Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Dharmadesana Mahaguru > Ceramah Terbaru Dharmaraja Liansheng Tahun 2010 > 2010-12-05 Ceramah Dharmaraja Liansheng Pada Upacara Akbar Homa Bhagawati Usnisa Vijaya di Pusat Pertapaan Chung-kuan di Tucheng - TaiwanArti Mantra Bhagawati Usnisa Vijaya


2010-12-05 Ceramah Dharmaraja Liansheng Pada Upacara Akbar Homa Bhagawati Usnisa Vijaya di Pusat Pertapaan Chung-kuan di Tucheng - TaiwanArti Mantra Bhagawati Usnisa Vijaya

(Intisari Ceramah Dharmaraja Liansheng Pada Upacara Akbar Homa Bhagawati Usnisa Vijaya Tanggal 5 Desember 2010 di Pusat Pertapaan Chung-kuan di Tucheng - Taiwan)

Sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye! Sembah sujud pada Triratna Mandala! Sembah sujud pada adinata homa Bhagawati Usnisa Vijaya!

Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, selamat malam semuanya!

Pertama-tama, terima kasih sekali kepada Acarya Lianyue dari Chung-kuan Temple, selain itu, Acarya Lianhan, Acarya Lianhua Zhongchi, Acarya Liandeng, Acarya Lianmiao, dan seluruh umat se-Dharma yang bisa menjapa genap mantra Bhagawati Usnisa Vijaya selama 7 hari 7 malam, terima kasih sekali kepada mereka. (Hadirin tepuk tangan)

台灣DZ同修會開示影片

Mantra Usnisa Vijaya adalah penjelmaan dari terang Tathagata Usnisa, Bhagawati Usnisa Vijaya juga Tathagata Usnisa, Ia berarti yang sempurna di alam semesta. "Brum" ini, kita setiap kali menyempurnakan, selalu japa "Om. Bulin. Om. Bulin", sebenarnya "Om. Bulin" disebarkan ke Taiwan, baru dijapa "Om. Bulin.", boleh dikatakan, seharusnya "Brum. Om.", terang mahasiddhi yang dicapai dari perbauran antara terang Tathagata Usnisa yang sempurna di alam semesta dan terang kita sendiri, itulah arti mantra Bhagawati Usnisa Vijaya. Terang Tathagata Usnisa, ditambah dengan terang Buddhata hati kita sendiri, keduanya saling berbaur, itulah terang yang sangat sempurna dari alam semesta. Acarya Lianyue berkata pada saya, "Mohon Mahaguru menjelaskan arti mantra Bhagawati Usnisa Vijaya." Di sinilah artinya.



Sebenarnya, tadinya sempurna, dunia manusia mencemarkannya, tadinya sempurna, tak disangka dicemarkan oleh insan. Saya cerita sebuah cerita lucu, ada sebuah vihara, tadinya temboknya putih sekali, namun, banyak umat pergi berwisata, lalu menuliskan nama sendiri di atas tembok, "Sun Wukong berwisata ke sini", tak lama kemudian, tembok pun penuh dengan tulisan, setiap orang "datang berwisata ke sini", semua penuh. Begitu ketua vihara melihat, "Aduh! Insan memang demikian." Suatu hari, ia pun cari tukang cat, semua dicat menjadi putih, begitu ia berpikir, "Ini adalah vihara wisata, tetap ada orang yang akan menulis", ia sendiri pun menulis "Dilarang menulis di sini", kemudian dibaca oleh wisatawan yang datang, juga menulis satu kalimat, "Mengapa Anda lebih dulu menulis?" Datang satu orang lagi, begitu ia baca, ditambahkan lagi satu kalimat "Kalau mau tulis, biarkan saja", kemudian, datang satu orang lagi, begitu baca, ia menambahkan satu kalimat lagi, "Mari kita tulis sama-sama". Sehingga seluruh tembok itu pun tercemar lagi.

