Dewa Sangharama

Dalam penjelajahan spiritual –

Pergi ke sebuah vihara, melihat 18 Dewa Sangharama lengkap semua, 18 Dewa Sangharama ini antara lain: Meiyin, Fanyin, Tiangu, Tanmiao, Tanmei, Momiao, Leiyin, Shizi, Miaotan, Fanxiang, Renyin, Fonu, Songde, Guangmu, Miaoyan, Cheting, Cheshi, dan Bianshi.

Saya ingat yang arya pelindung Buddha masih ada dua lagi, satu adalah Dharmapala Skanda, satu lagi Dharmapala Sangharama.

Tentu saja, dewa Dharmapala Buddha banyak tak terhitung.

Guan Sheng Di Jun menjadi yang arya Dharmapala Buddha, hanya karena Guan Sheng Di Jun memimpin ribuan prajurit dan jenderal akhirat, tangan memegang Golok Naga Hijau, menunggang Kuda Merah, datang dalam kepulan angin, juga datang mendukung Buddhadharma. Vihara China menghormatinya sebagai Yang Arya Sangharama.

Yang Arya Sangharama memberitahu saya tiga petuah untuk disiarkan kepada umat manusia:
1. Semoga langit selalu melahirkan orang baik.
2. Semoga manusia selalu berbuat kebajikan.
3. Semoga mulut selalu mengucapkan kata-kata positif.

“Mengapa harus menyiarkan ketiga hal positif ini?” tanyaku.

Yang Arya Sangharama menjawab, “Zaman sekarang, hawa kebencian membubung ke langit, semua orang baik dicelakai oleh orang jahat, orang baik tidak berani turun ke dunia Saha lagi. Umat manusia dewasa ini, orang yang berbuat baik itu sedikit, orang yang berbuat jahat itu banyak, ingin memperbaiki situasi masyarakat, satu-satunya selalu berbuat kebajikan. Ada lagi, manusia zaman sekarang, berdusta, mengadu domba, bermulut jahat, berbicara tidak penting sangat banyak, kita harus memotivasi orang untuk banyak mengucapkan hal-hal positif, terutama kata-kata pujian harus banyak diucapkan, karena bisa memotivasi hati manusia ke arah kebajikan, dunia seperti ini masih tertolong.”

Niat mulia Yang Arya Sangharama dapat saya pahami.

Ternyata Guan Sheng Di Jun (Xuan Ling Gao Shangdi), tidak hanya setia sepanjang masa, tetapi masih menaruh iba pada umat manusia, dan senang atas kebajikan orang lain, dipuji oleh Buddha, sehingga diangkat sebagai penguasa langit (Tuhan), terlebih 3 petuah positif dari Yang Arya Sangharama, patut kita renungkan baik-baik.

Dalam penjelajahan spiritual—

Saya menyadari:
Melihat orang lain diuntungkan, seperti diri sendiri diuntungkan.
Melihat orang lain dirugikan, seperti diri sendiri dirugikan.

Saya menyeberangkan insan seperti ini, tidak ada penyesalan, tidak ada cinta dan benci, hati tenteram, hanya iba, hanya karena orang lain dan diri saya adalah satu. (hati yang tidak membeda-bedakan)