Vihara Qing-long

 

Membahas Vihara Qing-long di Xi’An, saya sangat bersemangat , sebab Vihara Qing-long ini adalah vihara leluhur dari Tantra Tiongkok !
Sebenarnya kunjugan ke Vihara Qing-long tidak terdaftar dalam rute perjalanan kami, namun kami bersikeras untuk mengunjunginya, sebab ajaran Tantra yang saya pelajari dari Bhiksu Pufang dan dari Bhiksu Liaoming, banyak yang merupakan Tantra Tiongkok, Tantra Tiongkok disebut juga Zhong-mi. 
Pada tanggal 17 September 1995, kami mengunjungi Vihara Qing-long.
 
Vihara Qing-long didirikan pada tahun kedua masa pemerintahan Kaisar Dinasti Sui, saat itu diberi nama Vihara Ling-gan, sampai pada masa Kaisar Longshuo Dinasti Tang (SM 662) namanya dirubah menjadi Vihara Guan-yin. Masih pada jaman Dinasti Tang,  pada masa Kaisar Jingyun (SM 711), namanya dirubah menjadi Vihara Qing-long. Setelah itu, Kaisar Huichang melakukan penindasan Buddhisme selama lima tahun, dan di tahun kedua (SM 846) setelah melakukan penindasan tersebut vihara direnovasi dan dinamakan sebagai Vihara Hu-guo. Kemudian pada masa tahun kesembilan pemerintahan Kaisar Xuan-zong (SM 855), kembali menggunakan nama lama, yaitu  Vihara Qing-long.
Vihara ini hancur lebur pada masa Dinasti Bei-Song.
Vihara Qing-long yang sekarang berdiri berkat dana dari orang Jepang, siswa Kobo Daishi berdana bagi pembangunan tiap stupa dan sala vihara ini. Tiba di Vihara Qing-long, saya merasakan aroma yang kental dari gaya bangunan vihara Jepang.
 
Bambu.
Jalan batu kerikil.
Kolam kecil dan air terjun.
Altar Mandala yang terbuat dari bahan tatami, berserta patung Bhiksu Huiguo dan Kobo Daishi.
Tugu peringatan Kobo Daishi.
 
Kami juga naik ke ‘Stupa Wang-hai’.
Kita mengetahui bahwa Tantra Tiongkok dibabarkan oleh tiga bhiksu yakni Subhakarasimha, Vajrabodhi dan Amoghavajra , ketiga Bhiksu inilah yang disebut  ‘Tiga Perintis Agung’.
 
Bhiksu Amoghavajra dari Vihara Dayushan memiliki enam murid utama, yaitu, Huiguo, Huilang, Yuanjiao, Juechao, Hanguang dan  Huichao.
Kemudian Huiguo memperoleh penghormatan dan persembahan dari Kaisar Dai-zong, Dezong, dan Shunzong sehingga ajaran beliau tersebar luas, dan namanya termashyur sampai keluar Tiongkok. 
 
Silsilah Hui-guo berasal dari Vajradhatu dan Garbhadhatu Mandala Amoghavajra dan siswa Subhakarasimha Xuan-chao, dari situlah Hui-guo mempelajari yoga para Adinata.
 
 Dalam mentransmisikan Tantra, Bhiksu Huiguo sangat terkenal, selain para siswa sangha yang belajar di Vihara Qing-long, masih ada banyak siswa sangha dari luar negeri, seperti Bhiksu Kobo Daishi dari Jepang, Bhiksu Huiri dari Silla, Bhiksu Bianhong dari Indonesia. 
 
Dalam sejarah Agama Buddha Jepang, terdapat ‘Delapan Tokoh Memasuki Tang Untuk Memohon Dharma’, yaitu :  Kobo Daishi, Ennin, Enchin, Eun Risshi, Shuei, Saicho dan Jogyo.
 
Dari Delapan Bhiksu tersebut, enam orang pertama pernah belajar Dharma di Vihara Qing-long, oleh karena itu Vihara Qing-long sangatlah terkenal. Guru silsilah dari Keenam Bhiksu tersebut adalah Bhiksu Huiguo. 
  
Setelah adanya penindasan terhadap Buddhisme, silsilah pun ikut sirna. Tetapi, Ajaran Tantra Tiongkok yang dibabarkan ke Jepang malah berkembang pesat hingga kini. Kini Ajaran Tantra di Jepang terdapat Sekte Koyasan (Bhiksu Kobo Daishi ), Sekte Naritasan, Sekte Buzan, Sekte Hiei (Bhiksu Dengyo)...... dan lain-lain.
 
Di  Jepang saya mengungjungi Koyasan, Naritasan, dan Hiei, menyadari bahwa Ajaran Tantra di Jepang sangat berkembang pesat.
Saat awal mempelajari Tantra , dari ‘Bhiksu Liaoming’ saya memperoleh banyak abhiseka dan transmisi Mahasadhana Tiongkok dan Tantra Tibet Nyingmapa.
 
Dilanjutkan dengan Sakyapa, dari  ‘Acarya Sakya Zhengkong’ secara langsung saya menerima berbagai vinaya dan Abhiseka Acarya, serta memperoleh Abhiseka ‘Anuttarayoga Tantra’ , Margapala dan lain-lain.
Setelah itu, menerima Abhiseka Panca-Dhyani dan Abhiseka Mahasadhana Guhya dari  Gyalwa Karmapa XVI.
Yang terakhir dari Gelugpa, memperoleh sarana dan abhiseka dari ‘Acarya Thubten Dhargye’.
 
(Ratna kalasa, Panca-Dhyani Buddha, Anuttarayoga Tantra)
 
Saya pernah bersarana kepada Bhiksu Pufang.
 
Dalam silsilah saya, ada dua Guru tempat saya belajar paling lama, yakni ‘Bhiksu Liaoming’ dan ‘Acarya Sakya Zhengkong’, mengenai kriya-tantra, carya-tantra, yoga-tantra dan Anuttara-yoga-tantra, saya telah memahami dengan jelas,  oleh karena itu saya mampu mengajarkan  keseluruhan ‘Sngags Rim Chen Mo’ .
 
‘Bhiksu Liaoming’ mentransmisikan Vajradhatu dan Garbhadhatu Mandala.
‘Guru Sakya Zhengkong’ mentransmisikan yoga berbagai Adinata dan Sadhana Maha-paripurna-vijaya-prajna. 
 
Saya ( Buddha Hidup Sheng-Yen Lu ) memiliki Silsilah Tantra Tiongkok, Tantra Tibet ( Nyingmapa, Gelugpa, Kagyudpa dan Sakyapa ), sungguh istimewa.
 Tiba di Vihara Qing-long, mendadak saya memperoleh sebuah inspirasi, di Shenzhou, siswaku akan kembali untuk membabarkan Ajaran Tantra, kelak Tantrayana akan berkempang pesat di Tiongkok, ini merupakan ‘Pelita Dharma Kembali Bersinar’. 
 
Judul Asli :
青龍寺
 
Sumber :
Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng, Buku 116
 
Diterjemahkan Oleh Lianhua Meili dan Lianhua Shian