Halaman Utama > Dharmaraja Lian-sheng > Karya Tulis Mahaguru > 106_Pelita Hati Satya Buddha > Cahaya Saat Dharmadesana


Cahaya Saat Dharmadesana

 

Sejak kecil saya mencari kebenaran sejati, seumur hidup menelaah agama, namun kebenaran sejati sungguh tinggi tak dapat didaki. 
 
Namun sungguh beruntung, saya dapat mengenal tantrayana, dapat masuk mendalami tantrayana, sejak saat itu saya terus tekun, tidak hanya sekedar melihat saja.
   
Tantrayana tidak hanya memberikan kesan mendalam kepada saya, juga tidak hanya meluruskan beberapa ketidaktahuan dan kesalah pahaman saya.   
 
Akhirnya adalah, setelah melalui bhavana selama dua puluh tahun lebih, saya memahami tantrayana.  Tidak hanya demikian, tantrayana telah manunggal dengan saya, satu nafas, saya dapat menyatakan bahwa saya adalah tantrayana, tantrayana adalah saya, sedangkan tantrayana adalah kebenaran sejati.
 
Saya mulai bhavana dari Nyingmapa, yang mentransmisikan Dharma kepada saya adalah Bhiksu Liao-ming. Kemudian Guru Padmasambhava hadir di angkasa, mentransmisikan Mahasadhana Nyingmapa ( Dzogchen ) kepada saya.
  
Kemudian saya menekuni Sakyapa, dari Lama Sakya Zheng-kong saya memperoleh banyak abhiseka, termasuk abhiseka Acarya, saya menekuni Mahaparipurnavijayaprajna. 
 
  Dari Karmapa ke 16 saya menerima Abhiseka Pancadhyani Buddha yang merupakan abhiseka tertinggi dalam Kagyudpa, saya mempelajari Mahamudra. 
  
Terakhir, dari Acarya Tubten Dhargye, saya memperoleh Abhiseka Anuttarayogatantra, memperoleh silsilah. Memperoleh benda pusaka silsilah dari Kangyur Rinpoche dan Acarya Tubten Dhargye. Di Gelugpa saya mempelajari Sadhana Yamantaka Vajra. 
  
Saat ini, di dunia ini, hanya ada satu orang yang mempunyai Dharmamudra empat aliran utama Tantra Tibet. 
  
Satu orang ini adalah :
Buddha Hidup Lian-sheng, Sheng-yen Lu.
  
 
  ●
 
Saya menyerap intisari dari masing-masing aliran, melebur sutrayana dan tantrayana, dari sutrayana memasuki tantrayana, terlebih menitikberatkan ketekunan bersadhana, dalam hidup saya hanya ada tiga hal yang utama :
 
Bersadhana, menulis dan membabarkan Dharma.
 
Demikianlah asal sebutan Buddha Hidup bagi saya :
 
1. 1,050,000 lebih siswa , memanggil saya sebagai Buddha Hidup.
2. Beberapa Rinpoche Agung dari Tibet juga menyebut saya sebagai Buddha Hidup.
3. Saya adalah Guru dari Rinpoche Tibet ( Ada beberapa Rinpoche yang bersarana )
4. Pemerintah Amerika Serikat menyebut saya sebagai Living Buddha.
5. Pemerintah Malaysia menyebut saya sebagai Living Buddha.
 
Terus terang, sebutan Buddha Hidup dan keberhasilan bhavana bukanlah jatuh begitu saja dari langit, rintangan dan ujian yang saya lalui seratus kali lipat, seribu , bahkan sepuluh ribu kali lipat melebihi orang kebanyakan.  
  
Perjalanan bhavana saya penuh rintangan, setapak demi setapak semakin maju, ada kalanya seakan menemui jalan buntu, ada kalanya banyak persoalan. Namun begitu berhasil mentransformasikannya, kembali melegakan dan mencerahi batin. 
 
Ada yang mengatakan bahwa perjalanan bhavana saya adalah : “Tidak dapat ditemukan lagi dimanapun .”
 
Ada yang mengatakan : “Sangat langka.”
 
Tidak peduli bagaimanapun, menapaki jalan bhavana bagaikan ‘Mendayung melawan arus.’, juga termasuk ‘Berusaha melampaui hal yang paling sukar dalam kehidupan.’
 
H.H Amchok Rinpoche menganugerahkan Ratnasana Dharmaraja kepada saya.
Sang Sang Rinpoche menganugerahkan dua kasaya Buddha Hidup kepada saya.
 
Tiap kali menatap Ratnasana Dharmaraja dan mengenakan kasaya Buddha Hidup, sungguh membuat saya semakin terkenang . . . 
   
  ●
 
Saat ini saya hanya membabarkan Dharma untuk menuntun para insan, dikarenakan Buddha Dharma sangat berharga, setiap kali saya berbicara akan muncul sinar keemasan, mulut saya memancarkan cahaya, Dharma memancarkan cahaya, memancarkan cahaya untuk ‘Membuang batu bata untuk memikat kumala.”   
 
Kita semua menghargai Sadhana Tantra Zhenfo.
Kita semua menekuni Sadhana Tantra Zhenfo.
( Lebih banyak lagi insan yang bersarana )
 
 
 
Judul Asli :
說法時的光明
 
Sumber :
盧勝彥文集 - 106 真佛的心燈
Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian