macam visualisasi, visualisasi yang paling sederhana, yaitu di bagian 4 jari di bawah pusar ada teratai berkelopak 4, pusat teratai ada sebuah aksara A, separuh aksara A, separuh aksara A lagi adalah teratai berkelopak seribu di kening, yaitu bindu, bindu teratai berkelopak seribu, disebut "Cairan Candra Bodhicitta", bindu teratai berkelopak seribu adalah separuh aksara A, di bawah pusar adalah teratai berkelopak 4, visualisasi paling sederhana adalah aksara A di teratai berkelopak 4.

Gaya duduk ada 3 macam, pertama adalah "Duduk Singa": gaya duduk singa, bagaimana singa duduk? Satu adalah "Gaya Gajah": bagaimana gajah duduk? Satu adalah "Duduk Dewa": bagaimana dewa duduk? Terapkan ketiga gaya duduk ini untuk berlatih api kundalini.

Ada satu yaitu mudra 6 tungku, yaitu yang dilakukan Guru Milarepa, Ia sepenuhnya menekan cakra pusar, harus tekan, bahkan harus peras, harus asah, bermacam-macam cara baru bisa berlatih api kundalini. Pertanyaan yang tadi Anda ajukan, menggunakan tonik hangat obat China dan makan vegetarian, dengan demikian baru dapat membangkitkan api kundalini.

Membangkitkan api kundalini ada 3 mudra, tidak gampang dilakukan, orang biasa tidak tahu, malah tidak sembarangan ditransmisikan, saya lakukan sebuah duduk singa, harus gunakan bantal duduk yang agak tinggi, saya perlihatkan beberapa gaya pada kalian.

Duduk singa -- kedua tangan di dalam kaki, gaya duduk singa, seperti singa, tancap di kaki, tekan cakra pusar, ini adalah duduk singa, Anda ingin lihat bagaimana singa duduk? Tekan cakra pusar.

Gaya singa -- bersujud, kedua tangan menopang wajah, tekan bawah pusar, seluruhnya bersujud, kebetulan kedua lutut menahan cakra pusar. (Mahaguru memperagakan 2 macam mudra tubuh melatih api kundalini -- duduk singa, gaya gajah)

Umat bertanya: Apakah cukup melakukan salah satu gaya saja? Atau ketiga gaya tersebut harus dilakukan semua?

Mahaguru menjawab: ada tiga gaya, ketiga gaya ini adalah melatih api kundalini, pilih salah satu; hanya ajari 2 saja. (Hadirin tepuk tangan, tepuk tangan!)

來源:台灣彰化卦山雷藏寺