Wujud asli alam semesta -- wujud asli Bhagawati Usnisa Vijaya, tadinya Ia adalah seberkas sinar putih; Buddhata umat manusia, juga sama, seberkas sinar putih, tidak kotor dan tidak bersih, fenomena seluruh alam semesta, demikian sempurna, pikiran insanlah yang mencemarinya. Jadi, boleh dikatakan, japa mantra Bhagawati Usnisa Vijaya, berarti menemukan Buddhata Anda sendiri, berbaur bersama Dharmakaya dari Buddha Dharmakaya yang suci, sehingga mencapai keberhasilan alam semesta, sesederhana itulah prinsipnya. (Hadirin tepuk tangan)

Banyak orang yang datang hari ini, banyak umat yang datang. Karena, kemarin saya di Taiwan Lei Tsang Temple mengatakan, di sini ada "Homa Penutupan Penjapaan Mantra Bhagawati Usnisa Vijaya 7 Hari 7 Malam" yang dipelopori Acarya Lianyue di pusat pertapaan Tucheng Chung-kuan Temple. Apa arti kita menjapa mantra ini? Membersihkan seluruh rintangan karma, membersihkan rintangan karma para mahkluk akhirat, semua terlahir di Buddhaloka; (hadirin tepuk tangan) rintangan karma, karma penyakit, dan karma apapun selama turun-temurun berubah menjadi terang; meningkatkan kebijaksanaan terang kita; meningkatkan berkah terang kita, agar segalanya sempurna; segala musuh, juga berubah menjadi terang. Kita juga berharap di bawah mantra Bhagawati Usnisa Vijaya selama 7 hari 7 malam, segala kerisauan, semua berubah menjadi terang. Ini adalah satu peristiwa yang sangat baik! Asalkan segalanya berubah menjadi terang, segalanya pun berhasil, bagaimana pun, semua berhasil, kemudian, sinar ini melindungi dan menerangi kita, kita pun dapat bebas dari segala kerisauan.



Orang awam! Sama sekali beda dengan "kebenaran suci" kita, di hadapan para arya, segalanya adalah sempurna, homa sangat sempurna, (hadirin tepuk tangan) saya juga melihat terang Bhagawati Usnisa Vijaya muncul. Ia pertama-tama muncul dalam fenomena membuat sebuah "jie" (penyelesaian), sepotong demi sepotong terang, demikian (Mahaguru mengisyaratkan dengan tangan), memenuhi seluruh angkasa, kemudian berubah menjadi sebuah terang adarsa-jnana (kebijaksanaan cermin mahasempurna), di tengah adarsa-jnana duduk Bhagawati Usnisa Vijaya, sangat luar biasa, nyatalah bahwa mantra Bhagawati Usnisa Vijaya selama 7 hari 7 malam yang satu ini, saat sampai homa penutupan, segalanya sangat sempurna dan luar biasa.

Dunia itu beda, seperti kita di atas gunung, sangat bersih, di bawah gunung sudah beda, itu dunia orang awam. Kita di atas gunung berkumpul orang sebanyak ini, di bawah gunung tetap ada banyak orang, semoga sinar Bhagawati Usnisa Vijaya, juga mampu menerangi seluruh insan. (Hadirin tepuk tangan) Apa yang beda di bawah gunung? Konflik banyak sekali, rebut-rebutan, kacau balau; seluruh insan di bawah gunung kacau balau. Kacau balau apa? Juga ada sebuah joke, akhir-akhir ini banyak kejadian demikan, ada seorang pasien, dibawa ke rumah sakit, rumah sakit mengobatinya, sehabis diobati, dibawa pulang lagi, aduh? Penyakit belum sembuh, tadinya tidak diobati masih lumayan, begitu diobati makin parah, menimbulkan konflik medis, anggota keluarga berkata, "Begini saja! Kita utus satu orang untuk bicara dengan dokter dulu, "Diobati makin parah", pergi marahi dia." Ia mengutus satu orang ke sana, tak lama kemudian, kembali lagi, kembali ke rumah, tuan rumah pun bertanya padanya, "Apakah Anda bertanya pada dokter itu? Memarahi dokter itu?" Ia berkata, "Saya tidak bisa menerobos masuk, karena orang yang memarahinya terlalu banyak." Ia tidak memarahinya (maksudnya dokter), karena ia tidak bisa menerobos masuk, orang yang memarahinya terlalu banyak. Mengapa saya menceritakan ini? Karena konflik medis sekarang sangat banyak.

Manusia! Lumrah mengalami ketidakadilan, namun mau menyalahkan siapa? Memangnya dokter mau gagal mengobati Anda? Apakah itu kecerobohan medis? Jika benar-benar kecerobohan medis, dokter seharusnya mengalami kerugian, karena ia harus ganti rugi, namun, jika bukan kecerobohan dokter? Melainkan karma penyakit pasien ini? Rintangan karma pasien ini? Banyak kejadian memang sangat aneh, obat yang sama, dokter yang sama, ia telah sembuh, obat yang sama, mengobati orang lain, ia tidak sembuh. Jadi, maksud saya menunjukkan contoh ini, hanya konflik medis saja sudah tidak ada habis-habisnya, konflik lainnya lebih banyak lagi. Kadang-kadang, bisa sembuh, kadang-kadang, tidak bisa sembuh, kadang-kadang bisa hidup, kadang-kadang tidak bisa hidup, apa sebabnya? Menurut kita umat Buddha, inilah rintangan karma, ada rintangan! Rintangan berwujud dan rintangan tak berwujud, sangat banyak. Rintangan berwujud bisa meminta keadilan; rintangan tak berwujud, di mana meminta keadilan?



Hari ini di atas gunung banyak orang, di bawah gunung juga banyak orang, insan yang tak terhitung banyaknya, yang mengerti Buddhadharma, tahu bahwa insan memiliki banyak rintangan karma, namun kita bersihkan lewat mantra Bhagawati Usnisa Vijaya selama 7 hari 7 malam, inilah kita orang di atas gunung, orang di bawah gunung yang sadhaka baru bisa membersihkan rintangan karma; insan di bawah gunung yang tidak mengerti membersihkan rintangan karma sendiri, ia menyalahkan yang berwujud, ia tidak tahu ada yang tak berwujud, hanya tahu yang berwujud saja. Sesungguhnya, setiap peristiwa yang terjadi, setiap konflik, sebagian besar terbentuk dari rintangan karma sendiri. Jadi, demi menyingkirkan rintangan karma sendiri, dan rintangan karma seluruh insan, kita semua harus dukung penjapaan mantra Bhagawati Usnisa Vijaya. (Hadirin tepuk tangan)

Lihat, tubuh manusia diobati pun tidak kunjung sembuh, lantas menyalahkan dokter, kalau begitu, topan? Anda menyalahkan siapa? Banjir? Anda menyalahkan siapa? Gempa bumi? Anda menyalakan siapa? Kebakaran? Anda menyalahkan siapa? Terutama gempa bumi, Anda lihat gempa bumi saja, gempa bumi mau menyalahkan siapa? Tidak ada yang bisa disalahkan! Juga tidak ada orang yang mengatakan gempa bumi menyalahkan pemerintah. Bahkan banjir pun bisa menyalahkan pemerintah, hujan deras, hujan lebat, wah! Dalam sehari turun curah hujan sebulan penuh, sehari turun curah hujan setahun penuh, lantas menyalahkan pemerintah. Gempa bumi? Maaf, gempa bumi menyalahkan siapa? Menyalahkan bumi?

Manusia jangan menyalahkan siapa-siapa, salahkan rintangan karma sendiri, salahkan diri sendiri tidak japa mantra Bhagawati Usnisa Vijaya, salahkan diri sendiri tidak membersihkan rintangan karma sendiri, salahkan diri sendiri tidak membersihkan kerisauan sendiri, jika Anda dapat membersihkan rintangan karma sendiri, membersihkan kerisauan sendiri, ada satu nadi bernama "nadi pembuluh kristal", ketika mata Anda melihat ke dalam, saat melihat Buddhata sendiri, lewat "nadi pembuluh kristal", melihat teratai di hati sendiri mekar, melihat pusat teratai muncul terang Buddhata, saat ini, Anda pun tahu, kerisauan Anda telah sirna semua, rintangan karma Anda juga telah sirna semua, semoga ktia semua dapat tekun menjapa mantra. Om Mani Padme Hum.

 

來源:台灣中觀土城閉關中心